Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026
Ketua Percasi P Siantar Leonardo Simanjuntak SH MHum:

Catur Sebagai Olahraga Jangan Sebagai Alat Perjudian

- Sabtu, 30 April 2016 14:54 WIB
562 view
Catur Sebagai Olahraga Jangan Sebagai Alat Perjudian
Leonardo Simanjuntak SH MHum
Pematangsiantar (SIB)- Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak SH MHum kepada SIB, Jumat (29/4) mengatakan bahwa catur merupakan olahraga yang menguatkan cara berfikir seseorang untuk bisa menstimulasikan otak.

Dalam permainan catur disamping olahraga merupakan ajang teknik bagaimana seseorang bisa mengendalikan diri sendiri dan lawannya. Catur sangat berpengaruh  juga dengan kepribadian seseorang contohnya dapat mengendalikan emosi kemudian berpengaruh merefleksikan dalam keluarga maupun pekerjaan.

“Kalau kita bisa menghadapi problem dalam catur maka bisa juga keluar dari permasalahan hidupnya. “Catur bisa mengenal dirinya dan jangan digunakan sebagai alat perjudian,’’ katanya.

Leonardo mengatakan ketika bermain catur masuk ke wilayah perjudian  maka tidak tertarik  mencari kualitas pekerjaan baik, cenderung mencari lawan untuk mencari uang. Ini sebuah kemerosotan apalagi di kalangan pelajar karena banyak fakta melihat mereka tidak semangat kalau tidak ada bursa taruhan. Buatlah catur ini sebagai olahraga dan bila ada permainan catur 3 langkah mati itu janganlah diladeni karena dari sisi mana kita coba tak pernah memenangkannya dengan alasan mereka sudah punya kunci sendiri agar jalannya bidak catur tidak pernah mati,’’ kata Leonardo yang sudah hampir dua tahun menjabat ketua.

Kita pernah laksanakan kegiatan kejuaraan bekerjasama dengan sponsor yakni pertarungan catur terbuka di warung-warung kopi Siantar-Simalungun dan finalnya di kedai kopi Simpang Empat Siantar kemudian mengirimkan atlet catur ikuti kejuaraan di Toba Samosir bulan Maret dan kita mampu bersaing masuk 10 besar.

Untuk harapan ke depan kita mempunyai bibit-bibit atlet catur yang handal dan dapat mengharumkan nama Kota Pematangsiantar dan bila ada atlet yang berprestasi kita bisa merekomendasikan agar mereka dapat diterima di sekolah negeri maupun melanjutkan ke PTN Negeri di Sumut, jangan sia-siakan mereka melatih dirinya.

‘’Untuk persoalan utama kita alami yakni anggaran dimana kita ketahui bahwa anggaran KONI tidak ada dan berharap kepada Ketua KONI yang baru terpilih segera duduk bersama dengan pemerintah bagaimana pencarian bibit atlet tidak terhenti. Ada satu siswa kita yang sudah mengikuti kejuaraan catur tingkat Nasional atas nama Noni Oktavia Panjaitan namun sebentar lagi ia melanjutkan kuliah maka dari itu kita terus mencari bibit yang baru sebagai penggantinya semoga adanya pecatur luar yang adakan simultan ini membuat suasana baru,’’ ungkapnya. (C10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru