Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 19 September 2026

Ebenejer Sitorus : Desak Dinkes Awasi Ketat Rumah Sakit Jangan Hanya Gratis Berobat, Pasien Terlantarkan

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 19 September 2026 17:23 WIB
143 view
Ebenejer Sitorus : Desak Dinkes Awasi Ketat Rumah Sakit Jangan Hanya Gratis Berobat, Pasien Terlantarkan
Foto harianSIB.com/Firdaus
Ebenejer Sitorus SE MM.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi E DPRD Sumut Ebenejer Sitorus SE MM mengingatkan, program berobat gratis dan akses kesehatan yang semakin terbuka dinilai belum cukup, jika masyarakat masih harus menghadapi kamar rumah sakit penuh, antrean panjang hingga ketidakpastian penanganan.

"Di sini kita mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dan Medan awasi ketat rumah sakit di daerah ini, guna memastikan kemudahan berobat benar-benar diikuti kesiapan rumah sakit dalam melayani pasien secara cepat, layak dan manusiawi," tandas Ebenejer Sitorus kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026) melalui telepon di Medan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata diukur dari banyaknya masyarakat yang memiliki akses berobat, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang mereka terima ketika datang ke fasilitas kesehatan.

"Persoalan kesehatan di Sumut bukan hanya soal masyarakat bisa berobat, tetapi apakah ketika datang ke rumah sakit mereka benar-benar mendapatkan pelayanan yang cepat, layak dan bermutu," tegasnya.

Baca Juga:
Ebenejer menilai kamar rumah sakit yang penuh atau pasien yang harus menunggu tanpa kepastian tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis biasa. Kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap kesiapan sistem pelayanan kesehatan di Sumatera Utara, termasuk ketersediaan tempat tidur, dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan, ruang ICU dan peralatan medis.

"Jangan sampai program berobat gratis memperluas akses masyarakat, tetapi kapasitas pelayanan justru tertinggal sehingga pasien harus menunggu tanpa kepastian," ujarnya.

Anggota dewan dari Dapil Asahan, Tanjungbalai dan Batubara itu juga menyoroti ketimpangan pelayanan kesehatan antarwilayah, karena masih adanya penumpukan pasien di rumah sakit rujukan di Kota Medan. Ini menunjukkan perlunya penguatan rumah sakit di kabupaten dan kota sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke Medan untuk berobat.

Karena itu, ujar Ebenejer, pemerintah diminta mempercepat pemerataan dokter spesialis, fasilitas kesehatan dan kapasitas rumah sakit umum daerah (RSUD). Penguatan sistem rujukan regional juga dinilai penting agar pasien dapat ditangani sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya.

"Penguatan rumah sakit daerah harus menjadi perhatian. Masyarakat di kabupaten dan kota juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit di Medan," katanya.

Ebenejer mengingatkan pemerintah agar capaian Universal Health Coverage (UHC) maupun program berobat gratis tidak dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan. Ukuran yang paling nyata, pengalaman pasien ketika menggunakan layanan, mulai dari waktu tunggu, ketersediaan kamar, dokter dan obat hingga kepastian penanganan saat rumah sakit dalam kondisi penuh.

Ketua DPD Partai Hanura Asahan itu menegaskan, jika akses kesehatan sudah semakin terbuka, langkah berikutnya untuk memastikan kualitas pelayanan terus meningkat. Jika masih ada pasien terlantar, pemerintah harus membuka persoalannya secara transparan dan segera membenahi sistemnya.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kader MPI Diingatkan Jangan Jadi Provokator, Tapi Jadi Motivator Masyarakat
Kapolsek Dolok Silau Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu 2019
Caleg DPRD Simalungun Ajak Masyarakat Pahami Makna Pesta Demokrasi
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Kapoldasu: Melindungi dan Melayani Masyarakat Tugas Mulia Polisi
Kasat Reskrim Polres Sergai Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos
komentar
beritaTerbaru