Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Pengetahuan Sumber Yang Luar Biasa

* Oleh : Upa Madyamiko Gunarko Hartoyo
- Sabtu, 27 Februari 2016 17:20 WIB
672 view
Ketidaktahuan (avijja) mendahului munculnya faktor-faktor yang menurunkan moral rasa malu (Hiri) dan takut (Otappa) untuk berbuat jahat. Seseorang yang tidak tahu dan kurang bijak akan memegang pandangan salah. Dalam diri orang yang memegang pandangan tidak baik akan muncul pemikiran yang tidak benar. Akibatnya seorang yang memiliki pemikiran tidak benar akan mengatakan hal-hal yang tidak baik, kata-kata tidak benar dan  tindakan tidak baik. 

Ibarat dini hari yang mendahului dan menjadi indikasi pertama dari terbitnya mentari, pengetahuan menjadi nilai paling utama sumber penciptaan. Tidak ada apapun yang dapat membatasi  jumlah pengetahuan yang bisa diperoleh, tidak akan ada apapun yang dapat membatasi jumlah nilai yang dapat diciptakan dengan pengetahuan. Tidak ada yang dapat membatasi seseorang meningkatkan kemampuan untuk berprestasi dan mendapatkan hasil keluaran yang baik kepada orang lain dan dirinya. 

Sebaliknya seorang yang tidak memiliki pengetahuan yang baik akan menciptakan hal hal yang buruk bagi dirinya maupun orang sekitarnya. Jika seseorang memiliki pengetahuan yang  tidak sesuai realita, pandangan salah dan teori-teori buruk maka seseorang akan menjadi sumber penghancur komunitasnya dan ekonomi lokalnya serta akhirnya menghancurkan dirinya dari dalam. 

Dalam Manggala Sutta, secara jelas Sang Buddha menjabarkan bahwa memperbanyak pengetahuan adalah satu dari tigapuluh delapan berkah utama yang menjadi sumber kebahagiaan. Dalam kaitan tersebut, Sang Buddha memberikan prioritas pada persepsi dan pengalaman langsung di atas segala sumber pengetahuan lainnya. Jika kita tidak melihat, menyadari, dan menerima penderitaan di dalam pengalaman kita sendiri, maka tidak mungkin ada gerakan psikologis untuk mengenali penyebab penderitaan, tidak ada harapan pula untuk mengakhiri penderitaan, dan tidak akan ada  pengetahuan jalan untuk mengakhirinya.

Satu satunya perlindungan terbaik menghadapi hari hari susah adalah memperbanyak ilmu pengetahuan di saat saat mudah dalam kehidupan kita. Seseorang tidak dapat menghindari datangnya saat yang buruk namun dapat mengantisipasi datangnya kesulitan dengan memperbanyak pengetahuan yang dimiliki. 

Bagi yang hidup di dekat gunung, mungkin tidak bisa menahan terjadinya letusan gunung namun dengan menambah pengetahuan maka hal hal buruk dapat terhindarkan. Dengan menambah pengetahuan dengan baik, panen tanaman dapat terhindar dari pengaruh cuaca, hama dan hal lainnya yang buruk karena dapat diperkirakan lebih awal. 

Jika kita tidak mau menambah pengetahuan seperti belajar mengenal abjad, tentunya kita akan menghadapi kesulitan besar saat ini. Demikian juga jika orang dulu malas menuntut ilmu, maka kita pasti masih berkeliaran di hutan berburu hewan dengan batu sebagai pisau. Sesulit apapun, kehidupan ini akan menjadi lebih mudah jika memiliki pengetahuan yang baik. Dengan mengenal abjad, kita akhirnya dapat membaca dan menulis. Melalui membaca dan menulis akhirnya proses transfer pengetahuan dalam dilakukan. Proses transfer pengetahuan memungkinkan terjadinya penciptaan nilai dan pengetahuan baru yang tak terkirakan untuk kehidupan yang lebih baik. Sisi terbaik mengenai pengetahuan adalah pengetahuan dapat di produksi kembali sebanyak ratusan ribu bahkan jutaan kali tanpa kehilangan nilai sama sekali. Inilah salah satu komoditas yang jumlah aplikasinya benar-benar tak terbatas.

Memperbanyak pengetahuan memungkinkan perubahan kehidupan yang lebih baik. Barang - barang seperti handphone dengan kemampuan mengirim suara dan gambar memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan, salah satunya mereka yang terpisah oleh jarak tidak perlu takut dan cemas akan kondisi keluarga dan temannya. Perkembangan teknologi informasi yang cepat memudahkan hal - hal tertentu yang menjadi kebutuhan seseorang di lokasi yang berbeda bisa saling memberikan solusi. Tentunya masih banyak hal lain yang dapat dihasilkan pengetahuan saat ini dan di masa datang tanpa ada yang dapat membatasinya.

Demikian juga, tentunya banyak pengetahuan Buddha Dhamma yang dapat diperbanyak pemahamannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Salah satunya dengan meningkatkan pengertian sepenuhnya tentang anicca (perubahan), dukkha (ketidakpuasan), dan anatta ( tanpa aku) maka seseorang mampu membebaskan dirinya dari sankhara yang terkumpulkan dalam kamma atau aliran pikiran seseorang. Nasihat Buddha menjelaskan bahwa mempertahankan kewaspadaan akan anicca, dukkha, dan anatta akan memberikan cara berpikir yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Kamma baik dihasilkan dari tindakan yang dimotivasi oleh pengetahuan yang baik tentang Buddha Dhamma. Sebaliknya kamma buruk dihasilkan oleh tindakan yang dimotivasi oleh ketamakan, kebencian, dan ketidak tahuan. Kamma baik mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik dan kelahiran kembali yang baik di alam-alam yang bahagia dan hasil dari kamma buruk adalah kesulitan dalam kehidupan ini dan kelahiran di alam-alam penderitaan. Kualitas kehidupan ditentukan kualitas pengetahuan yang kita miliki. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru