Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Pendidikan Nasional Berusia 137 Tahun, Tapi 85 SDN di Medan Ditutup Karena Minim Murid

Horas Pasaribu - Minggu, 03 Mei 2026 16:36 WIB
230 view
Pendidikan Nasional Berusia 137 Tahun, Tapi 85 SDN di Medan Ditutup Karena Minim Murid
Foto SIB/ Dok Sekretariat DPRD Medan
Binsar Simarmata.

Dia membandingkan ketika pendidikan dikelola kementerian pendidikan sebelum reformasi. Di era itu sekolah negeri sangat maju dan para gurunya berkualitas. Bahkan para guru sekolah negeri diminta untuk mengajar di swasta. SD negeri maupun Inpres banyak muridnya bahkan kelasnya sampai over kapasitas.

"Tapi sejak otonomi daerah (Otda), sekolah-sekolah SD sampai SMP diserahkan ke kabupaten/kota dan SMA sederajat oleh Pemprov. Kita lihat sendirilah bagaimana perkembangan pendidikan sekarang. Keluarga ekonomi menengah ke bawah saat ini justru lebih memilih SD swasta daripada negeri, ada apa dengan pendidikan sekarang," ungkapnya.

Dia berharap, di momen Hardiknas harus ada intropeksi diri dari Pemda khususnya Pemko Medan. Ketulusan pemerintah dan instansi terkait mengelola pendidikan adalah keharusan. Karena pendidikanlah salah satu unsur paling penting dibenahi karena menyangkut pembentukan SDM untuk masa depan bangsa. "Ini harus menjadi PR bagi pemko dan DPRD Medan agar pendidikan tidak hancur lebur," paparnya.

Bahkan di perguruan tinggi negeri sekarang uang kuliahnya sangat tinggi. Tidak jarang dalam satu angkatan ada saja anak yang lulus PTN tidak jadi kuliah karena tidak sanggup membayar uang kuliah tunggal (UKT). Padahal, pada era sebelum reformasi, uang kuliah di PTN sangat murah, kaya atau miskin tidak persoalan. "Jika masuk PTN waktu dulu sudah dikategorikan anak yang cerdas dan uang kuliahnya dimurahkan," tegas Sekretaris Fraksi PAN-Perindo DPRD Medan ini.

Binsar mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto ada membuat program revitalisasi sekolah dan menyediakan anggaran untuk mobiler. Wali Kota Medan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus "jemput bola" karena seluruh Indonesia mengejar anggaran tersebut. Pemko diminta jangan jenuh melakukan lobi-lobi ke kementerian terkait, rajin-rajin menongkronginya.

"Manfaatkan kekuatan politik, ada 30 anggota DPR RI asal Sumut di Senayan Jakarta. Janganlah mudah bosan untuk membangun pendidikan daerah, prihatin lah kita melihat kondisi sekolah saat ini. Dengan anggaran revitalisasi, kita harapkan beberapa sekolah bisa direvitalisasi sehingga menjadi sekolah yang layak dan banyak muridnya seperti dulu," harapnya. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru