Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Karakter Impian Remaja Masjid

* Oleh Islahuddin Panggabean SPd
- Jumat, 08 September 2017 18:06 WIB
1.089 view
Karakter Impian Remaja Masjid
Remaja/Pemuda masjid pada umumnya diartikan sebagai perkumpulan atau wadah remaja/pemuda Islam untuk bersilaturahim dan berkumpul dalam menghabiskan masa mudanya. Dengan adanya remaja masjid diharapkan dapat mengarahkan anak-anak muda ke jalur yang positif serta menghindari hal-hal negatif yang kerap menghampiri para pemuda.

Remaja masjid juga diharapkan sebagai media untuk mensyi'arkan atau memperjuangkan Islam. Remaja masjid disiapkan sebagai 'penerus' BKM dalam memakmurkan masjid. Begitulah setidaknya pengertian serta tujuan dari remaja masjid secara sederhana.

Sejatinya, aktivis remaja masjid sangat berpotensi untuk mendapatkan naungan Allah Swt di hari tiada naungan selain naungan-Nya. Sebagaimana sabda Nabi Saw. "Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat ketika pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya... remaja yang selalu beribadah kepada Allah Azza wa jalla.. seorang yang hatinya terpaut pada masjid (HR Bukhari).

Sebagai generasi muda muslim pemakmur masjid, aktivis remaja masjid harus mencerminkan muslim yang punya keterikatan dengan tempat beribadah umat itu. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian aktivis remaja masjid sebagai karakter impian dari remaja masjid.

Pertama, remaja masjid sebagai pemakmur masjid. Allah Swt berfirman, "Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS At-Taubah : 18).

Aktivis remaja masjid sejatinya punya keterikatan jiwa dan raga yang sangat mendalam dengan masjid. Hal tersebutlah yang menjadi jaminan masuknya remaja masjid menjadi golongan yang dilindungi Allah di hari kiamat kelak. Aktivis RM khususnya putra harus menjadi contoh dalam menegakkan sholat jamaah.

Kedua, remaja yang mengamalkan adab sopan santun dalam masjid. Masjid ialah tempat suci nan mulia. Oleh sebab itu, tentunya memiliki adab (etika) yang harus dipenuhi. Remaja masjid ialah harus menjadi komunitas pengamal dan pengajak jamaah masjid beretika dalam masjid.

Ada beberapa etika yang harus diingat dan diamalkan ketika berada dalam masjid di antaranya membaca doa ketika masuk dan keluar masjid, menebarkan salam kepada jamaah yang ada dalam masjid, melaksanakan sholat tahiyyatul masjid, berpakaian yang islami yakni menutup aurat, sopan dan bersih.

Ketiga, mengamalkan tata cara bergaul antara laki-laki dan perempuan. Aktivis remaja masjid harus menampilkan akhlak Islam di tengah pergaulan. Akhlak pergaulan remaja masjid harus menunjukkan kemuliaan. Di antara tuntunan Islam dalam pergaulan yakni menjauhi khalwat (berdua-duaan) antara laki-laki dan perempuan, sekalipun dalam masjid. Selain itu, Islam mengajarkan untuk menjauhi zina, perlunya pemisahan atau hijab antara putra dan putri.

Pemisahan ini dalam bentuk pemisahan kegiatan atau sekiranya ada kegiatan bersama harus diadakan pemisahan tempat duduk atau ruangan, serta tidak bercampur baur dengan bebas dalam kegiatan remaja masjid. Aktivis remaja masjid juga harus menjaga suara dan pembicaraan dalam rapat atau kegiatan. Tidak membuat gaduh, berisik, tertawa dan bergurau melampaui batas.

Keempat, mengembangkan kepribadian. Sebagai bagian dari masjid, aktivis remaja masjid idealnya menjaga hubungan baik dengan takmir atau BKM, pengurus majelis taklim ibu-ibu, wirid yasin, maupun jamaah masjid baik orangtua maupun anak-anak.

Kelima, menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Terlebih ketika remaja, menuntut ilmu ialah kebutuhan mendasar guna mencapai kesuksesan di masa datang. Dalam Islam, berdasar kewajibannya, ilmu sering dibedakan menjadi fardhu 'ain dan fardhu kifayah.

Oleh karena itu, aktivitas remaja masjid tidaklah melulu mengaji atau wirid yasin saja. Akan tetapi, ada beberapa jenis keilmuan yang perlu dipelajari aktivis remaja Islam itu seperti ilmu membaca al-Quran, aqidah, syariah, akhlak dan muamalah. Selain itu, fikrah Islam, organisasi dan pergerakan Islam di samping kemampuan pribadi seperti public speaking, presentasi, teknik persidangan dan rapat serta keahlian seperti komputer, bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Keenam, mengembangkan kepengurusan remaja masjid. Aktivis remaja masjid sejatinya adalah calon pemimpin Islam di masa depan. Oleh karena itu, RM perlu meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi. Misalnya dengan membuat pelatihan atau level-level perkaderan seperti basic, intermediate dan advance.

Remaja masjid harus menjadi sarana remaja Islam mengkader diri sebagai pemimpin. RM harus memiliki budaya kompetisi yang positif sekaligus sebagai ajang mencari kader terbaik untuk menjadi pemimpin organisasi.

Penutup
Remaja masjid ialah sebuah wadah pemuda yang kerap dilupakan ummat Islam. Padahal ia dapat menjadi sarana perkaderan untuk menjadi pemimpin masa depan. Aktivis remaja masjid sudah saatnya menghiasi diri dan organisasi dengan karakter ideal sosok yang berpotensi menjadi golongan yang dinaungi Allah di hari Kiamat. Wallahua'lam. (Penulis adalah Kabid Humas Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia Kota Medan/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru