Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 25 September 2026

Pererat Kesatuan dan Tanamkan Nilai Budaya, Pomparan Manurung Raja Hutagaol Medan dan Siantar Gelar Marasihol-Sihol

Horas Pasaribu - Kamis, 28 Mei 2026 16:17 WIB
831 view
Pererat Kesatuan dan Tanamkan Nilai Budaya, Pomparan Manurung Raja Hutagaol Medan dan Siantar Gelar Marasihol-Sihol
Foto SIB/ Horas Pasaribu
Para tokoh marga Manurung Raja Hutagaol Kota Medan dan Kota Siantar foto bersama pada acara Marsihol-sihol, Rabu (27/5/2026) di Rumah Gorga Mangampu Tua Jalan Saudara, Kecamatan Medan Kota.

Medan (harianSIB.com)

Punguan Pomparan Manurung Raja Hutagaol (Sibitonga), anak, Boru dan bere Kota Medan serta P Siantar menggelar acara Marsihol-sihol, Rabu (27/5/2026) di Wisma Gorga Mangampu Tua Jalan Saudara Medan. Acara ini mengusung tema "hidup dalam persaudaraan bersama Tuhan".

Berdasarkan pers realis panitia kepada wartawan, Kamis (28/5/2026) menyebutkan, acara diawali dengan ibadah, khotbah dibawakan DS Pdt Esmar Sitorus, Pimpinan Distrik 2 GMI Wilayah 1. Kemudian makan bersama, manortor, hiburan dan lucky draw.

Dalam khotbahnya yang diangkat dari Kitab Filipi 2:2-3, keluarga besar Manurung Raja Hutagaol diingatkan agar tetap membina persaudaraan. Sebagaimana firman Tuhan mengatakan, hendaklah kamu sehati dan sepikir, jangan mementingkan kepentingan sendiri. Artinya, semakin kompak, dan solid.

Hadir sejumlah tokoh-tokoh Manurung Raja Hutagaol seperti ketua dewan penasehat Maringan Manurung dari P Siantar, wakil ketua dewan penasehat Djamidin Manurung (Op Daniel). Tokoh Manurung dari Jakarta seperti Dr Jenri Manurung Arya Manurung, Harlem Manurung, Juaksa Manurung dan lainnya.

Juaksa Manurung mengungkapkan rasa bangganya ramainya kehadiran Pomparan Manurung Raja Hutagaol yang hadir dalam Marsihol-sihol tersebut. Dalam acara tersebut diketahui, Raja Toga Manurung memiliki tiga putra yakni Raja Hutagurgur (Manurung Siahaan/sulung), kemudian Raja Hutagaol (Manurung Sibitonga/tengah) dan Raja Simanoroni (Manurung Siampudan/bungsu).

Menurut Juaksa, dari keturunan Toga Raja Manurung di Kota Medan ada berjumlah 2500 kepala keluarga lebih. Tapi dari keturunan Manurung Raja Hutagaol cuma 200 KK, sehingga digagaslah membuat paguyuban ini, khusus keturunan Raja Hutagaol untuk berdoa agar Tuhan memberkati marga ini, diberi "hagabeon, hasangapon" terlebih keturunan yang banyak.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru