Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Islam dan Pendidikan

* Oleh Faiz Hamid
- Jumat, 16 Maret 2018 14:54 WIB
439 view
Islam dan Pendidikan
Setiap anak lahir, ia membawa fitrah, naruli dan jiwa yang suci dan bersih. Orang tua sebagai penentu dalam membentuk anak menjadi orang yang terdidik, memiliki mental yang kukuh terhadap pemahaman agama.

Aristoteles membuat pernyataan yang sama. Anak lahir membawa jiwa laksana lembaran putih. Sedangkan orang tua akan membuat gambaran, bentuk watak dan tingkah laku sang anak tersebut. Gambaran yang dibuat dan dibentuk terhadap anak tergantung kepada siapa dan bagaimana bentuk orangtuanya.

Orangtua yang baik dan telaten akan membentuk anak yang baik atau sebaliknya, orang tua yang sembarangan menjadikan sang anak tidak teratur. Paling tepat membentuk moral dan akhlak anak adalah sang ibu yang mengandung anaknya selama 9 bulan 10 hari. Sang ibu melahirkan anak dengan nafas tersengal-segal. Sementara sang ayah menurut Islam diwajibnya mengenalkan lafal Ilahi kepada anak. Kepada anak anak laki-laki dikemundangkan lafat azan dan wanita dikomat. Selanjutnya ibu menyusui sang anak dua tahun lamanya. Ibu rela merasa lapar dan begadang agar anaknya tetap merasa sehat dan tidak lapar. Pengorbanan ibu ini munculnya pepatah mengatakan "surga itu di Telapak Kaki Ibu". Sementara dalam firman Allah SWT menyebutkan bahwa harta dan anak adalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar (S.Al Anfal 28).

Kita lahir tanpa apa-apa, kemudia Allah SWT memberikan segalanya. Allah memberikan tubuh yang sehat, pancaindra yang kuat, rezeki yang baik. Apakah kita ingat atas karunia Allah tersebut dengan melalaikan perintah-perintah-Nya?

Fitrah suci, lembaran putih sebagai asset dalam memotifasi pendidikan manusia. Dan tidak perlu kita bersusah payah menciptakan teori-teori melalui metode seminar masalah pendidikan agama. Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, insting agama atau bahan baku keagamaan dengan mengikuti perintah Allah SWT melalui rasulnya Muhammad SAW. Faedah turunan, lingkungan akan berproses bertumbuh kembangnya sang anak. Dan dari sinilah kompleksitas kehidupan.

Dengan mengawal, menjaga dan merawat membina fitrah suci, sehingga melalui lembaran putih kita akan dapat mengontrol agar komplesitas tersebut tidak kebabalasan, amburadul seperti apa yang terjadi terhadap kehidupan manusia di atas bumi sekarang ini. Karena ingin berbuat kekuasaan, lawan politik dijelek-jelekkan. Fitnah disebarkan, sehinggu muncul kecurigaan sehingga terjadi perpecahaan. Dan na'udzubillah min zalik, hal ini menyakiti sebahagain tokoh-tokoh umat. Mereka tidak sadar diadu domba dan mereka lupa ditonton juta umat yang ingin menantikan bimbingan dari ulama dan tokoh-tokoh agama.

Untuk itu mari kita kembali kepada perintah Al Quran, berpegang erat kepada Islam, kepada tali Allah secara berjemaah dalam jalinan ukhuwah islamiyah, bagaikan bangunan yang kokoh. Firman Allah SWT, kalau lah  sekiranya negeri itu beriman dan bertakwa, sesungguhnya kami akan membukakan atas mereka keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakannya, maka kami siksa mereka dengan kedustaan itu. (QS 7 : 96).

Maka kalau dunia ini mau terselamatkan dari ancaman kehancuran, mari kita kembali menoleh kepada fitrah suci lembaran putih. Dari sinilah kita mulai mendidik anak sejak balita agar mereka memiliki moral keagamaan yang kukuh untuk berkiprah di tengah masyarakat nantinya.

Dunia pendidikan sekarang ini sepertinya menciptakan "hewan ekonomi". Murid-murid dididik untuk mahir mengkonsumsi dan menciptakan produk-produk teknologi. Coba lihat apa yang membuat orang menuntut ilmu untuk menjadi orang kaya. Sementara masalah keagamaan dan kemanusian tidak menjadi perhatain lagi, bahkan hampir ditinggalkan.

Setiap negara berpacu mengejar pembangunan dan kemajuan tanpa memperdulikan lagi keagamaan untuk membentuk moral manusia yang mulia guna mengingat Tuhan yang mencipta alam semesta sesuai dengan acara agama masing-masing. Maka untuk meningkan pendidikan khususnya pendidikan keagamaan diperlukan tenaga pengajar/guru yang berkualiatas dari berbagai agama. Karena agama apapun selalu mengajarkan kebaikan, moralitas dan peradaban. 

Ayat-ayat Al Quran maupun analisis phisikologi memberikan pelajaran yang tegas bahwa orang yang berfikir positif dan berperasangka yang baik, hidupnya akan lebih sehat. Sebaliknya mereka yang melihat dunia dari sisi negatif hidupnya akan sesak dan dunia akan suram.

Untuk itu, Allah SWT berfirman, berdolah kepada Tuhanmu dengan suara yang  lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (melampaui batas tentang yang diminta dan cara yang meminta) (S.Al A'faf 8/125). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sebagai pedoman kehidupan sehari-hari. Billahitaufik wal hidayah. Amin! (Penulis adalah Pengawas dan Pengasuh Pesantren Muhammadiyah Kota Bandung/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru