Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 Juli 2026

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Sumut, Belokan Angin dan Gelombang Atmosfer Picu Hujan Lebat

Leo Bastari Bukit - Selasa, 28 Juli 2026 19:03 WIB
57 view
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Sumut, Belokan Angin dan Gelombang Atmosfer Picu Hujan Lebat
Foto: Tiktok
Ilustrasi peringatan dini cuaca Sumatera Utara

Medan(harianSIB.com)

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprakirakan cuaca di Sumatera Utara (Sumut) masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat selama periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BBMKG Wilayah I Medan Martha Rosefina Manurung menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh belokan angin (shearline) di Samudera Hindia barat Sumatera.

Aktifnya gelombang atmosfer di wilayah Sumut serta kondisi atmosfer yang cukup labil sehingga mendukung proses konveksi dan pembentukan awan hujan.

"Dalam beberapa hari terakhir tercatat curah hujan dengan kategori sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumut," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan data BBMKG, curah hujan mencapai 90 milimeter tercatat di Pos Hujan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, pada 22 Juli 2026.

Selanjutnya, Pos Hujan Tanjung Langkat, Kabupaten Langkat, mencatat curah hujan 78 milimeter pada 23 Juli dan meningkat menjadi 128 milimeter pada 24 Juli 2026. Sementara itu, pada 25 Juli 2026, Pos Hujan Aek Bingke di Kabupaten Labuhanbatu Utara mencatat curah hujan 108 milimeter.

Pos Hujan Sisumut di Kabupaten Labuhanbatu Selatan mencapai 85 milimeter, serta Stasiun Geofisika Gunungsitoli mencatat 59,2 milimeter. Pada 26 Juli 2026, Pos Hujan Gunung Melayu di Kabupaten Asahan juga mencatat curah hujan sebesar 81 milimeter.

Martha mengatakan aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Belokan angin di Samudera Hindia barat Sumatera membentuk daerah pertemuan angin (konfluens) yang membentang dari wilayah pantai barat hingga lereng timur Sumut.

Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang menghangat sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Selain itu, kondisi atmosfer yang labil juga memicu proses konveksi.

Pada pagi hingga siang hari cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan sehingga terjadi peningkatan suhu udara yang cukup signifikan. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari yang dapat disertai angin kencang secara lokal di sejumlah wilayah.

BBMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Simalungun.

Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, serta Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Sibolga, Gunungsitoli, termasuk Kepulauan Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat.

Menghadapi kondisi tersebut, BBMKG Wilayah I Medan mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dengan aman.

Masyarakat juga diminta selalu mengacu pada informasi cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, pemerintah daerah diimbau terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat untuk memantau perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan melalui berbagai kanal informasi resmi sebagai upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru