Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

KONI Minta PTSMI Utamakan Benahi Keorganisasian

- Sabtu, 23 April 2016 12:23 WIB
237 view
Jakarta (SIB)- Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat meminta Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia mengutamakan pembenahan organisasi sebelum melaksanakan pembinaan atlet.

"Kepengurusan kali ini dituntut untuk pembenahan organisasi, yang sebelumnya tersendat sehingga berdampak pada pembinaan atlet," kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman usai menghadiri pelantikan pengurus PTSMI di Gedung Serba Guna GBK, Jakarta, Jumat.

Ia menyayangkan bahwa tenis meja salah satu olahraga yang dekat dengan masyarakat karena murah, tidak makan tempat dan bisa dilakukan siapa saja, namun minim prestasi.

Sebelumnya, induk organisasi tenis meja Indonesia selama ini terpecah menjadi dua. Namun, selama ini KONI Pusat yang dipimpin oleh Tono Suratman mengakui PB PTMSI pimpinan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie bukan versi Oegroseno yang terbentuk terlebih dulu.

Sementara itu Wakil Sekjen PP PTMSI versi Oegroseno, Muhammad Farhan menjelaskan aksi gugat menggugat lewat pengadilan hingga Mahkamah Agung tetap dilakukan. Keputusannya PTMSI kubu Oegroseno menang. Hanya saja, hingga saat ini keberadaannya tidak diakui bahkan KONI Pusat mendukung PTMSI versi Marzuki Alie untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta, 29 Maret.

"Semestinya KONI Pusat menjalankan organisasi dengan mengacu aturan, apalagi mereka sudah kalah di MA," kata Muhammad Farhan.

Namun, akhirnya KONI Pusat melantik Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTSMI) untuk periode kepengurusan 2016-2020.

Ketua Umum PTSMI yang baru Lukman Edy juga menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan guna menghadirkan prestasi tenis meja bagi Tanah Air.

Lukman Edy ditetapkan sebagai Ketua Umum PTSMI setelah dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada tanggal 29 Maret 2016, menggantikan Marzuki Alie yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis (2014-2018).

KEPENGURUSAN 2016-2020 BERSIFAT DINAMIS
Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Lukman Edy menjelaskan bahwa kepengurusan periode 2016-2020 bersifat dinamis atau bisa berubah di tengah masa jabatan.

"Kami sudah berdiskusi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bahwa kepengurusan kali ini sifatnya dinamis, fungsinya untuk mengakomodir PP PTMSI versi Oegroseno jika sewaktu-waktu kami bersatu kembali," kata Lukman Edy usai menghadiri pelantikan pengurus baru PTSMI di Gedung Serba Guna GBK, Jakarta, Jumat.

Ia juga mengatakan bahwa untuk mengembangkan prestasi tenis meja membutuhkan banyak dukungan, termasuk dari PP PTMSI versi Oegroseno agar semakin banyak kekuatan dan bersatu visi demi tenis meja.

Seperti diketahui, Induk organisasi tenis meja Indonesia selama ini terpecah menjadi dua. Namun, selama ini KONI Pusat yang dipimpin oleh Tono Suratman mengakui PB PTMSI pimpinan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie (sekarang Lukman Edy) bukan versi Oegroseno yang terbentuk terlebih dahulu.
Aksi gugat menggugat lewat pengadilan hingga Mahkamah Agung tetap dilakukan. Keputusannya PTMSI kubu Oegroseno menang. Hanya saja, hingga saat ini keberadaannya tidak diakui bahkan KONI Pusat mendukung PTMSI Marzuki Alie untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta, 29 Maret.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PP PTMSI versi Oegroseno, Muhammad Farhan mengatakan keluarga besar tenis meja harus kembali bersatu di rumah besar PP PTMSI.

Untuk diketahui, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah melantik Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTSMI) untuk periode kepengurusan 2016-2020.

Dalam pelantikan tersebut, dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman yang dilangsungkan di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (22/4).

Ketua Umum PTMSI Lukman Edy yang baru, juga menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan guna menghadirkan prestasi tenis meja bagi tanah air.

Lukman Edy ditetapkan sebagai Ketua Umum PTMSI setelah dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada tanggal 29 Maret 2016, menggantikan Marzuki Alie yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis (2014-2018). (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru