Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026

Imigrasi Inisiasi Pagar Digital Perkuat Pengawasan Perbatasan

Rickson Pardosi - Kamis, 02 Juli 2026 19:07 WIB
81 view
Imigrasi Inisiasi Pagar Digital Perkuat Pengawasan Perbatasan
Foto: Humas
Foto Bersama: Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko dan jajaran berfoto bersama dengan pihak Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) dalam menginisiasi “Pagar Digital” guna pengawasan keimigrasian d

Medan(harianSIB.com)

Imigrasi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) dalam menginisiasi "Pagar Digital" guna pengawasan keimigrasian di perbatasan.

Hal itu dijelaskan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko usai rapat pembahasan bersama perwakilan ITB pada Selasa, (30/6/2026) di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Berawal dari keprihatinan dan rasa penasaran saya waktu menghadiri di Eksibisi Pertahanan di Singapura beberapa bulan lalu. Di situ saya lihat ada berbagai macam teknologi canggih untuk pengamanan perbatasan dan lainnya. Padahal SDM kita di dalam negeri punya daya saing yang cukup tinggi untuk menghasilkan kualitas produk yang setara," tutur Hendarsam melalui siaran pers yang disampaikan kepada Humas Imigrasi Sumut, Rizki Maulana, Kamis (2/7/2026).

Kemudian pihak Ditjen Imigrasi menggandeng kampus terbaik di Indonesia di bidang teknologi, untuk menginisiasi "Pagar Digital", sistem pengamanan perbatasan dengan menggunakan drone. "Kita ini punya 3.111 Km wilayah perbatasan darat yang sangat luas dan rawan perlintasan ilegal," lanjutnya.

Baca Juga:
Hendarsam menambahkan dari jumlah tersebut (3.111 km), hanya tersedia 18 PLBN (Pos Lintas Batas Negara) dan 38 Pos Lintas Batas (PLB) di Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Dimana ada tiga PLBN yang belum aktif dan hanya 7 Pos Lintas Batas yang memang ada perlintasannya. Berdasarkan data perlintasan pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Darat periode Januari hingga April 2026, volume pelintas resmi tercatat mencapai 679.867 orang.

Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah mengawasi pelintas ilegal di jalur-jalur tikus di sepanjang garis perbatasan. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan infrastruktur digital, risiko keamanan personel di area konflik, serta tingginya kerentanan terhadap kejahatan lintas batas seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penyelundupan manusia, dan penyelundupan

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Peternak RI Ekspor Belasan Ribu Bibit Ayam Petelur ke Timor Leste
Setelah Diamankan, Terpidana TPPO Berstatus DPO di Kupang Dibawa ke Kejatisu
Menang 3-0 atas Timor Leste, Indonesia ke Semifinal Piala AFF
Pimpinan DPR Dukung Timor Leste Jadi Anggota ASEAN
Jokowi Berterimakasih ke Timor Leste Dukung RI Jadi Anggota DK PBB
Tim Le-Release ITB Kalahkan Kompetitor dari Asia dengan Rancangan Urinal Penguji Urine
komentar
beritaTerbaru