Sementara itu, perwakilan masyarakat, Wahidin Purba, menyampaikan bahwa persoalan kerusakan jalan tersebut telah menjadi momok bagi masyarakat Dolok Pardamean dan sekitarnya selama puluhan tahun. Penanganan secara bertahap memang telah dilakukan, termasuk perbaikan sekitar empat kilometer pada tahun lalu, tetapi belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Masyarakat pun berharap Gubernur Sumut Bobby Nasution Cq Dinas BMBKC memberikan perhatian serius dan memprioritaskan pengalokasikan penanganan lanjutan hingga tuntas pada 2027 serta menginginkan jalan sepanjang 10 kilometer itu kembali layak dilalui, sehingga aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, serta arus barang dan jasa menuju Samosir dapat berjalan lancar.
Mangapul menegaskan, pihaknya mendesak Dinas BMBKCK Sumut segera melakukan peninjauan lanjutan, menyusun perencanaan yang menyeluruh, serta memasukkan penyelesaian Jalan Silabah Jaya–Sipintuangin sebagai salah satu prioritas program kerja dan anggaran pembangunan tahun 2027.
"Jangan biarkan persoalan ini terus berlarut-larut. Jalan tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas dan akses vital menuju Samosir. Kami meminta Pemprov Sumut hadir memberikan solusi nyata agar penanganannya benar-benar tuntas," tegas Mangapul.(*)