Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Putra Kaban: Untuk Apa Jadi Pejabat Kalau Ujungnya ke Penjara ?

- Selasa, 08 Desember 2015 10:49 WIB
442 view
Putra Kaban: Untuk Apa Jadi Pejabat Kalau Ujungnya ke Penjara ?
Medan (SIB)- Para pejabat di Sumatera Utara (Sumut),  baik itu di eksekutif maupun legislatif, diminta  banyak berdoa agar tidak ikut-ikutan masuk penjara. Pasalnya, saat ini baik kejaksaan maupun KPK terus membidik orang-orang ataupun seluruh pejabat yang terlibat dalam kasus korupsi di Sumut.
Permintaan itu disampaikan pakar hukum dari Jakarta DR Putra Kaban SH MH menjawab wartawan Medan, kemarin, terkait terus dikembangkannya dugaan kasus korupsi dana Bansos di Sumut yang telah ‘menyeret’ banyak nama pejabat.

Menurutnya, baik KPK maupun kejaksaan sampai saat ini masih terus mengembangkan kasus dugaan korupsi dana Bansos dimaksud, dengan tersangka  Gubsu non aktif Gatot Pujo Nugroho dan Kabankesbang linmas Sumut Edy Sofyan.

“Jadi para pejabat Sumut yang lain baik itu di lembaga legislatif maupun eksekutif harus banyak berdoa, terutama bagi yang merasa ikut terlibat dalam dugaan korupsi kasus dana Bansos dimaksud,” papar Kaban.

Kasus yang terjadi di Sumut ini, lanjutnya, sungguh sangat memalukan. Tidak hanya bagi daerah sendiri, tapi juga memalukan keluarga.

Karena itu, untuk ke depannya Putra Kaban mengimbau  para tokoh dan calon-calon pejabat negara, khususnya Sumatera Utara agar mengurungkan niatnya untuk maju menjadi pejabat kalau memiliki niat dan mental korupsi, sebab nantinya hanya akan menambah preseden buruk bagi pemerintahan dan menambah daftar panjang korupsi di Sumut.

“Kalau memang berniat mencari keuntungan, untuk apa menjadi pejabat, karena ujung-ujungnya nanti akan dipenjara. Lebih baik menjadi pengusaha. Karena menjadi pejabat itu harus amanah, meninggalkan karya nyata dan berprilaku baik, bukan malah meninggalkan nama buruk yang akhirnya hanya memalukan keluarga dan daerah,” cetus Putra Kaban yang juga seorang pengusaha wisata alam dimaksud.   

Di era sekarang ini tambahnya, perbaikan mental sangat perlu dilakukan guna memperbaiki kinerja dan masa depan bangsa. Sudah tidak zamannya lagi pejabat negara harus korupsi, tapi marilah membangun negeri demi terciptanya pemerintahan yang bersih. (R-12/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru