Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Reses Anggota DPRD Medan Paul Simanjuntak

Dampak Proyek Pipa Air Limbah Banyak Ruas Jalan di Medan Rusak

- Selasa, 08 Desember 2015 10:52 WIB
327 view
Dampak Proyek Pipa Air Limbah Banyak Ruas Jalan di Medan Rusak
SIB/Horas Pasaribu
Anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, melaksanakan reses III pribadinya, di Dapil Medan IV tahun 2015, Sabtu (5/12) di Jalan Pelita IV Medan Perjuangan.
Medan (SIB)- Anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan, proyek penanaman pipa untuk air limbah menuai kemacetan saat dibangun dan kerusakan jalan yang cukup parah. Kehadiran proyek ini seperti makan buah simalakama, dimakan mati ayah, tidak dimakan mati ibu.”Kalau ditolak Pemko tapi ini proyek Pemerintah Pusat (APBN) kalau beralih ke provinsi lain Pemko tidak sanggup membangun sendiri, kalau diterima ruas jalan jadi rusak,” ucapnya menjawab keluhan warga Reynol Pasaribu soal jalan rusak pada reses pribadi ke 3 Dapil Medan 4, Sabtu (5/12) di Jalan Pelita IV Kecamatan Medan Perjuangan. Sehari sebelumnya Paul juga sudah reses, Jumat (4/12) di Jalan Durung Medan Tembung.

Politisi PDI Perjuangan ini heran, bagaimana komitmen Pemko Medan dengan pemerintah pusat sebagai pengguna anggaran pembangunan itu. Meski Pemko tidak mungkin menolak pengerjan itu tetapi harus ada komitmen yang tegas yang dilemparkan Pemko bagaimana soal perbaikan jalan akibat pengorekan itu. Karena diyakini dalam pengerjaan sebuah proyek pengorekan jalan pasti ada anggaran untuk perbaikan, tapi nyatanya setelah dikorek, bekas korekan hanya  ditimbun dengan tanah, akibatnya jalan jadi “kupak-kapik”.

Menurut Paul, pihak yang mengerjakan proyek tersebut harus menghargai Pemko, karena lokasi kerja di Kota Medan dan menerima imbas buruknya adalah warga Medan. Seluruh masyarakat Medan pasti mendukung proyek tersebut, apalagi itu untuk kebutuhan masyarakat juga. Tapi hendaknya jangan sampai mengganggu aktifitas warga yang cukup lama, bahkan sampai menahun. “Untuk membangun jalan itu, Pemko sudah mengeluarkan anggaran besar, tapi proyek limbah seenaknya mengorek tanpa memperbaikinya, kalaupun diperbaiki hanya tambal sulam. Pemko tidak mungkin mengeluarkan lagi anggaran untuk perbaikan jalan karena akan tumpang tindih, kami akan memanggil pimpronya untuk memberi penjelasan,” ucapnya.

Seorang warga lainnya, E Simamora mengatakan, tahun 60an sampai 70an tidak pernah terjadi banjir di Medan Perjuangan, Medan Timur dan Medan Tembung. Tapi sekarang semakin banyak orang pintar banjir makin melanda. Anehnya, di kiri dan kanan jalan ada parit tapi ketika hujan turun tetap saja banjir namun dibiarkan saja oleh Dinas PU tanpa menganalisa dimana letak kesalahan parit tersebut.

Paul yang juga Sekretaris Komisi D itu meminta warga melaporkan  jalan, kelurahan dan kecamatan mana persoalan jalan dan parit yang perlu perbaikan. Agar ketika dalam rapat paripurna bisa langsung dilaporkan kepada SKPD bersangkutan dan segera dilakukan pengerjaan. “Tapi kita tidak bisa meminta secara keseluruhan, karena anggaran untuk tiga kecamatan ini terbatas, semua kecamatan membutuhkan anggaran sehingga kita harus bersabar untuk tahapan tahun anggaran berikutnya,” paparnya. (A12/ r)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru