Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 Maret 2026

Kartu Merah dan Kontroversi Wasit, PSMS Kandas di Maskas FC Bekasi

Christopel H Naibaho - Minggu, 01 Maret 2026 15:29 WIB
120 view
Kartu Merah dan Kontroversi Wasit, PSMS Kandas di Maskas FC Bekasi
Foto: Dok/PSMS
Pemain PSMS, Clayton dikawal ketat pemain FC Bekasi pada laga pekan ke-21 Liga 2 2025/2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB. PSMS takluk 1-2.

Medan (harianSIB.com)

Langkah PSMS Medan kembali tersendat pada pekan ke-21 Liga 2 2025/2026. Bertandang ke markas FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB, Ayam Kinantan takluk 1-2 dalam laga yang sarat drama kartu dan keputusan wasit yang diprotes kubu tamu.

Sejak menit awal, PSMS tampil percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan. Sejumlah peluang emas tercipta di babak pertama. Sundulan Felipe Cadenazzi hampir membuka keunggulan, dua kali Erwin Gutawa mengancam lewat bola udara, sementara sepakan keras Clayton da Silva memaksa kiper tuan rumah Ikram Algiffari bekerja ekstra. Namun solidnya pertahanan Bekasi membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Petaka bagi PSMS dimulai ketika Saddam Hi Tenang harus ditarik keluar akibat cedera. Pelatih Eko Purdjianto melakukan pergantian lebih cepat dengan memasukkan Arif Setiawan. Pergantian ini sedikit mengubah ritme permainan tim tamu.

Baru semenit babak kedua berjalan, gawang PSMS justru bobol lewat gol Ramadhan. Gol cepat itu sempat memukul mental para pemain.

Situasi makin sulit setelah Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua usai dianggap melanggar Renan Silva. PSMS harus bermain dengan 10 orang.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan tuan rumah. Ikhsan Chan, mantan pemain PSMS, berhasil menggandakan skor menjadi 2-0.

Meski dalam tekanan, PSMS tak menyerah. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah penalti. Cadenazzi yang menjadi algojo sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Sebelum laga usai, terjadi kericuhan antaran pemain. Ramadhan dari Bekasi dan Erwin Gutawa dari PSMS diusir wasit karena terlibat kericuhan. Laga ditutup dengan skor 2-1 untuk tuan rumah

Usai laga, Eko Purdjianto mengaku kecewa dengan hasil pertandingan dan sejumlah keputusan wasit.

"Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi. Kita akan membuat laporan ke komisi wasit," tegasnya.

Ia juga menilai timnya tampil baik meski gagal memaksimalkan peluang."Kita main bagus tapi tidak bisa cetak gol. Peluang memang tipis, tapi kami akan fight sampai akhir kompetisi."

Kekalahan ini menjadi penutup sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri. Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menjamu PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru