Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Kemenag Deliserdang Pastikan Tidak Ada Pegawai Penyuluh Non PNS Fiktif

* Kasi Binmas Kristen: Orangnya Ada, Dananya Langsung Cair ke Rekening Masing-masing
- Jumat, 15 Mei 2015 10:38 WIB
471 view
Kemenag Deliserdang Pastikan Tidak Ada Pegawai Penyuluh Non PNS Fiktif
Lubukpakam (SIB)- Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Deliserdang menyesalkan adanya rumor dan berita yang menyatakan dana untuk puluhan pegawai penyuluh non PNS tahun 2011 fiktif. Keberadaan pegawai honor non PNS itu ada semacam pegawai kontrak yang perekrutannya tergantung anggaran dari pusat.

“Kalau ada dana yang diturunkan dari pusat untuk Kemenag Deliserdang, maka akan direkrut pegawai honor non PNS untuk tenaga penyuluh”, ujar Kakan Kemenag melalui Kasi Binmas Kristen Rosmina Batubara MPdk kepada SIB, Rabu (13/5) di Lubukpakam menanggapi adanya pemberitaan yang menyudutkan pihaknya.

Para pegawai honor non PNS itu lanjutnya direkrut per tahun, bukan pegawai tetap atau per lima tahun. Mereka seperti dikontrak per tahunnya sesuai anggaran yang ada. Tidak ada nama pegawai yang fiktif menerima dana tersebut.  “Saat ini semua kementerian  tidak berani main-main dalam menempatkan pegawai, apalagi fiktif. Lagipula dana tersebut langsung dicairkan ke rekening pegawai honor yang bersangkutan, tidak melalui Depag, “ujarnya seraya menambahkan, dana per bulannya pada tahun 2011 hanya Rp150 ribu . 

Terkait 2 pegawai yang sudah pindah ke luar Deliserdang namun dikabarkan masih menerima gaji dari Kemenag Kabupaten Deliserdang seperti Risma STh, PNS Golongan IV A yang telah pindah ke Surabaya kurang lebih 2 tahun lalu dan Dra Ratna pindah ke Bali, Rosmina menyatakan, sesuai peraturan selama  SKPP bersangkutan belum keluar, maka gajinya masih dari Deliserdang.

Dra Ratna di Bali saat dikonfirmasi SIB via telepon selular mengatakan, gajinya masih keluar di Deliserdang setelah 4 bulan kepindahannya. Namun setelah keluar SKPP, gajinya sudah pindah ke Bali. “Tidak mungkin gaji masih keluar di Deliserdang paska keluarnya SKPP di Bali,” ujar Dra Ratna lagi.
 
Hal senada diungkapkan Rosmina Batubara yang menyesalkan adanya isu-isu yang dilontarkan orang-orang tidak bertanggungjawab yang diberitakan dengan menuding sembarangan. “Risma STh  pernah pindah ke Surabaya, namun karena suaminya sakit dia kembali bekerja di Deliserdang. Gajinya belum sempat dipindahkan ke Surabaya sehingga kembali dapat diambil di Kemenag Deliserdang”, ujarnya. (A23/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PRSU ke 50 Resmi Ditutup

PRSU ke 50 Resmi Ditutup

Medan(harianSIB.com)Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50 Tahun 2026 resmi telah ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Surya BSc, M