Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Sikapi Pembekuan PSSI jadi Agenda Pertama Exco Baru

* Klub Berharap Kompetisi Tidak Berhenti
- Minggu, 19 April 2015 21:56 WIB
304 view
Sikapi Pembekuan PSSI jadi Agenda Pertama Exco Baru
Surabaya (SIB)- Sekjen PSSI Joko Driyono menjelaskan pembekuaan induk organisasi sepak bola Indonesia oleh Kemenpora menjadi agenda pertama Komite Eksekutif (Exco) PSSI setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB).

"Kita endapkan dulu. Tidak akan direspons dengan terburu-buru. Itu penting agar masalah ini menjadi pembahasan pertama bagi Komite Eksekutif serta dikelola untuk meraih hasil terbaik," kata Joko Driyono di sela-sela KLB PSSI di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut dia, setelah melakukan rapat diharapkan bisa mendapatkan proposal yang selanjutnya akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait demi menyikapi pembekuan PSSI yang dilakukan pemerintah.

Saat ditanya apakah melakukan komunikasi dengan FIFA terkait dengan pembekuan, pria yang juga CEO PT Liga Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya tetap melakukan komunikasi. Apalagi pada KLB juga dihadiri oleh perwakilan AFC.

"Komunikasi dengan FIFA tetap meski belum dilakukan secara tertulis. Pada prinsipnya kongres untuk dihadiri oleh AFC," katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti mengatakan, pihaknya memang akan segera menyikapi pembekuan induk organisasi yang dilakukan oleh pemerintah menyusul tidak ditanggapinya surat dari Kemenpora melalui BOPI terkait Arema dan Persebaya.

"Masalah ini akan kami bahas pada rapar Exco secepatnya," katanya dengan tegas.

Selain akan membahas pembekuan PSSI dengan Exco, Nyalla mengaku pihaknya juga akan bertemu langsung dengan Menpora Imam Nahrawi yang telah menandatangani surat pembekuan per 17 April.

Pihaknya menilai pembekuan oleh pemerintah akan berdampak pada pembekuan oleh FIFA. Dampaknya Indonesia tidak bisa bertanding pada berbagai kejuaraan internasional. 

KLUB ISL BERHARAP KOMPETISI TIDAK BERHENTI
Perwakilan klub Indonesia Super League (ISL) berharap kompetisi tertinggi di Tanah Air tetap berjalan meski pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekukan PSSI.

"Yang terpenting kedepan adalah kompetisi tetap jalan. Siapapun itu ketuanya. Kalau kompetisi tidak jalan semuanya akan habis," kata manajer Sriwijaya FC Robert Heri di lokasi KLB PSSI di Hotel JW Marriot Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, jika kompetisi tidak berjalan karena ada pembekuan, pihaknya khawatir akan berdampak sistemik sehingga banyak pihak yang mengalami kerugian. Untuk itu harus ada dukungan untuk memajukan persepakbolaan nasional.

"Mau tidak mau harus duduk bersama (Menpora dan La Nyalla). Bila perlu malam ini juga harus membahas masalah ini," katanya dengan tegas.

Pernyataan sama dikatakan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Menurut dia, meski ada pembekuan, kompetisi harus tetap berjalan. Pihaknya berharap komunikasi antara PSSI dengan pemerintah bisa dilakukan.

Jika kompetisi juga dibekukan, kata dia, pemain banyak yang dirugikan. Hal ini terjadi karena mereka banyak yang lebih siap untuk bekerja diluar sebagai pemain sepak bola. 

"Saya hanya memikirkan pemain. Makanya harus ada komunikasi yang baik. Ayo damai. Singkirkan ego masing-masing," katanya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Ketua PSSI terpilih La Nyalla Mattalitti mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan kelanjutan kompetisi sebelum melakukan rapat dengan Komite Eksekutif PSSI yang dipilih pada KLB PSSI.

"Nanti malam kita akan rapat dengan seluruh anggota Komite Eksekutif. Jika diputuskan lanjut maka tanggal 25 April kompetisi ISL jalan," katanya dengan tegas.

Sebelumnya kompetisi tertinggi di Tanah Air itu dihentikan terkait ada surat dari Kemenpora melalui BOPI yang melarang dua tim yaitu Persebaya dan Arema Indonesia turun pada kompetisi ISL. Sesuai dengan rencana kompetisi akan digulirkan setelah KLB ini. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru