Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 Juli 2026

Mengenang Ipong Silalahi, Pemain Legendaris PSMS dan PSSI

* Dikenal Familiar, Bijak dan Rendah Hati
- Kamis, 04 Januari 2018 16:06 WIB
1.300 view
Mengenang Ipong Silalahi, Pemain Legendaris PSMS dan PSSI
SIB/Dok
UNTUK PSMS: Ipong Silalahi (tiga dari kanan) semasa hidupnya saat menghadiri gala dinner penggalangan dana untuk PSMS Tahun 2015 silam.
Medan (SIB) -Duka menyelimuti persepakbolaan Indonesia di pengujung 2017. Salah satu legenda Timnas Indonesia era 60-an,  Haji Achmadsyah Ipong Silalahi meninggal dunia di kediamannya daerah Bekasi, Sabtu (30/12). Jenazahnya dimakamkan di TPU Rawamangun, Minggu (31/12).

Bagi rekan dan insan sepak bola Indonesia, Ipong merupakan sosok panutan. Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 9 Maret 1942 itu pernah menjadi pilar PSMS dan tim nasional Indonesia yang mendapat medali emas pada kejuaraan sepak bola Asia U-19 pada 1961.

Selain itu, Ipong juga pelatih di tim Indonesia Selection dan tim nasional, termasuk ketika mengikuti Merdeka Games, Kejuaraan Asia, Piala Jepang dan yang lainnya.

Karirnya sebagai pelatih dan manajer sepanjang 1971-2001 di PSL Langkat, Mercu Buana FC, PSMS Medan, Bina Taruna Jakarta, Krama Yudha Tiga Berlian dan Persija Timur.

Tumpak Sihite: Ipong Cerdas dan Humoris
Tumpak Uli Sihite (TUS) atau yang akrab disapa Bang Tus tak kuasa menahan sedih atas kepergian sahabatnya tersebut. Dia turut hadir menyaksikan Alm Ipong untuk yang terakhirnya, pada hari pemakaman tersebut.

Bagi Bang Tus, Ipong merupakan legendaris PSMS sejati. Diakuinya, Ipong mempunyai kemampuan luar biasa sebagai seorang gelandang serang. Selain itu, sebagai mantan rekan setimnya, Ipong diakui mampu menjadi pemimpin karena bisa memotivasi pemain lainnya.  "Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi. Dia kuat, cerdas dan juga humoris. Dia banyak disenangi rekan-rekan di dalam maupun di luar lapangan," kata Sihite yang pernah menjadi pengurus PSMS tersebut, Rabu (3/1).

Djanur: Beliau Turut Membesarkan Saya
Bagi Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurdjaman, nama Ipong Silalahi bukan hanya sebagai legenda sepak bola Tanah Air. Lebih dari itu, Djanur mengakui sosok Ipong lah yang turut membesarkan namanya di sepak bola.

Menurut Djanur, kepindahannya dahulu era 80-an ke Mercu Buana juga melalui rekomendasi Ipong. "Saya ke Medan dulu juga berkat rekomendasi beliau. Jadi jika ditanya kedekatan kami, pastinya bukan hanya sekedar tahu. Dia berjasa membesarkan saya," ungkap Djanur.

Djanur pun mengakui, Ipong merupakan pelatih yang bagus. "Awal 80-an, kami sempat satu mess di Mercu Buana. Sosoknya seperti seorang Ayah, mampu membimbing. Beliau juga bijak dan pastinya pelatih yang bagus," kenang Djanur.

Julius Raja
Sekretaris PSMS, Julius Raja, mengenang nama Ipong Silalahi sebagai warga kehormatan di Sumatera Utara. Baginya, Ipong Silalahi sosok yang low profile, begitu familiar dan juga tegas kala berada di lapangan.

"Dia sudah banyak menghasilkan pemain. Namanya begitu dikenang di Medan, karena dia juga bagian dari The Killer, julukan PSMS kala itu," kata Julius.

"Di dalam lapangan, dia itu trio seangkatan Zulkarnain Pasaribu dan Sarman Panggabean," sambung Julius yang mengatakan PSMS akan segera menggelar laga amal untuk almarhum. (R11/R21/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Trio Ambisi Guncang PRSU ke 50

Trio Ambisi Guncang PRSU ke 50

Medan(harianSIB.com)Malam di panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 berubah menjadi ruang penuh nostalgia ketika Trio Ambisi