Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 25 Oktober 2026

Viktor Silaen Desak Disperindag ESDM Sidak Distributor Semen, Diduga Ada Permainan di Balik Kelangkaan

Firdaus Peranginangin - Jumat, 24 Juli 2026 15:40 WIB
629 view
Viktor Silaen Desak Disperindag ESDM Sidak Distributor Semen, Diduga Ada Permainan di Balik Kelangkaan
Foto harianSIB.com/Firdaus
Viktor Silaen SE MM.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi D DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM, mendesak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke seluruh distributor semen di Sumut, untuk mengatasi sulitnya memperoleh semen di pasaran.

"Sidak tersebut dinilai mendesak menyusul langkanya semen di pasaran yang memicu lonjakan harga yang begitu tinggi, sehingga meresahkan masyarakat," tandas Viktor Silaen kepada wartawan, Jumat (24/7/2026) melalui telepon di Medan melonjaknya harga semen serta sulitnya didapat di pasaran.

Menurut Viktor, dalam beberapa pekan terakhir masyarakat, kontraktor, hingga pelaku usaha bangunan mengeluhkan sulitnya memperoleh semen berbagai merek. Kalaupun tersedia di sejumlah toko bangunan atau panglong, harganya melonjak tajam mencapai Rp70 ribu hingga Rp90 ribu per zak ukuran 40–50 kilogram, jauh di atas harga normal.

"Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kita minta Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution segera memerintahkan Disperindag ESDM turun ke lapangan melakukan sidak ke distributor maupun jalur distribusi semen. Jangan sampai ada dugaan penimbunan atau permainan pasokan yang sengaja dilakukan untuk menaikkan harga," tegas politisi Partai Golkar ini.

Baca Juga:
Ia mengatakan, apabila ditemukan distributor atau pihak tertentu yang sengaja menahan stok demi meraup keuntungan besar, pemerintah harus bertindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, karena kebutuhan semen berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas sehingga tidak boleh dijadikan objek spekulasi.

Viktor menilai kelangkaan semen telah menimbulkan dampak yang luas. Banyak pembangunan rumah warga, tempat ibadah, sekolah, hingga proyek swasta terancam tertunda akibat sulitnya memperoleh material utama tersebut. Bahkan para tukang bangunan dan pekerja harian berpotensi kehilangan pendapatan karena pekerjaan terhenti.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
IMI Sumut Optimis Reli Internasional Hadir
5 Karateka Shindoka Sumut Dipanggil Ikuti Kejuaraan APSKF
komentar
beritaTerbaru