Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

DPRD SU Desak PT Pertamina Sumbagut Segera Ambil Langkah Darurat Atasi Kelangkaan Biosolar di Medan

Firdaus Peranginangin - Senin, 08 Juni 2026 15:49 WIB
747 view
DPRD SU Desak PT Pertamina Sumbagut Segera Ambil Langkah Darurat Atasi Kelangkaan Biosolar di Medan
Foto: harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Kalangan DPRD Sumut mendesak EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera mengambil langkah darurat mengatasi kelangkaan Biosolar di Kota Medan, Senin (8/62026).

Medan(harianSIB.com)

Kalangan DPRD Sumut mendesak Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera mengambil langkah darurat untuk mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar yang terjadi di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir ini.

Apalagi kelangkaan tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya para sopir angkutan umum, pelaku usaha kecil dan pengguna kendaraan berbahan bakar solar.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Sumut Ebenejer Sitorus SE MM dan Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Senin (8/6/2026), seusai menerima berbagai pengaduan masyarakat terkait kosongnya stok Biosolar di sejumlah SPBU Pertamina di Kota Medan.

"Jika mengatasi BBM jenis Biosolar saja pihak EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak mampu, sebaiknya mundur saja dari jabatannya. Masih banyak putra-putri Indonesia yang mampu bekerja profesional dan peka terhadap kebutuhan masyarakat," tegas Ebenejer Sitorus.

Baca Juga:
Anggota Komisi E DPRD Sumut itu mengaku sangat kecewa terhadap kinerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, karena akibat kelangkaan Biosolar yang berlangsung berhari-hari menunjukkan lemahnya pengawasan dan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Dari hasil investigasi yang dilakukan bersama tim di lapangan, kata Ebenejer, kekosongan Biosolar ditemukan di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Simpang Selayang, SPBU Jalan Jamin Ginting sebelum Simpang Simalingkar, SPBU Jalan Setia Budi, SPBU Jalan Sei Batanghari, SPBU Jalan AH Nasution kawasan Asrama Haji, SPBU Jalan Tritura serta beberapa SPBU lainnya di Kota Medan.

Ebenejer mengingatkan, PT Pertamina agar tidak menganggap persoalan ini masalah biasa, sebab kelangkaan BBM dapat memicu terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan biaya transportasi serta berpotensi menimbulkan praktik penimbunan dan permainan distribusi di lapangan.

Berkaitan dengan itu, anggota dewan Dapil Asahan, Batubara dan Tanjungbalai ini mendesak PT Pertamina segera membuka secara transparan penyebab kelangkaan serta jadwal normalisasi pasokan BBM jenis Biosolar ini, agar masyarakat tidak lagi "dihantui" keresahan akibat ketiadaan bahan bakar minyak.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga juga mengaku kesal atas terjadinya kelangkaan Biosolar yang terus dikeluhkan masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya antisipasi terhadap kebutuhan energi masyarakat di daerah yang merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa.

Dari pengamatan Zeira Salim, akibat langkanya Biosolar, sejumlah SPBU juga mulai mengalami kekosongan BBM jenis Dexlite. Hal itu terjadi karena masyarakat yang tidak mendapatkan Biosolar terpaksa beralih menggunakan Dexlite sehingga konsumsi BBM nonsubsidi tersebut meningkat drastis dalam waktu singkat.

"Benar-benar aneh. Negara lain sudah menggunakan teknologi tinggi dan sistem distribusi energi yang modern, sementara kita masih berkutat dengan persoalan kelangkaan BBM yang terus berulang setiap bulan. Ini menunjukkan ada yang harus dibenahi secara serius dalam sistem distribusi dan pengawasan," ujar Zeira.

Berkaitan dengan itu, Zeira yang juga Wakil Ketua Komisi E ini mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera menambah pasokan ke seluruh SPBU yang mengalami kekosongan, memperkuat pengawasan distribusi hingga tingkat lapangan serta memastikan tidak ada penyimpangan yang menyebabkan masyarakat menjadi korban.

Sekretaris DPW PKB Sumut ini juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ikut turun tangan melakukan koordinasi agar persoalan tersebut segera terselesaikan, sehingga daerah ini tidak terus-menerus terjadi kelangkaan BBM, sehingga antrian kemdaraan mengular di SPBU yang memiliki stok Biosolar.

"Kami tidak ingin masyarakat terus menjadi korban. BBM merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut aktivitas ekonomi rakyat. Pertamina harus bergerak cepat, jangan menunggu keresahan ini semakin meluas. Jika perlu lakukan evaluasi total terhadap sistem distribusi agar kelangkaan Biosolar tidak terus berulang di Sumut," tegas Zeira Salim.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Minta Harga BBM Nonsubsidi Turun
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Protes Kenaikan BBM di Prancis, 1 Orang Tewas
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Keliling Nusantara, Mobil Listrik PLN BLITS akan Kunjungi Kota Medan
Terduga Pembunuh Tukang Rujak Diringkus Polres Pematangsiantar di Kota Medan
komentar
beritaTerbaru