Medan(harianSIB.com)
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba SE MIKom mendesak Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) segera menuntaskan penanganan jalan provinsi dari Nagori Silabah Jaya menuju Sipintuangin, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, sepanjang 10 kilometer yang kini dalam kondisi hancur lebur.
"Kerusakan jalan sudah sangat parah. Arus lalu lintas terancam lumpuh karena jalan hanya bisa dimanfaatkan secara terbatas oleh masyarakat setempat. Kendaraan roda empat, apalagi roda enam, sangat sulit melintas," ujar Mangapul kepada wartawan, Senin (19/10/2026), di DPRD Sumut.
Menurut anggota Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan tersebut, kerusakan jalan tidak sekadar menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu akses utama menuju kawasan Tigaras serta kelancaran angkutan hasil pertanian masyarakat. Kondisi ini turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga di sekitar Dolok Pardamean.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini memgatakan, jalan tersebut merupakan akses vital menuju aset strategis Pemprov Sumut, yakni penyeberangan Kapal Feri menuju Kabupaten Samosir yang dikelola salah satu BUMD. Jalan itu juga menjadi jalur angkutan BBM serta distribusi barang dan jasa menuju Samosir, sehingga kerusakannya berpotensi menghambat pelayanan dan kegiatan perekonomian masyarakat.
Baca Juga:
"Kawasan Tgaras itu juga daerah pariwisata yang sedang bertumbuh pesat yang seharusnya menggunakan akses utama Jalan Simpang Raya-Tigaras, tapi karena jalan kondisinya "babak-belur", wisatawan terpaksa memutar jalan melalui Kecamatan Sidamanik dengan selisih waktu yang begitu signifikan," tandas Mangapul.
Anggota dewan Dapil Pematangsiantar - Simalungun ini menilai, kondisi jalan yang tidak layak dilalui kendaraan angkutan barang dan jasa menyebabkan jalur tersebut belum dapat difungsikan secara optimal sebagai salah satu akses pendukung menuju kawasan strategis pariwisata Danau Toba, sehingga penanganannya harus dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar pekerjaan infrastruktur biasa.