Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Liga 1 2019 Mundur karena Indikasi Sulit Dapat Izin

* Persebaya Mengaku Rugi
- Jumat, 26 April 2019 14:42 WIB
234 view
Liga 1 2019 Mundur karena Indikasi Sulit Dapat Izin
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Madura United tak mempermasalahkan mundurnya jadwal kick-off Liga 1 2019. Hal itu lebih baik daripada tak dapat izin keramaian pasca pemilu.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan menggeser jadwal Liga 1 dari 8 Mei menjadi 15 Mei. Keputusan tersebut sudah disepakati bersama 18 klub.

Manajer Haruna Soemitro mengaku tidak masalah karena klub-klub telah menyetujuinya. Suasana pasca Pemilu 2019 juga dikhawatirkan akan sulit untuk mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian.

Madura United sudah mengalami masalah tak mendapat izin menjamu Persebaya Surabaya di leg kedua perempatfinal Piala Indonesia. Kepolisian setempat tengah fokus menjaga Pemilu 2019.

"Ini murni permintaan klub karena yang berhadapan dengan izin itu kan klub. Jadi kami tidak ada masalah. Lagi pula, sepakbola itu tontonan, pemilu itu amanat undang undang, jadi biarkan tahapan pemilu ini tuntas sampai akhir daripada mengganggu konsentrasi aparat negara dalam mengamankan tontonan," ujar Haruna, Rabu (24/4).

Mundurnya jadwal tersebut membuat persiapan Madura United lebih lama. Pelatih Dejan Antonic memiliki waktu untuk meramu tim supaya lebih matang.

"Hikmahnya persiapan tim jadi lebih baik dan saya akan segera bicarakan dengan tim pelatih program yang akan disiapkan seperti apa," katanya.

Madura United memang sangat serius menatap Liga 1 2019 karena juara menjadi target utama. Manajemen bahkan sudah mendatangkan banyak pemain bintang yang dihuni pemain-pemain Timnas Indonesia.

Persebaya Mengaku rugi
Kickoff Liga 1 2019 sudah diputuskan mundur. Persebaya Surabaya sudah mengaku mengalami kerugian akibat penundaan kompetisi.

PT Liga Indonesia Baru sudah memundurkan kickoff Liga 1 pada 15 Mei 2019. Sebagai konsekuesi, Bajul Ijo pun harus menyesuaikan program latihan dengan kondisi terkini.

Presiden Persebaya, Azrul Ananda, mengatakan pihaknya otomatis harus menjadwalkan ulang beberapa rencana yang telah disusun matang.

"Ya, kami kan baru bisa membuat planning berdasarkan jadwal yang ada. Kalau Liga jelas tentu kami akan lebih tenang, karena kami akan lebih siap menghadapi kompetisi," kata Azrul saat peluncuran jersey Alternate di Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (24/4).

Azrul juga menilai kompetisi yang dimulai pertengahan Mei ini sangat tidak efisien. Selain itu, Azrul mengatakan hal ini akan terasa berat. Pasalnya, kompetisi ini terbentur dengan jadwal puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

"Bayangkan kompetisi akan lebih berat, sebab jalannya Mei dan harus berakhir Desember. Terus dipotong Idul Fitri dan puasa, dan kita harus menyiapkan tim dengan benar," lanjutnya.

Tak hanya itu, Azrul mengatakan pengumuman yang terkesan mendadak ini membuat timnya cukup kerepotan. Karena pihaknya baru bisa menentukan jadwal latihan hingga istirahat secara mendadak.

Dia juga mengakui Persebaya memang memiliki pengalaman buruk dengan padatnya kompetisi. Azrul menjelaskan akibat dampak ini banyak pemainnya mengalami cedera.

"Karena kita punya pengalaman musim kemarin, banyak pemain cedera, dan kami harus siap dengan punya tim yang bisa main empat hari sekali," lanjut Azrul. (detikSport/l)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru