Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

AHY Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan, Siap Tampung 1.080 Siswa Gratis

Horas Pasaribu - Jumat, 03 Juli 2026 20:01 WIB
198 view
AHY Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan, Siap Tampung 1.080 Siswa Gratis
Foto harianSIB.com/Dok DPD Partai Demokrat Sumut
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Flamboyan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamata

Medan(harianSIB.com)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Flamboyan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (3/7/2026). Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan sekolah tersebut telah mendekati 100 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru.

Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, anggota DPR RI Lokot Nasution, unsur TNI-Polri, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, PT Nindya Karya selaku pelaksana pembangunan, Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan H. Iswanda Ramli, Kabid Drainase SDABMBK Kota Medan Hardi Sibarani, serta sejumlah pejabat lainnya.

AHY menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi dibangun di atas lahan sekitar enam hektare milik Pemerintah Kota Medan. Sekolah tersebut mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA.

Fasilitas yang disediakan meliputi ruang kelas berkapasitas 30 siswa, laboratorium, asrama putra dan putri, kantin, aula serbaguna, amfiteater, masjid, lapangan olahraga, lapangan sepak bola, mini soccer, serta lapangan bola basket.

Baca Juga:
Menurut AHY, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pembangunan fisik dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum, sedangkan penyelenggaraan pendidikan berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

"Negara memiliki kewajiban memberikan kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan secara ekonomi. Seluruh biaya pendidikan di sekolah ini ditanggung pemerintah sejak diterima hingga lulus," ujar AHY.

Ia menambahkan, lulusan Sekolah Rakyat nantinya memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun pendidikan vokasi, serta memasuki dunia kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.

AHY juga mengapresiasi Pemerintah Kota Medan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sekolah, mulai dari penyediaan lahan hingga proses konstruksi.

"Maintenance sama pentingnya dengan konstruksi. Membangun dengan baik dan menjaga agar fasilitas ini tetap baik merupakan pekerjaan yang juga tidak ringan," katanya.

Menurut AHY, pekerjaan yang masih tersisa hanya tahap penyelesaian akhir berupa pembersihan kawasan, penataan lingkungan, dan peninggian pagar untuk meningkatkan keamanan sekolah.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan merupakan satu dari lima proyek serupa yang dibangun di Sumatera Utara. Empat lokasi lainnya berada di Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Kota Padangsidimpuan. Setiap proyek menelan anggaran sekitar Rp250 miliar sehingga total investasi pemerintah di Sumatera Utara mencapai sekitar Rp1,25 triliun.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara, Illyan Chandra Simbolon, mengatakan calon peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 atau kelompok sangat miskin dan miskin.

"Desil 1 memiliki pengeluaran per kapita kurang dari Rp500 ribu per bulan, sedangkan Desil 2 berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per bulan," jelasnya.

Illyan mengatakan, selama masa transisi kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di beberapa lokasi. Jenjang SMA sementara menggunakan Balai Pelatihan di Jalan Amal yang telah memiliki fasilitas asrama, SMP berada di Balai Sentra Bahagia Pancing, sedangkan SD menempati lokasi lain di kawasan Sentra Bahagia.

Setelah pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi selesai, seluruh peserta didik akan dipindahkan ke satu kawasan sehingga seluruh proses pembelajaran berlangsung secara terpadu dengan sistem berasrama.

"Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi," ujar Illyan.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, H. Iswanda Ramli, menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya.

"Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, tidak ada alasan lagi anak keluarga kurang mampu tidak sekolah karena biaya. Semua sudah disiapkan pemerintah, tinggal kemauan untuk belajar," katanya.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru