Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

PSSI: Dapat Dukungan Penuh AFC

* Pemerintah Tidak Berniat Buat Operator Liga Baru
- Rabu, 29 April 2015 09:44 WIB
275 view
PSSI: Dapat Dukungan Penuh AFC
Jakarta (SIB)- Di negeri sendiri sudah dibekukan, tapi PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti tetap eksis di luar negeri. Mereka mengklaim mendapat dukungan langsung dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

Seperti tertuang dalam situs resmi PSSI, saat ini La Nyalla dan rombongan sedang berada di Bahrain untuk mengikuti kongres AFC pada Kamis (30/4) lusa. Mendampingi dia antara lain Wakil Ketua Umum II Hinca Panjaitan dan Plt Sekjen, Azwan Karim.

Disebutkan bahwa sebelum kongres dilakukan, PSSI melaporkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) pada 18 April lalu, yang antara lain menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum PSSI periode 2015-2019, kepada presiden dan sekjen AFC.

"Kami memberi tahu hasil KLB kemarin dan melaporkan situasi dan kondisi PSSI saat ini kepada AFC," ungkap Azwan Karim di situs pssi.org.

Disebutkan pula bahwa Presiden AFC, Salman Bin Ebrahim Al Khalifa, mengapresiasi pemilihan ketua umum PSSI yang baru, serta berharap stabilitas PSSI bisa terus terjaga.

"Stabilitas sebuah federasi di setiap negara anggota AFC dalam hal ini PSSI harus dijaga. Saya berharap mudah-mudahan pemerintah Indonesia mengerti independensi yang diharuskan FIFA kepada anggotanya," kata Salman.

"Presiden La Nyalla Mattalitti saat ini adalah sosok yang tepat untuk memimpin PSSI. Saya sebelumnya sudah pernah bertemu dengan La Nyalla, salah satunya saat berkunjung ke Indonesia tahun 2014 lalu."

Dalam situs resmi AFC nama La Nyalla memang sudah tercantum di laman asosiasi Indonesia. Hanya saja, masih ada kesalahan di kolom pelatih timnas, yang masih mencantumkan nama Alfred Riedl.

Di situs resmi FIFA, sampai saat ini masih tertera nama Djohar Arifin Husin dan Joko Driyono sebagai presiden dan sekjen PSSI.

PSSI dibekukan pemerintah melalui Surat Keputusan Menpora RI per tanggal 17 April 2015. Atas hal tersebut PSSI sedang mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Tidak Berniat Buat Operator Liga Baru

Sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak berniat untuk membuat operator liga baru di luar PT Liga Indonesia atau membuat kompetisi tandingan dalam menangani kompetisi di bawah tim transisi.

"Pemerintah tidak berniat membuat operator liga yang baru untuk memutar kompetisi. Pemerintah juga tidak berpretensi untuk membuat liga atau kompetisi tandingan," kata Imam saat menggelar pertemuan dengan klub-klub ISL di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (27/4).

Imam menegaskan bahwa kelanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) tetap berada di bawah PT Liga Indonesia.

"Operator yang melanjutkan roda kompetisi tetap di tangan PT Liga Indonesia," kata Imam.

Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah memastikan liga berjalan sesuai peraturan dan perundangan. Selain itu, pemerintah juga meminta agar kompetisi sesegera mungkin diputar kembali.

Menurut Imam, pemerintah memberikan kesempatan pada PT Liga untuk melanjutkan kompetisi sesuai dengan yang tertulis dalam surat keputusan Menpora nomor 01307 tahun 2015.

"Sesuai SK Menpora No. 01307 tahun 2015, PT Liga bisa melanjutkan kompetisi dengan supervisi oleh pemerintah," kata dia.

Supervisi yang dimaksud, kata Imam, bukan sebuah intervensi yang dilakukan pemerintah tentang bagaimana kompetisi dijalankan, melainkan untuk memastikan PT Liga mengadopsi prinsip perbaikan tata kelola dan transparansi.

Menpora meminta PT Liga untuk membuka nilai kontrak komersial dengan BV Sport dan QNB Group. Selain itu PT Liga juga diharuskan membuka nilai komersial yang didapatkan klub serta mengungkapkan kapan dan cara pembayaran sesuai jadwal yang ditentukan. (detiksport/Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru