Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 01 Agustus 2026

Mahasiswa: DPRD Digaji Oleh Rakyat Bersuara, Bukan Digaji Jadi Boneka Eksekutif

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 01 Agustus 2026 15:00 WIB
138 view
Mahasiswa: DPRD Digaji Oleh Rakyat Bersuara, Bukan Digaji Jadi Boneka Eksekutif
Foto harianSIB.com/Firdaus
Fahrezi Dika Pratama.

Medan(harianSIB.com)

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut Fahrezi Dika Pratama menyampaikan apresiasinya terhadap Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony, atas sikap kritisnya terhadap Gubernur Sumut Bobby Nasution.

"Kritik yang disampaikan Bang Ricky merupakan wujud nyata pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD dalam menjaga marwah lembaga legislatif serta memperkuat sistem checks and balances dalam pemerintahan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026) di Medan.

Dikatakan Fahrezi Dika Pratama, keberanian Ricky Anthony patut diapresiasi karena menunjukkan dirinya selaku pimpinan DPRD tetap menjalankan perannya sebagai lembaga pengawas, bukan sekadar menjadi pelengkap kebijakan pemerintah daerah.

Menurut Fahrezi, DPRD memiliki mandat konstitusional untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan menyampaikan kritik apabila terdapat kebijakan yang dinilai perlu dikoreksi dan hal itu dibenarkan undang-undang, karena DPRD bukan boneka eksekutif.

Baca Juga:
Fahrezi bahkan menyarankan, Gubernur Sumut sepatutnya, tidak alergi terhadap kritikan dewan, jika masih tetap alergi, sebaiknya Gubernur Sumut kembali mengikuti retreat kepemimpinan agar lebih memahami prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik.

"DPRD Sumut digaji oleh rakyat untuk bersuara, bukan digaji untuk menjadi boneka eksekutif," tegas Fahrezi sembari menegaskan, hubungan antara eksekutif dan legislatif harus dibangun atas dasar saling menghormati kewenangan masing-masing, bukan atas hubungan yang membuat fungsi pengawasan menjadi lemah.

PW Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut juga menyatakan siap berada di barisan terdepan untuk mengawal independensi DPRD Sumut dari segala bentuk intervensi yang dapat melemahkan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Menurut mereka, penguatan peran DPRD merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi, akuntabilitas pemerintahan, serta memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat Sumut.

Mahasiswa berharap dinamika yang terjadi antara legislatif dan eksekutif dapat menjadi momentum memperkuat praktik demokrasi yang sehat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Marak Politik Uang, Wakil Ketua MPR: Lapangan Demokrasi Kita ˋBecekˊ
Abdul Rani Terpilih Jadi Ketua Komisi D DPRD Medan
KPK Periksa Ketua DPRD Labuhanbatu soal Suap ke Bupati Pangonal
Panitia Natal Siraja Panggabean Bertemu Ketua DPRD Medan
DPRDSU Apresiasi KPK Tangkap Bupati Pakpak Bharat
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
komentar
beritaTerbaru