Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Sya'ad Afifuddin Optimis Perekonomian Propinsi Sumut Akan Terus Berkembang

Indah Apriliana dewi Ginting - Rabu, 28 Oktober 2026 12:47 WIB
275 view
Sya'ad Afifuddin Optimis Perekonomian Propinsi Sumut Akan Terus Berkembang
Foto harianSIB.com/indah Ginting
Akademisi Ekonom dari Universitas Sumatera Utara, Guru Besar Prof. Dr. Sya'ad Afifuddin Sembiring SE, MEc. optimis perekonomian Sumatera Utara, khususnya kota Medan akan terus berkembang, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, perekonomian Sumut masih bergantung pada komoditas primer perkebunan, yang rentan dengan gejolak harga, terutama kelapa sawit karet.

Pada pertengahan 2026, petani sawit Kabupaten Langkat sempat mengeluhkan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang bersamaan dengan kenaikan biaya pupuk hingga 40%, sehingga menekan pendapatan riil petani kecil.

Kondisi serupa dialami petani karet yang menghadapi ketidakpastian harga di tingkat global. Ketergantungan pada ekspor bahan mentah tanpa hilirisasi yang memadai membuat pendapatan petani dan daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dunia.

Inflasi tahunan Sumut berfluktuasi cukup tajam, dari 4,71% pada Februari 2026 menjadi 2,92% pada April 2026, mencerminkan ketidakstabilan harga barang dan jasa.

"Salah satu faktor penyumbang tingginya biaya hidup dan biaya produksi adalah mahalnya biaya logistik nasional yang terkait erat dengan efisiensi insfratruktur pelabuhan, termasuk pelabuhan Belawan sebagai pintu keluar masuk utama barang di Sumut. Tingginya biaya distribusi menekan daya saing produk lokal dan memperlambat pemerataan harga antar wilayah.

Sebagai tambahan, Potensi Danau Toba yang digadang-gadang sebagai salah satu kawasan Ekonomi Khusus dan destinasi pariwisata prioritas nasional masih terhambat.

Kalangan legislator dan pelaku usaha menyoroti proses perizinan yang berbelit sebagai kendala utama, seperti yang dialami investor yang berupaya membangun kawasan wisata seperti Toba Caldera Resort, akibatnya potensi ekonomi pariwisata berbasis alam dan budaya di kawasan Danau Toba yang seharusnya dapat menjamin pertumbuhan baru dan penyerap tenaga kerja lokal belum tergarap secara maksimal, jadi hal ini benar-benar harus diperhatikan," tambahnya.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru