Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Ansyari Lubis: Menjadi Pelatih Tidak Cukup Modal Pengalaman Bermain

- Minggu, 26 April 2015 17:37 WIB
457 view
Ansyari Lubis: Menjadi Pelatih Tidak Cukup Modal Pengalaman Bermain
SIB/Christopel Naibaho
PIMPIN LATIHAN: Ansyari Lubis serius memimpin latihan Pro Duta FC di lapangan Asam Kumbang.
Medan (SIB)- Usai mengikuti pendidikan dan kepelatihan untuk memperoleh lisensi C AFC, pelatih Produta FC Ansyari Lubis mengatakan pentingnya pendidikan tersebut untuk menambah kualitas. Karena katanya, dalam melatih tidaklah cukup bermodalkan pengalaman sebagai mantan pemain.

Baginya hal yang paling krusial bagi seorang pelatih harus bisa mengidentifikasi tim serta detail dalam melihat kelebihan maupun kekurangan tim, terlebih individu para pemain.

"Satu hal positif pelatih lebih dituntut lebih detail. Detail itu dalam arti kata ketika kita latihan, pemain salah kita harus tahu kesalahannya apa. Selanjutnya kita bisa observasi apa masalah di tim dan kita identifikasi masalah. Itu yang paling krusial bagi seorang pelatih," ujarnya.

Menurut Uwak (sapaan akrab Ansyari), sudah seharusnya PSSI daerah jeli melihat peluang yang ada dengan memberdayakan pelatih-pelatih yang ada untuk diberikan kursus serta uji lisensi, demi membangkitkan sepak bola daerah tersebut.

"Kita banyak pelatih. Untuk itu Asprov kita harus jeli dalam mengambil peluang ini dengan memberdayakan pelatih-pelatih saat ini. Karena sepakbola kan semakin lama semakin berkembang. Makanya kalau mereka jeli bisa bikin kursus di sini, tentu akan berdampak baik untuk daerah tersebut," tambah Uwak.
Menurutnya pelatih tidak bisa didasarkan hanya pengalaman sepak bola saja.

"Pembinaan usia muda. Kita kalah di pembinaan usia muda, karena pelatih-pelatih yang menangani SSB tidak mempunyai lisensi. Mereka hanya berdasarkan pengalaman.

"Kalau kita mau bikin akademi carilah pelatih-pelatih yang berlisensi C AFC. Karena tujuan sepakbola ini kan gak jelas. Kalau kita tidak perkuat dari dasarnya sampai jongkok pun kita gak bisa ngejar Thailand dan Singapura. Itu masih Asia Tenggara, belum Eropa. Jadi itu yang penting," ujar Uwak. (Dik-CN/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru