Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
Raih Grand Prize di E2FESTA 2017 Korea Selatan

Tim Le-Release ITB Kalahkan Kompetitor dari Asia dengan Rancangan Urinal Penguji Urine

- Senin, 20 November 2017 22:41 WIB
1.106 view
Tim Le-Release ITB Kalahkan Kompetitor dari Asia dengan Rancangan Urinal Penguji Urine
SIB/Laman ITB
Di Korea Selatan : Freddy Kurniawan (paling kiri) dan rekan-rekannya Tim Re-Lease ITB yakni Irham Mulkan Rodiana, Kinari Nur Aulia Padma Negara dan Ninik Kania serta dua mahasiswa dari Chonbuk National University (CBNU) Korea Selatan berfoto dengan lata
Seoul (SIB)- Indonesia patut bangga karena memiliki tak sedikit kaum muda yang cerdas, kreatif dan inovatif yang mampu bersaing di even internasional. Satu di antaranya adalah sejumlah mahasiswa ITB yang menamakan kelompoknya Tim Re-Lease. Mereka berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara I atau grand prize winner pada Engineering Education Festa 2017 Capstone Design Fair International Session (E2FESTA 2017) yang diselenggarakan di Kimdaejung Convention Center, Gwangju, Korea Selatan, baru-baru ini.

Tim ini terdiri dari mahasiswa lintas jurusan di Kampus ITB yang memiliki kesamaan ide, rajin menekuni perkuliahan dan suka berinovasi. Mereka adalah Freddy Kurniawan  (Teknik Mesin 2013), Irham Mulkan Rodiana  (Teknik Elektro 2013), Kinari Nur Aulia Padma Negara mahasiswa Desain Produk 2013 dan Ninik Kania mahasiswa Desain Produk 2013 serta dua mahasiswa dari Chonbuk National University (CBNU) Korea Selatan.

Seperti dikutip SIB dari laman ITB, Sabtu (18/11),  pada ajang kompetisi inovasi teknologi itu, Tim Re-Lease mengusung karya rancangan alat kesehatan sebagai tema besar. Tim ini merancang closet pembuangan air seni atau urinal yang sekaligus bisa berfungsi melakukan pengecekan urin dengan konsep tracking kesehatan berdasarkan kekeruhan dan warna urin. Perangkat inilah yang kemudian mereka namakan sebagai Re-Lease.

Tim Re-Lease ITB harus melewati perjalanan panjang sekira 6 bulan, yaitu 4 bulan untuk mematangkan ide dan 2 bulan untuk pengerjaan produk atau rancangannya itu. Progress report juga dilaksanakan secara teratur setiap minggunya di bawah bimbingan dosen pembina dari program studi Teknik Mesin dan Desain Produk ITB.
Kompetisi  itu  diprakarsai Kementerian Perdagangan Industri dan Energi  Korea Selatan serta Pusat Inovasi untuk Pendidikan dan Teknologi Korea atau Association of Innovation Centers for Engineering Education.

Para pesertanya terdiri dari pemuda dan mahasiswa peminat rancang bangun dan teknologi dari berbagai kampus di Benua Asia antara lain Tim Re-Lease ITB (Indonesia), Tim PENS (Indonesia), Tel-U (Indonesia), KLE TECH (India), HKUST (Hong Kong), NUS (Singapura), NTU (Singapura), RMUTT (Thailand), SCUT (China), KIT (Jepang), CBNU (Korea Selatan), CNU (Korea Selatan), JNU (Korea Selatan), NCKU (Taiwan), dan UKM (Malaysia).

Berdasarkan hasil penjurian, Tim Re-Lease akhirnya berhasil mengalahkan seluruh delegasi yang umumnya berasal dari negara-negara yang industri dan teknologinya sudah jauh lebih maju dibanding Indonesia seperti Jepang, China dan Korea Selatan.

Salah satu pentolan Tim Re-Lease, Freddy Kurniawan yang berasal dari Kota Medan tak kuasa mengungkapkan kegembiraannya, "Melalui lomba ini, kami sangat senang bukan hanya karena Grand Prize yang didapatkan, namun ide dari produk kami dapat diterima masyarakat internasional," ucap Freddy yang merupakan  putra kedua dari pasangan Tjioe Tjin Wan alias Awan dan Lily yang bermukim di Jalan Brigjen Zein Hamid Medan.

Perjuangan Freddy pun sangat besar untuk mengikuti kompetisi kelas dunia itu. Pasalnya, selain menanggung  biaya perkuliahan di ITB dan akomodasi tinggal di Bandung,  orangtuanya juga harus membiayai sendiri seluruh akomodasi Freddy untuk mengikuti ajang di Korea Selatan itu.  Memang atas saran beberapa pihak, keluarga Freddy mencoba membuat proposal meminta dukungan ke Pemda di Sumut karena dia warga Sumut dan Kota Medan. Namun sekian lama ditunggu hingga masa keberangkatannya ke negeri ginseng itu, tindaklanjut dukungan itu tidak juga ada kabarnya.

Meski begitu, prestasi besar yang diraih bersama teman-temannya di Tim Re-Lease itu memotivasi pemuda Tionghoa itu menjadi lebih bersemangat untuk cepat-cepat merampungkan perkuliahannya di ITB dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi untuk menghasilkan karya rancang bangun yang bisa memajukan Indonesia. (R15/Rel/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru