Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 Juli 2026

Piala Presiden 2026, Pembuktian Klub-Klub Bersejarah dengan Tradisi Juara

Christopel H Naibaho - Minggu, 26 Juli 2026 14:47 WIB
225 view
Piala Presiden 2026, Pembuktian Klub-Klub Bersejarah dengan Tradisi Juara
Foto: Dok/Instagram: @officialpialapresiden
Ketua PSSI Erick Thohir (kanan), Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan lainnya menendang bola saat pembukaan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026).

Medan (harianSIB.com)

Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi musim baru. Edisi kali ini juga menghadirkan nuansa nostalgia dengan berkumpulnya sejumlah klub paling bersejarah di Indonesia yang pernah berjaya sejak era Perserikatan hingga Super League (Liga 1).

Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan menjadi representasi kejayaan sepak bola nasional lintas generasi. Mereka ditemani tiga klub undangan dari Asia Tenggara, yakni juara bertahan Port FC (Thailand), DPMM FC (Brunei Darussalam), dan Tampines Rovers FC (Singapura), yang semakin meningkatkan gengsi turnamen.

Kehadiran tiga klub luar negeri tersebut bukan sekadar pelengkap. Port FC datang sebagai juara bertahan Piala Presiden sekaligus salah satu klub papan atas Thailand. DPMM FC merupakan klub tersukses asal Brunei Darussalam yang pernah menjuarai Singapore Premier League, sedangkan Tampines Rovers FC dikenal sebagai salah satu klub paling berprestasi di Singapura dengan koleksi lima gelar liga domestik dan pengalaman tampil di kompetisi antarklub Asia.

Sementara, Persija Jakarta datang sebagai klub tersukses di era Perserikatan dengan sembilan gelar, yakni pada 1931, 1933, 1934, 1938, 1953–1954, 1964, 1971–1973, 1973–1975, dan 1978–1979. Di era Liga Indonesia, Macan Kemayoran meraih dua gelar juara pada 2001 dan 2018, serta menjuarai Piala Presiden 2018.

Baca Juga:
Lalu ada Persib Bandung dengan koleksi empat gelar Perserikatan pada 1937, 1959–1961, 1986, dan 1989–1990. Pada era liga profesional, Maung Bandung meraih lima gelar, yakni Liga Indonesia 1994/1995, Indonesia Super League 2014, Liga 1 2023/2024, Liga 1 2024/2025, dan Super League 2025/2026. Persib juga menjadi juara Piala Presiden 2015.

Persebaya Surabaya juga mencatat sejarah dengan empat gelar Perserikatan, masing-masing pada 1951, 1952, 1977/1978, dan 1987/1988. Bajul Ijo kemudian menjuarai Liga Indonesia 1996/1997 dan 2004, serta menjadi kampiun Liga 2 pada 2017.

Sementara Arema FC menjadi juara Liga Indonesia 2009/2010 dan dikenal sebagai "raja turnamen" dengan koleksi empat gelar Piala Presiden, yakni pada 2017, 2019, 2022, dan 2024.

Namun, di antara seluruh peserta, PSMS Medan menjadi kisah yang paling menarik. Ayam Kinantan datang sebagai satu-satunya klub peserta dari Pegadaian Championship, tetapi membawa sejarah prestasi yang membuatnya sejajar dengan klub-klub elite Indonesia.

PSMS merupakan salah satu raksasa sepak bola Indonesia pada era Perserikatan. Klub kebanggaan Sumatera Utara itu enam kali menjadi juara Perserikatan, yakni pada 1967, 1969, 1971, 1975 (juara bersama Persija Jakarta), 1983, dan 1985.

Nama besar PSMS juga lahir dari kiprahnya di level internasional. Ayam Kinantan pernah menjadi juara Aga Khan Gold Cup, salah satu turnamen antarklub paling bergengsi di Asia Selatan pada masanya. PSMS juga mencatat sejarah dengan finis di peringkat keempat Turnamen Klub Juara Asia 1970, cikal bakal AFC Champions League.

