Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Tolak Pencoretan Pemain, Penanggungjawab PSMS Junior Sesalkan Hasil Rapat Pengurus

* Rapat Juga Membahas Soal Perubahan Jadwal Home PSMS dan Tiket Suporter
- Rabu, 11 Mei 2016 12:22 WIB
362 view
Tolak Pencoretan Pemain, Penanggungjawab PSMS Junior Sesalkan Hasil Rapat Pengurus
Yongky Haurissa
Medan (SIB)- Penanggungjawab tim junior PSMS, Yongky Haurissa dan Ir Badia Raja Manurung menolak keras bila ada pengurangan pemain untuk setiap tim yang ada. Menurutnya perombakan skuat akan mengganggu proses pembentukan tim seiring keluar masuknya pemain.

Namun dia tak menampik jika sistem promosi degradasi pemain memang harus tetap dilakukan. "Kalau sistem promosi misalnya dari U17 ke U19 itu kan memang harus, begitu juga sebaliknya. Tapi jangan pula ada yang dicoret-coret kan kasihan. Kalau memang tidak bagus, ya dibina lagi karena itu memang tanggungjawab pelatih," ucap Yongky.

Begitu juga dengan kemungkinan masuknya pemain-pemain dari luar. Dia merasa hal itu tidak layak dilakukan mengingat selama ini, khususnya tim junior, sudah berjalan hampir lima bulan. Apalagi  setiap pemain yang ada di tim saat ini sebelumnya sudah melewati proses seleksi dari awal. Artinya, tidak ada alasan untuk mengatakan pemain itu tidak bagus karena jika benar demikian yang salah tentu para talent scouting yang sebelumnya memilih si pemain untuk lolos seleksi.

"Pemain yang ada saat ini skillnya sudah merata, bahkan sudah bagus-bagus. Kalau katanya masalah pengiritan dana, kan mereka belum digaji ini.
Pokoknya saya jamin dan percaya, pemain yang ada saat ini punya skill hebat. Messi aja dulu cadangan, tapi sekarang bisa jadi pemain terbaik kok," sambung mantan pemain PSMS itu.

"Tadi dikatakan dalam rapat juga, bahwa pemain luar kalau ada yang lebih bagus kemungkinan ditarik juga masuk. Saya bilang, lebih bagus tim itu dibubarkan saja kalau prosesnya seperti itu," sambungnya.

Karena yang ditakuti, lanjut Yongky, ada beberapa kesempatan yang diambil dari itu untuk memberi celah bagi pemain titipan. "Tiba-tiba nanti ada aja pemain magang dan itu sudah ada. Kan takutnya menimbulkan kecemburuan bagi yang lain. Karena masuk PSMS ini kan harus sesuai prosedur pula, yaitu seleksi. Nah kalau ada tiba-tiba pemain masuk, kan jadi tanda tanya kenapa gak ikut seleksi yang kemarin? Terus pemain yang dari awal ikut seleksi masa harus dicoret karena pemain yang tiba-tiba masuk tadi? Ya tidak bisa!" tegas Yongky.

Hal senada dikatakan Badia Raja, bahwa kondisi dalam timnya yakni PSMS U-17 saat sudah dalam keadaan baik. "Situasi dalam tim sangat baik. Pemain sudah merata dalam hal skill. Ya kalau begini harus ada pencoretan katanya, mau bagaimana lagi? Pastinya sulit lah untuk menentukannya. Kita akan kumpul lagi para pemandu bakat untuk menentukannya," ucap Badia yang mengatakan jumlah skuatnya saat ini 33 pemain.

Hasil Rapat Pengurus PSMS
Sebelumnya dalam rapat pengurus PSMS ada beberapa poin yang dihasilkan. Seperti penambahan dalam unsur kepengurusan, pengurangan pemain yang hanya 25 pemain saja di setiap tim, evaluasi Turnamen antar-Klub PSMS serta persiapan panpel lokal PSMS untuk ISC B.

Hal itu diutarakan Wakil Ketua PSMS, Julius Raja, bahwa untuk unsur kepengurusan ada beberapa nama baru di antaranya, Wakil Ketua Umum H Supratikno SE MM, Bendahara Drs H Teruna Sinulingga MMA, serta tambahan Wakil Bendahara Armi Khairiana. "Mereka masuk dalam kepengurusan sesua arahan Dewan Pembina untuk memperkuat kepengurusan," katanya.

Selain itu, Julius yang juga ketua panpel lokal PSMS melalui Sekretarisnya Azam Nasution menjelaskan untuk ISC B hasil tiket penjualan saat laga PSMS melawan Persebo, Minggu (8/5) kemarin, didapat sekitar Rp 55 Juta. "Untuk biaya operasional atau pengeluaran sebelumnya untuk menggelar laga kandang itu sekitar Rp 30 Juta," kata Azam.

"Kemungkinan untuk laga selanjutnya kita akan gelar Sabtu Malam. Ya biar semua bisa nonton," lanjutnya.

Lalu bagaimana dengan suporter TNI yang kemarin hadir memenuhi tribun terbuka timur? Panpel menolak menjawab dengan pasti apakah suporter tersebut tetap membayar tiket atau tidak. "Kalau itu sudah ditangani dari Pembina kita yaitu Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi. Jangan nanti jadi masalah ya, intinya tidak gratis," ucap pria yang akrab disapa King. (A21/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru