Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Kota Batu Kenalkan Smart Integrated Farming di APEKSI Medan

Indah Apriliana dewi Ginting - Jumat, 03 Juli 2026 19:49 WIB
135 view
Kota Batu Kenalkan Smart Integrated Farming di APEKSI Medan
Foto: Dok/harianSIB.com/Ind
Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Kabid Pertanian Agung memperkenalkan dan menjelaskan Program Smart Integrated Farming pada City Expo Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Kamis (3/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, memperkenalkan program Smart Integrated Farming (Pertanian Terpadu Cerdas) pada ajang City Expo Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan, Kamis (2/7/2026). Program tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah peserta APEKSI untuk diterapkan di wilayah masing-masing, termasuk di Sumatera Utara, guna meningkatkan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern.

Kepala Bidang Pertanian Pemerintah Kota Batu, Agung, kepada harianSIB.com mengatakan, saat ini Pemkot Batu tengah mengembangkan konsep Smart Integrated Farming sebagai upaya mewujudkan sistem pertanian yang cerdas, minim limbah, serta mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak.

Menurutnya, konsep tersebut mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dengan sistem pertanian terpadu sehingga petani dapat memproduksi pupuk dan pakan secara mandiri.

"Konsep ini bukan sekadar bercocok tanam. Dalam satu kawasan terdapat peternakan, perikanan, dan budidaya tanaman yang dikelola secara terpadu dari hulu hingga hilir," ujar Agung.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, sistem tersebut memanfaatkan sensor IoT untuk mengontrol suhu, kelembapan, hingga penyiraman otomatis. Selain itu, limbah dari sektor peternakan, perikanan, dan pertanian dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sehingga mampu menekan biaya produksi.

Agung menambahkan, para petani di Kota Batu telah menerapkan sistem tersebut, terutama pada komoditas hortikultura seperti kentang, bawang daun, apel, aneka sayuran, dan tanaman bunga.

Menurutnya, Smart Integrated Farming juga membantu petani memprediksi masa panen, mengurangi beban pekerjaan, meningkatkan kualitas hasil produksi, sekaligus memberikan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian sebelum dipasarkan.

"Kami ingin petani tidak lagi terlalu bergantung pada pupuk dan pakan dari luar. Jika kebutuhan itu dapat dipenuhi dari dalam ekosistem pertanian sendiri, biaya produksi akan lebih rendah dan keuntungan petani meningkat," katanya.

Program tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu model pengembangan pertanian modern yang dapat diadopsi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan sistem produksi yang berkelanjutan.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Antisipasi Risiko Gagal Panen, Petani Sergai Diimbau Manfaatkan Asuransi Tanaman Padi
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Swasembada Pangan Ala Orba Diungkap, Petani Tidak Sejahtera dan Tidak Bebas Tanam Padi
Keliling Nusantara, Mobil Listrik PLN BLITS akan Kunjungi Kota Medan
Cara Baru Menambah Jumlah Petani
Harga Sawit ke Titik Terendah, Petani Minta Genjot Produksi Biodiesel
komentar
beritaTerbaru