Tradisi juara itu berlanjut pada era modern. PSMS menjadi satu-satunya klub yang mampu menjuarai Piala Emas Bang Yos tiga kali berturut-turut, yakni Edisi II tahun 2005 setelah mengalahkan Geylang United 5-1, Edisi III tahun 2005 usai menundukkan Persik Kediri 2-1, serta Edisi IV tahun 2006 dengan mengalahkan PSIS Semarang melalui adu penalti.

Dengan enam gelar Perserikatan, prestasi internasional, serta tiga gelar beruntun Piala Emas Bang Yos, PSMS tetap dikenang sebagai salah satu klub paling bersejarah dalam sepak bola Indonesia.

Kini, nama besar itu kembali diuji di Piala Presiden 2026. PSMS harus bersaing melawan klub-klub Liga 1 dan tim undangan Asia Tenggara. Di Grup B, Ayam Kinantan akan menghadapi juara bertahan Port FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan keikutsertaan timnya bukan sekadar memenuhi undangan.

"Keikutsertaan PSMS di Piala Presiden merupakan sebuah kehormatan. Kami datang bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi ingin menunjukkan bahwa PSMS tetap memiliki karakter sebagai klub besar yang siap bersaing dengan siapa pun. Ini momentum untuk mengembalikan nama besar PSMS," ujar Fendi, Sabtu (25/7/2026).

Pelatih PSMS Eko Purdjianto juga memastikan timnya tidak gentar menghadapi lawan-lawan elite.

"Kita bersyukur bisa ikut Piala Presiden. Pertandingan pertama melawan Port FC yang kita tahu tim bagus dan juara bertahan. Tapi kita sudah siapkan tim untuk melawan mereka. Kita ingin menampilkan permainan yang terbaik," kata Eko.

Saat membuka Piala Presiden 2026 pada Sabtu (25/7/2026), Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, optimistis turnamen tahun ini akan semakin berkualitas dengan kehadiran klub-klub besar Indonesia dan tim undangan dari luar negeri. Turnamen ini akan berlangsung hingga 6 Agustus 2026

"Saya optimistis Piala Presiden tahun ini akan berlangsung lebih meriah. Terima kasih kepada Pak Erick Thohir yang memiliki jejaring sangat luas sehingga turnamen ini kembali menghadirkan klub-klub berkualitas. Terima kasih juga kepada Emtek yang selama delapan musim terus mendukung penyelenggaraan Piala Presiden. Semoga stadion dipenuhi penonton, UMKM ikut merasakan manfaat ekonomi, dan masyarakat dapat menikmati pertandingan yang berkualitas," ujar Maruarar.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai Piala Presiden menjadi ajang penting untuk meningkatkan kualitas klub-klub Indonesia sebelum kompetisi resmi dimulai.

"Makin banyak pertandingan makin bagus buat jam terbang klub dan pemain. Tetapi juga kami pastikan menghitung maksimal masing-masing pemain untuk recovery," kata Erick.

Menurut Erick, format Piala Presiden yang menghadirkan klub-klub luar negeri akan memberikan pengalaman kompetitif bagi klub Indonesia sekaligus mendorong peningkatan kualitas sepak bola nasional. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Prediksi Spanyol vs Prancis: Sama Kuat, Ditentukan Adu Penalti
Pengukuhan Pengurus Mantan PSMS 2026-2030, Rico Waas: Nama Legenda akan Diabadikan di Stadion Teladan
Herna Pardede Yakin Nova Arianto Bawa Timnas U-19 Juara AFF
Misi Terakhir PSMS Bidik Kemenangan di Kandang Persiraja
PSMS Ditahan Imbang Adhyaksa, Posisi Puncak Direbut Garudayaksa
PSMS Bidik Kemenangan Penutup di Kandang Lawan Adhyaksa FC
komentar
beritaTerbaru
9 Ruko di Perumnas Mandala Terbakar

9 Ruko di Perumnas Mandala Terbakar

Medan(harianSIB.com)Sembilan rumah toko (Ruko) berlantai tiga di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Se