Bandara Soeta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 209 Penerbangan Dibatalkan
Jakarta (harianSIB.com)Sebanyak 209 pergerakan penerbangan di Bandara Internasional SoekarnoHatta (Soeta) terdampak penutupan sementara aki
Medan(harianSIB.com)
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut bersama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) dan Regal Springs Indonesia (RSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergi dan Kolaborasi dalam Pengelolaan Keberlanjutan Ikan Porapora sebagai Kekayaan Hayati untuk Mendukung Kelestarian Ekosistem Danau Toba" di Bina Graha Pemprov Sumut, Medan, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam merumuskan strategi pelestarian ikan porapora yang populasinya terus menurun akibat penangkapan berlebihan dan praktik penangkapan yang tidak sesuai aturan.
Baca Juga:Perwakilan Regal Springs Indonesia, Rahmad Hidayat, mengatakan ikan porapora merupakan ikan khas Danau Toba yang memiliki cita rasa gurih dan digemari masyarakat. Namun, populasinya kini semakin rentan sehingga membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, selain memiliki nilai ekonomi, porapora juga berperan penting secara ekologis karena membantu menjaga kualitas perairan dengan menurunkan tingkat polutan di Danau Toba.
Rahmad menyampaikan RSI telah menjadi bagian dari ekosistem Danau Toba selama lebih dari tiga dekade. Danau Toba, katanya, bukan hanya penting bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena hasil perikanannya telah diekspor ke Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga Jepang.
Ia berharap kajian yang dilakukan bersama dapat menghasilkan metode terbaik dalam pelestarian ikan porapora, termasuk menentukan kawasan prioritas konservasi yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
"Upaya ini diharapkan menjadi bentuk sinergi nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Toba," ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut yang diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, Sabar Jaya Telaumbanua, mengungkapkan hasil tangkapan ikan porapora yang dahulu dapat mencapai sekitar 300 kilogram per hari kini mengalami penurunan signifikan.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh penangkapan yang tidak sesuai ketentuan, seperti penggunaan ukuran mata jaring yang lebih kecil dari aturan serta penangkapan di kawasan muara sungai yang merupakan habitat pemijahan ikan.
Ia menjelaskan, pemerintah akan melakukan verifikasi lapangan di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba untuk memperoleh data yang akurat mengenai kondisi populasi porapora. Data tersebut selanjutnya akan dianalisis bersama Regal Springs Indonesia sebagai bahan penyusunan kebijakan pengelolaan.
DKP Sumut juga akan terus meningkatkan pengawasan melalui patroli rutin dan operasi pemberantasan praktik illegal fishing.
Sabar menegaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, ikan porapora yang boleh ditangkap memiliki ukuran minimal 10 sentimeter. Sementara ikan berukuran 7 hingga 9 sentimeter telah memasuki fase menuju kematangan sehingga perlu dilindungi agar dapat berkembang biak.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dan kolaborasi demi menjaga keberlanjutan populasi ikan porapora di Danau Toba.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pertanian USU Dr Rulianda Purnomo Wibowo menjelaskan ikan porapora awalnya merupakan ikan introduksi yang didatangkan dari Danau Singkarak pada 2003 sebanyak 2.840 ekor benih.
Setelah mampu beradaptasi dengan baik, porapora berkembang menjadi salah satu komoditas perikanan penting di Danau Toba. Produksinya meningkat dari sekitar 8.500 ton pada 2007 menjadi sekitar 45 ribu ton pada 2012 atau naik lebih dari lima kali lipat, sehingga turut meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan.
Namun, tingginya permintaan pasar mendorong eksploitasi berlebihan yang kini mengancam keberlanjutan sumber daya tersebut.
Rulianda menilai pengelolaan porapora harus dilakukan melalui strategi dengan kajian yang tepat. Tanpa pengelolaan yang tepat, penurunan populasi akan memicu dampak berantai terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba.
Ia menyebut dampak penangkapan berlebihan antara lain penurunan populasi, ukuran ikan yang semakin kecil, meningkatnya biaya operasional nelayan, hingga degradasi ekosistem perairan.
"Bukan hanya kehilangan ikan, tetapi juga kehilangan sumber penghidupan masyarakat nelayan di Danau Toba," katanya.
Karena itu, USU mendorong penerapan pendekatan bioekonomi, yakni mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan keberlanjutan dalam satu kerangka analisis. Melalui pendekatan tersebut dapat dihitung tingkat pemanfaatan ikan yang aman, menguntungkan, sekaligus tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain itu, konsep blue economy juga dinilai penting diterapkan melalui pemanfaatan sumber daya ikan secara terukur sesuai daya dukung lingkungan, meminimalkan limbah, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, pengelolaan Danau Toba tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. (*)
Jakarta (harianSIB.com)Sebanyak 209 pergerakan penerbangan di Bandara Internasional SoekarnoHatta (Soeta) terdampak penutupan sementara aki
Rantauprapat (harianSIB.com)Tim gabungan Unit Intel Kodim 0209/LB bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu meringkus seorang terdug
Medan(harianSIB.com)Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengajak masyarakat Kota Medan dan sekitarnya meramaikan kegiatan Rekor MURI Mem
Tanjungbalai(harianSIB.com)Polres Tanjungbalai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M yang digelar di Masjid Raya Su
Tanjungbalai(harianSIB.com)Keluhan warga terkait saluran air yang tersumbat di Jalan Apel, Lingkungan X, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk
Lubukpakam(harianSIB.com)Dua unit rumah kontrakan dengan bangunan berdempetan, terbakar, Sabtu (5/9/2026) pukul 18.10 WIB, di Jalan KH Agus
Medan(harianSIB.com)Ahli waris almarhum M Nasir Matondang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang membantu menelusuri status dan
Tapteng(harianSIB.com)Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tapanuli Tengah mengamankan seorang pria berinisial AL alias UL (47), warg
Medan(harianSIB.com)Perum Bulog secara serentak mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar untuk memastikan k
Ogan Ilir (harianSIB.com)Sebanyak 14 orang mengalami lukaluka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan Bus DAMRI, Bus Antar Lintas Sumater
Medan (harianSIB.com)Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara menegaskan produksi jagung di Sumut setiap tahun mengalami surplus.
Tapteng (harianSIB.com)Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming berkunjung ke Tapanuli Tengah, Jumat (4/9/2026), untuk m