Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Kapolrestabes Medan dan Warga Deklarasi Perang terhadap Narkoba, Jermal Disiapkan Jadi Percontohan

Roy Surya D Damanik - Rabu, 28 Oktober 2026 20:35 WIB
197 view
Kapolrestabes Medan dan Warga Deklarasi Perang terhadap Narkoba, Jermal Disiapkan Jadi Percontohan
Foto: Dok/Polrestabes Medan
Deklarasi penolakan terhadap narkoba, di Kolam Pancing Nabila, Jalan Jermal XV Ujung Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (28/10/2026).

Medan(harianSIB.com)

Upaya memberantas peredaran narkoba di kawasan Jalan Jermal, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, memasuki babak baru.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan masyarakat mendeklarasikan penolakan terhadap narkoba, Rabu (28/10/2026). Deklarasi ini sekaligus menjadi momentum menjadikan Jermal sebagai kawasan percontohan pemberantasan narkoba.

Deklarasi yang berlangsung di Kolam Pancing Nabila, Jalan Jermal XV Ujung tersebut, dihadiri Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Fernando Batubara dan Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan. Kehadiran unsur TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn menegaskan, perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dukungan masyarakat, pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut.

Baca Juga:
"Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab kita bersama. Menyelamatkan satu anak sama dengan menjaga masa depan anak kita," ujarnya.

Calvijn mengungkapkan, kawasan Jermal menjadi salah satu prioritas penanganan sejak dirinya bertugas di Kota Medan. Berbagai upaya penegakan hukum telah dilakukan untuk menekan peredaran narkoba, meski petugas kerap menghadapi perlawanan saat melakukan penindakan. Namun, ia melihat mulai tumbuhnya keterbukaan masyarakat terhadap kehadiran polisi sebagai perkembangan positif.

"Kondisi tersebut diharapkan menjadi modal untuk mengubah kawasan yang selama ini dikenal sebagai zona merah peredaran narkoba menjadi lingkungan yang lebih aman dan bebas dari aktivitas narkotika," ungkapnya.

Menurut Kapolrestabes, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap atau barak yang dibongkar. Perubahan sikap masyarakat, keberanian melaporkan aktivitas mencurigakan, serta keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

"Karena itu, Polrestabes Medan turut mengedepankan pendekatan sosial melalui sejumlah program, antara lain Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pengangguran, Green Policing, Polisi Peduli Pangan, serta kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Program program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan lingkungan pergaulan yang lebih positif," ungkapnya.

WARGA KHAWATIR PEREDARAN BERGESER

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jermal, Usman mengapresiasi langkah kepolisian yang melakukan penertiban terhadap barak-barak yang diduga menjadi tempat aktivitas narkoba di wilayahnya. Ia menyebutkan, laporan masyarakat mengenai peredaran narkoba mulai berkurang setelah sejumlah operasi dilakukan.

"Meski demikian, warga masih memiliki kekhawatiran terhadap kemungkinan berpindahnya aktivitas peredaran narkoba ke lokasi lain yang lebih terpencil, termasuk kawasan Selambo. Kami berterima kasih kepada Kapolrestabes Medan yang telah melakukan penindakan di kawasan Jermal. Kami berkomitmen bersama untuk memberantas narkoba di wilayah kami," ujarnya.

"Kekhawatiran tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan pengawasan berkelanjutan. Penindakan di satu lokasi harus diikuti pemantauan di wilayah sekitarnya agar peredaran narkoba tidak sekadar berpindah tempat," tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Fernando Batubara menegaskan, narkoba merupakan ancaman bersama yang harus dihadapi melalui sinergi seluruh elemen masyarakat. Ia berharap Jermal dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya di Kabupaten DeliSerdang, dalam membangun lingkungan yang menolak peredaran narkoba.

"Kolaborasi antara aparat dan masyarakat perlu terus dipelihara agar upaya pemberantasan berjalan konsisten," harap Fernando.

Senada dengan itu, Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan mengapresiasi keberanian pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pemberantasan narkoba. Ia menekankan bahwa upaya tersebut tidak boleh berhenti pada penindakan hukum.

"Kegiatan sosial dan keagamaan juga perlu diperkuat untuk membangun kesadaran masyarakat serta mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Saya meminta camat terkait mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan sebagai salah satu langkah pencegahan di tengah masyarakat," pintanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Kawasan Jermal Menolak Narkoba, penyematan rompi, penandatanganan fakta integritas, serta penyerahan tali asih kepada warga.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolrestabes Medan: Patroli Gabungan Skala Besar Dilaksanakan Pada Jam Rawan
Kapolrestabes Medan Imbau Pemilik Warnet Tidak Buka 24 Jam
Kapolrestabes Medan Berbagi Nasi Bungkus ke Petugas Kebersihan
Kapolrestabes Medan Silaturahmi ke Ponpes AL Mundziri
Kapolrestabes Medan Dadang Hartanto Juara I Pertandingan Menembak HUT ke-73 Korps Brimob
Kapolrestabes Medan Beri Tali Asih untuk Remaja Cacat dan Wanita Stroke
komentar
beritaTerbaru