Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Lima Kepala Daerah Paparkan Usulan Kampung Kreatif Sumut Berkah

Danres Saragih - Rabu, 28 Oktober 2026 17:03 WIB
175 view
Lima Kepala Daerah Paparkan Usulan Kampung Kreatif Sumut Berkah
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
KKSB: Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mendengarkan Paparan dan Persentasi Kepala Daerah terkait sebagai Calon Nominasi Pemenang KKSB di Ruang Rapat Gubernur, Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (27/10/2026).

Medan(harianSIB.com)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menerima pemaparan usulan program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026 dari lima kepala daerah yang berhasil masuk nominasi.

Bobby menekankan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Pemaparan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (27/10/2026).

Kelima kepala daerah yang memaparkan usulan tersebut yakni Bupati Karo Antonius Ginting, Bupati Dairi Vickner Sinaga, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu.

Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengapresiasi kelima daerah yang berhasil masuk nominasi KKSB 2026. Ia berharap usulan yang disampaikan dapat memperoleh dukungan untuk direalisasikan pada 2027.

Bobby menjelaskan, penilaian KKSB tidak semata-mata didasarkan pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga pada kemampuan daerah menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab persoalan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.

"Yang ingin kita lihat adalah ide dan gagasan yang ditawarkan, baik dalam menyelesaikan persoalan maupun mengembangkan potensi yang sudah ada," jelasnya.

Menurut Bobby, terdapat dua aspek utama dalam penilaian program tersebut. Pertama, kemampuan daerah mengatasi persoalan krusial di desa atau kampung, seperti masalah kesehatan, ekonomi, dan berbagai tantangan lainnya, sehingga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas SDM.

Kedua, bagi daerah yang tidak memiliki persoalan krusial yang mendesak, penilaian diarahkan pada upaya pengembangan potensi unggulan yang telah dimiliki agar semakin produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Bobby juga mengingatkan agar setiap usulan pengembangan kawasan disertai strategi peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya pihak yang nantinya bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan program tersebut.

Adapun dalam pemaparan tersebut, masing-masing kepala daerah menyampaikan rencana pengembangan kawasan berdasarkan karakteristik dan potensi unggulan wilayahnya. Usulan mencakup pengembangan infrastruktur, destinasi wisata, komoditas unggulan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan tata kelola kawasan agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Kabupaten Karo mengusulkan pengembangan Kawasan Terpadu Pasar Buah Modern dan Taman Menjuah-Juah Berastagi. Pengembangan kawasan Pasar Buah Berastagi mencakup penataan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas, penguatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, serta peningkatan kemampuan manajerial.

Sementara itu, Kabupaten Dairi mengusulkan pengembangan Wisata Sungai Raya. Usulan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi infrastruktur dan akses yang telah tersedia guna mendorong pertumbuhan destinasi wisata, usaha kuliner, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Dalam pembahasannya, penataan kawasan dan penetapan pihak pengelola menjadi perhatian penting agar pengembangan Wisata Sungai Raya tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Kabupaten Tapanuli Selatan mengajukan Program Kampung Kreatif Rianiate, yang mencakup peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan destinasi wisata. Pembahasan usulan tersebut menekankan pentingnya kejelasan mekanisme pelaksanaan, kelompok masyarakat yang akan diberdayakan, serta tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan selesai.

Selanjutnya, Kabupaten Toba mengusulkan pengembangan Kampung Kreatif Parparean III. Kawasan ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui optimalisasi potensi sungai, destinasi wisata, dan jalur lintasan. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan daya tarik wisata baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Adapun Kabupaten Samosir mengusulkan pengembangan Desa Sabulan, Kecamatan Sitio-tio, yang memiliki potensi unggulan di bidang budaya, legenda dan seni lokal, pariwisata, produk kerajinan, serta kelembagaan dan SDM.

Desa Sabulan berada pada ketinggian 905–1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan luas wilayah 16,52 km². Desa ini juga berada di lintasan jalan provinsi yang menjadi bagian dari Outer Ring Road Danau Toba. Usulan pengembangannya meliputi penataan pelabuhan, situs-situs peninggalan sejarah, serta peningkatan infrastruktur pariwisata.(**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kontak Tembak dengan TNI di Intan Jaya, 1 Orang KKB Tewas-1 Terluka
Kapendam: Penggunaan Bom Fosfor Isu Konyol Propaganda KKSB
Jimmy Aritonang Selamat Dari Aksi Penembakan KKSB di Papua
Jokowi Instruksikan Pembangunan SDM Diprioritaskan
HPJI Sumut Tingkatkan SDM Sektor Konstruksi Jalan
Menaker Ingin Kejar Ketinggalan Pemenuhan SDM Kompeten
komentar
beritaTerbaru