Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

"Adhitthana Dhamma"

*Oleh : Bhikkhu Aggacitto Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa
- Sabtu, 02 Mei 2015 10:04 WIB
2.776 view
Di dalam Kitab Dhamma Vibangha Sang Buddha menguraikan empat Adhittana Dhamma yang perlu dan harus dilakukan untuk membantu mengembangkan, meningkatkan dan mengkondisikan ketenangan hidup yang akan dicapai. Empat Adhitthana Dhamma tersebut yaitu:

"Pañña" mengetahui segala sesuatu yang seharusnya diketahui sebagaimana adanya. Segala fenomena yang ada dalam kehidupan yang datang silih berganti hendaklah diterima dengan sepenuh hati. Menolak kondisi tersebut berarti menambah beban kehidupan. Manusia hanya bisa menerima kondisi hukum alam yang mutlak, namun  cobalah untuk melihatnya sebagaimana adanya dengan gunakan kaca mata Dhamma sebagai alat untuk mendeteksi kondisi tersebut. Yang menyenangkan maupun yang membahagiakan itu hanyalah bagian proses perspektif saja. Sepenuhnya tergantung bagaimana menyikapi dari sudut pandang pola pikir, seperti apapun itu pada akhirnya juga akan mengalami perubahan. Pola pikir yang terarah dan terkendali secara bijaksana, kesadaran menerima dan melihat kondisi perubahan sebagaimana adanya tidaklah akan membuat perubahan pada penderitaan, namun justru sebaliknya.

"Sacca" mengawali dan memulai segala aktivitas yang dilakukan dengan cara penuh kejujuran. Ini sangat membantu  meningkatkan hasil  yang dilakukan dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental dan pikiran. Melakukan segala sesuatu dengan mendahulukan sikap yang tidak berlawanan dengan hati nurani atau nilai-nilai kebenaran akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kuwalitas spiritual. Meskipun banyak orang mengatakan kejujuran hanya akan membuat jalan dan proses dari hasil yang didapat akan berkurang, namun itu hanyalah pandangan dari sudut pandang sesaat saja. Tetapi bagi mereka yang melihat dan memperhitungkan jangka panjang ia akan mengetahui kejujuran sangatlah perlu dipupuk dalam segala hal guna meningkatkan dan mendapatkan hasil semakin maksimal. Membiasakan dan menanamkan sikap kejujuran di dalam diri dapat membantu  mendapatkan rasa sukacita. Para bijaksana sendiri senantiasa menganjurkan hal tersebut perlu dijadikan dasar kehidupan agar dapat membantu mengkondisikan pikiran yang baik dan hasil yang baik itu dapat mendukung memberikan inspirasi serta motivasi yang baik.

"Caga" menanamkan sikap untuk bermurah hati sangatlah penting dilakukan dalam kehidupan saat ini. Keuntungan  bermurah hati selain menjadi bagian tabungan kebajikan,  juga akan membantu  memberikan obat refleksi terhadap pola pikir untuk semakin lebih baik produktif. Pikiran yang penuh cinta kasih akan senantiasa menyertai  setiap langkah dari apa yang akan dilakukan, sehingga perilaku dan perbuatan akan dapat lebih terkendali dari hal-hal yang buruk, yang dapat merugikan orang lain maupun makhluk lain. Dampak  dari peningkatan dan pengembangan "Caga" sangat efektif untuk meminimalisir pikiran negatif, dendam, iri hati dan rasa egois/ sombong. Dari poin ini juga parami-parami yang telah dipupuk dalam masa-masa sebelum dapat semakin bertambah.

"Upasama" menenangkan pikiran dari hal-hal yang berlawanan dengan ketenangan. Banyak orang terbebani masalah kehidupan dan hal itu merupakan suatu kondisi yang wajar. Namun sesulit dan seberat apapun bukan berarti tidak akan teratasi. Buddha menyatakan "tidak ada pesta yang tak usai" bersabar dan mengendalikan diri untuk mendapatkan energi positif sangat perlu dilakukan, selanjutnya mengarahkan pikiran yang positif untuk menggali solusi yang baik yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Untuk mendapatkan ketenangan tentunya yang perlu dilihat bukanlah apa yang ada dil uar dari diri sendiri melainkan yang perlu dilihat adalah apa yang ada di dalam diri. Rasakan dan sadari apa yang terjadi sebagai ketidak kekalan, dan dari situlah perenungan sebagai evaluasi (vimamsa) untuk memperbaiki diri dari kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan. Masalah maupun beban muncul dan terjadi semua karena diri sendiri. Bersyukurlah karena dari sanalah kebahagiaan yang sesungguhnya akan dapat dirasakan.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Saddhu…Sadhu…Sadhu… (r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru