Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Seorang Pensiunan Perwira Polisi Kritis Diamuk Massa di Percut Sei Tuan

- Minggu, 06 Desember 2015 13:55 WIB
1.027 view
Seorang Pensiunan Perwira Polisi Kritis Diamuk Massa di Percut Sei Tuan
SIB/Roy Damanik SKom
KRITIS: Pensiunan perwira kepolisian AKBP TP Sitanggang dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Elisabeth Medan. Foto dipetik, Jumat (4/12).
Medan (SIB)- Seorang pensiunan polisi, AKBP TP Sitanggang warga Jalan Bhayangkara Medan Tembung kritis diamuk massa di Pasar 3 Tembung Desa Saentis, Percut Sei Tuan, Kamis (3/12) malam.

Korban yang mengalami luka di bagian wajahnya dirawat intensif di RS Elisabet Medan.

Keterangan dihimpun SIB dari seorang tetangga korban, marga Nababan yang hendak membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (4/12) mengungkapkan, ia mengetahui korban dihakimi warga hingga babak-belur, dari sejumlah kerabatnya yang lain.

"Tadi pagi saya mengetahuinya jika korban kini dirawat di RS Elisabet. Menurut keterangan kerabat yang lain, bagian wajah luka parah, kuping mengeluarkan darah dan diduga ada luka sayatan di leher," katanya.

Dijelaskannya, menurut keterangan dari para kerabat korban, Kamis malam korban mengendarai sepedamotor melintas di Pasar 3 Tembung Desa Saentis. Saat itu korban diteriaki, sehingga warga langsung main hakim sendiri.

"Awalnya korban diduga menyenggol pejalan kaki. Dan tiba-tiba langsung diteriaki maling dan kemudian dihakimi hingga babak-belur. Sebagian warga yang mengenal korban, langsung menyelamatkannya. Dengan kondisi luka parah, korban dibawa ke RS Elisabet Medan, guna mendapat perawatan medis. Para tetangga tadi sudah menjenguk korban di rumah sakit. Sedangkan saya rencananya nanti malam menjenguknya," tutupnya.

Kanit Reskrim AKP Zupri ketika dikonfirmasi mengatakan, ia tak mengetahui sama sekali kejadian tersebut. "Saya tak mengetahuinya. Karena belum ada yang membuat laporan ke kantor polisi," ujarnya seraya menyebutkan pihaknya segera mencek korban ke rumah sakit. (A20/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru