Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 13 Mei 2026

Gubsu Buka Musprov KONI Sumut

* Ketua KONI Pusat Tono Suratman Dukung Sumut Tuan Rumah PON 2024
- Sabtu, 07 Januari 2017 11:59 WIB
598 view
Gubsu Buka Musprov KONI Sumut
Gubsu HT Erry Nuradi foto bersama insan olahraga dan pengurus KONI Sumut periode 2012-2016
Medan (SIB) -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H T Erry Nuradi membuka secara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut kepengurusan periode 2012/2016. Erry berharap, kepengurusan KONI Sumut ke depan bisa membawa prestasi olahraga lebih baik serta bisa mewujudkan cita - cita bersama Sumut emas PON XX/2020.

"Kepengurusan KONI ke depan diharapkan bisa lebih baik, dengan dipimpin oleh sosok yang benar - benar memahami, mencintai, dan menjiwai olahraga," ucap Erry dalam sambutannya di Grand Mutiara Hotel, Brastagi Kabupaten Tanah Karo, Jumat (6/1).

Musprov yang berlangsung mulai 6-8 Januari ini dihadiri Ketua KONI Pusat Mayjen TNI Purn Tono Suratman, Wakil I Ketua KONI Pusat Suwarno, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu, Kadisporasu H Baharuddin Siagian, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Syamsul Qodri Marpaung, serta yang mewakili Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut.

Dalam sambutannya, Erry mengucapkan sejumlah pesan kepada KONI Sumut. Pertama, Tekad besar Sumut kembali menjadi tuan rumah PON XXI/2024. Dengan kehadiran ketum KONI Pusat Tono Suratman kiranya dapat mendukung penuh niatan baik Sumut menjadi tuan rumah seperti pada PON edisi ke 3 tahun 1953.
Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar membenahi fasilitas dan sarana olahraga semakin baik. Sehingga pada Bidding PON 2018 mendatang, Sumut sudah siap dalam hal sarana dan prasarana.

"Kalaupun tidak bisa menjadi tuan rumah PON sendiri, minimal tuan rumah bersama provinsi Aceh. Keinginan itu sudah kami mulai. Kita punya GOR, Cabor di Unimed, dan kita sedang membangun sport centre di jalan Pancing yang dulunya lahan eks kantor Gubsu. Meski luasnya hanya 25 Hektare, kita sudah memiliki sarana olahraga seperti GOR Futsal, sepakbola, gedung GSG dan pembangunan sarana boling centre. Kita juga bakal membangun wisma atlet dan sarana cabor lain. Tinggal menunggu persetujuan DPRD saja," ucapnya.

Selain memperbaiki sarana prasarana, Gubsu juga menginginkan prestasi olahraga Sumut lebih baik dari sebelumnya di even nasional seperti PON. Apalagi sebagai penduduk terbesar keempat di Indonesia, Sumut mestinya bisa masuk posisi lima besar di PON. Terbukti para era 70-an Sumut selalu diperhitungkan.
Namun, pada PON 2016 di Jawa Barat, Sumut hanya mampu berada di posisi kesembilan. "Kita juga patut berbangga, NPC Sumut mampu menunjukkan prestasi membanggakan dengan jumlah atlet 70 lebih bisa masuk posisi tiga besar. Ini tentu harus dicontoh oleh atlet binaan KONI Sumut dan atlet pelajar di bawah naungan Dispora. " harap Erry.

Demi mewujudkan hal itu, dikatakan Erry tentu pembinaan secara berkesinambungan dan maraknya even olahraga salah satu faktor penentu. Karenanya, ia berpesan kepada KONI Sumut untuk mendorong seluruh Pengprov cabang olahraga untuk menyelenggarakan kejuaraan daerah minimal sekali dalam setahun. "Dari 44 cabor yang ada, saya dengar ada 36 yang aktif. Kalo tiap cabor bisa melaksanakan satu even, maka tiap bulan ada tiga kejuaraan. makanya kami mohon KONI bisa membantu dana Rp50 hingga Rp100 juta untuk masing-masing Pengprov," akhirinya.

Dukung Tuan Rumah PON 2024
Dukungan agar Sumut menjadi tuan rumah pada PON 2024 mendapat apresiasi dari ketua KONI Pusat Tono Suratman. Menurutnya, Sumut memiliki potensi besar untuk bisa menyukseskan pelaksanaan even empat tahunan itu. Terbukti, pada tahun 1953 Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah PON edisi ketiga. Ia pun berharap, semakin banyaknya kompetitor tuan rumah PON, menjadi sinyal positif olahraga di seluruh daerah semakin maju. "Sejauh ini baru Sumut yang memiliki tekad besar untuk menjadi tuan rumah PON 2024. Tentu sebagai salah satu syarat menjadi tuan rumah tidak hanya faktor anggaran saja, tetapi juga kesiapan hal lain seperti akomodasi, Sumber Daya Manusia dan sarana dan prasarana olahraga yang berstandar tentunya," tuturnya.

Disatu sisi, ia juga berpesan kepada pengurus KONI terpilih untuk bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar program yang berkaitan dengan kemajuan olahraga di Sumut bisa terwujud. Termasuk mencari sosok pemimpin KONI Sumut lima tahun ke depan, tidak hanya bermodalkan pintar dan penguasaan materi. Melainkan memiliki kedekatan antara pemimpin dengan yang dipimpin. "Olahraga jangan dianggap biasa - biasa saja. Karena olahraga adalah sarana pemersatu bangsa, dalam situasi perbedaan agama dan suku. Olahraga juga bisa memberantas kenakalan pemuda dari narkoba, rasis, dan diskriminasi yang sekarang sedang terjadi," lanjutnya.

Kiblat Pembinaan Cabor
Sementara itu, Ketua KONI Sumut masa Bhakti 2012/ 2016, H Gus Irawan Pasaribu berharap Sumut bisa menjadi kiblat pembinaan cabor di Indonesia. Terbukti, saat ini Sumut memiliki empat atlet juara dunia yang menjadi kebanggaan prestasi Sumut. "Yang paling membanggakan Sumut punya tiga atlet wushu dan satu atlet karate yang merupakan juara dunia. Saya punya mimpi besar mereka bisa meraih prestasi puncak. Ini tentu menjadi mimpi kita bersama bahwa olahraga Sumut kembali berjaya," ucapnya.

Sementara, ketua panitia Musprov Agung Sunarno menjelaskan, peserta yang hadir pada hari pertama di antaranya, 28 KONI Kabupaten/Kota, 44 Pengprov cabor dan 4 Badan Fungsional. Musprov tahun ini mengagendakan tiga pembahasan seperti Laporan Pertanggungjawaban Pengurus KONI Sumut periode 2012/2016, Pemilihan Ketua Umum KONI Sumut periode 2017/2021, serta pembahasan rancangan program kerja pengurus ke depan. (R8/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru