Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 25 September 2026

Warga Desa Telaga Sari Diedukasi Cara Pantau Gula Darah Mandiri

Jekson Turnip - Senin, 03 Agustus 2026 15:42 WIB
460 view
Warga Desa Telaga Sari Diedukasi Cara Pantau Gula Darah Mandiri
Foto: Dok/Roy
Warga antusias untuk mengetahui pantau gula darah secara mandiri di Tanjungmorawa, baru-baru ini.

Tanjungmorawa(harianSIB.com)

Sekelompok dosen Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Peningkatan Pengetahuan Warga dalam Pemantauan Gula Darah Mandiri sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Diabetes", di Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut digelar sebagai respons atas tingginya angka penderita diabetes melitus di wilayah tersebut yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak dipantau secara rutin.

Tim pengabdi terdiri atas tiga dosen yaitu, Liza Mutia, SKM, M.Biomed sebagai ketua, serta Karolina br Surbalti, SKM, M.Biomed dan Suparni, S.Si, M.Kes sebagai anggota.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen turut menggandeng tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis yang bertugas membantu proses edukasi maupun pemeriksaan kadar gula darah warga di lapangan.

Baca Juga:
Bertempat di balai Desa Telaga Sari, kegiatan ini dihadiri puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari lansia, penderita diabetes, hingga kader kesehatan desa. Dalam sesi penyuluhan, tim dosen menjelaskan pentingnya pemantauan gula darah secara mandiri, cara membaca hasil pengukuran dengan tepat, batas normal kadar gula darah, serta risiko komplikasi yang dapat timbul apabila kadar gula darah tidak terkontrol, seperti gangguan penglihatan, luka yang sulit sembuh, hingga penurunan fungsi ginjal.

Selain pemaparan materi, tim juga melakukan demonstrasi langsung penggunaan alat glukometer, mulai dari cara mengambil sampel darah yang benar, teknik kalibrasi alat, hingga interpretasi hasil pengukuran.

Warga yang hadir turut diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pengukuran gula darah secara langsung didampingi oleh tim dosen dan mahasiswa pendamping.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan edukasi tersebut, tim pengabdian masyarakat turut menyerahkan alat pemeriksaan kadar gula darah kepada pihak desa. Penyerahan alat ini dimaksudkan agar warga dapat terus melakukan pemantauan gula darah secara mandiri dan berkelanjutan setelah kegiatan penyuluhan berakhir.

Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pemeriksaan kadar gula darah gratis bagi seluruh warga yang hadir. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi, terutama dari kelompok lanjut usia dan warga dengan riwayat diabetes, yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kadar gula darahnya secara langsung.

Bagi warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kadar gula darah tinggi, tim dosen turut memberikan edukasi tambahan dan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ketua tim pengabdian, Liza Mutia, SKM, M.Biomed, menyampaikan, kegiatan itu bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis agar dapat memantau kondisi kesehatannya secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas kesehatan. Pemantauan gula darah secara rutin dan mandiri, menurutnya, menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi dini fluktuasi kadar gula darah sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

Kepala Desa Telaga Sari Indra Sembada ST, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program semacam ini dapat berlanjut secara berkala., Indra juga menyampaikan apresiasi atas penyerahan alat pemeriksaan kadar gula darah dari tim pengabdian, yang diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

Salah satu warga yang mengikuti kegiatan mengaku sangat terbantu dengan adanya penyuluhan dan praktik langsung tersebut.

Ia menyampaikan, sebelumnya banyak warga yang tidak mengetahui cara menggunakan glukometer dengan benar, sehingga hasil pengukuran yang didapat sering diragukan keakuratannya.

Kegiatan pengabdian masyarakat itu merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung program kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Tim berharap peningkatan pengetahuan yang diperoleh warga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka komplikasi diabetes di Desa Telaga Sari dan sekitarnya.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Stem Cell Belum Tersedia untuk Diabetes dan Gangguan Jantung
Waspadai Silent Ischemia, Serangan Jantung Tak Bergejala pada Diabetes
Penderita Diabetes, Hidup Lumpuh dan Memprihatinkan di Batangkuis
Masak Nasi Goreng Pakai Minyak Jagung Dapat Turunkan Risiko Diabetes
Ibu Pecandu Narkoba dan Penderita Diabetes Berisiko Lahirkan Bayi Bocor Jantung
Studi Ini Klaim Makan Cokelat Hitam Bisa Bantu Cegah Diabetes
komentar
beritaTerbaru