Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026
Keputusan PSSI Hentikan Kompetisi Mengikat Semua Klub

Ribuan Jakmania Demo, Minta Presiden Selamatkan Sepakbola Indonesia

* Klub Mulai Dukung Menpora
- Rabu, 06 Mei 2015 18:50 WIB
883 view
Ribuan Jakmania Demo, Minta Presiden Selamatkan Sepakbola Indonesia
SIB/TMC POLDA METRO JAYA
Ribuan suporter tim Persija Jakarta yang mengatasnamakan The Jakmania melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).
Jakarta (SIB)- Suporter fanatik Persija Jakarta, Jakmania meminta Presiden Joko Widodo turun tangan menyelamatkan persepakbolaan Indonesia setelah terjadi pembekuan PSSI dan penghentian kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

"Kami ingin segera Pak Presiden menyelesaikan masalah ini, kami sudah meminta kemana-mana sampai akhirnya kami ke sini (Istana Negara). Semoga Pak Presiden mempunyai hati nurani," kata Ketua Umum Jakmania, Richard Achmad Supriyanto dalam orasinya di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa.
Dalam orasinya, ia juga meminta agar kompetisi ISL dapat digulirkan kembali secepatnya.

"Kompetisi merupakan hiburan rakyat Indonesia dan pemersatu bangsa. Kami juga kasihan dengan nasib para pemain yang menggantungkan hidupnya dari ISL," kata Richard.

Ribuan Jakmania melakukan orasi di depan Istana Negara yang dijaga ratusan polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat.

Selain itu, orasi yang dilakukan ribuan Jakmania mengakibatkan kemacetan dari arah Jalan Medan Merdeka Utara (depan Istana Negara) menuju Harmoni.
Sebelumnya, pada Sabtu (2/5), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan menghentikan seluruh kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 setelah PSSI menyatakan keadaan "force majeure".

"Menurut regulasi kompetisi, maka dianggap seluruh kompetisi ISL 2015 tidak ada atau selesai tapi tidak tuntas," kata Pucuk Pimpinan Manajemen PT Liga Indonesia setelah rapat dengan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Jakarta, Sabtu.

Menurut Joko, keputusan tersebut akan ditindaklanjuti kepada seluruh klub dalam rapat direksi PT Liga Indonesia.

"Karena akan memiliki dampak terhadap hubungan liga dengan klub, liga dengan "partner", dan klub dengan pemain," katanya.

Selain itu, PSSI menyatakan keadaan "force majeure" sehingga menyebabkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) maupun Divisi Utama 2015 dihentikan.

"Ada satu kekuatan yang luar biasa melakukan intervensi terhadap PSSI yang mengakibatkan suasana menjadi gaduh sampai sekarang," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan di kantor PSSI, Sabtu.

Menurut Hinca, pihaknya telah berusaha secara maksimal dengan prinsip-prinsip menghormati dan terbuka terhadap pihak Kemenpora dengan cara mengajak berdialog untuk menjelaskan duduk persoalan apa adanya tetapi belum mendapat tempat yang seharusnya.

Ia mengatakan keadaan "force majeure" terjadi setelah 17 April ketika keluar SK Menpora yang tidak mengakui PSSI kemudian dilanjutkan dengan surat Menpora kepada Polri pada 20 April yang meminta agar kepolisian tidak memberikan izin penyelenggaraan sepak bola di Indonesia.

"Maka, Komite Eksekutif PSSI memastikan keadaan "force majeure" telah terjadi di luar kehendak PSSI bahkan diluar kehendak Undang-Undang," katanya.

KLUB MULAI DUKUNG MENPORA

Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti menanggapi santai sikap beberapa klub yang dinilai mulai mendukung Kemenpora. Dia yakin bisa mengubah pendirian klub-klub tersebut 180 derajat jika sudah bertemu langsung.

Satu per satu klub-klub ISL mulai mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap PSSI yang memberhentikan kompetisi ISL. Persib Bandung misalnya, mereka mengaku kecewa dan merasa dirugikan akibat sikap PSSI tersebut.

Terakhir, PBFC telah datang ke kantor Kemenpora sekaligus meminta penjelasan terkait tim transisi.? Kabarnya, dalam waktu dekat seluruh klub ISL dan Divisi Utama dijadwalkan menggelar pertemuan soal konsolidasi.

La Nyalla menilai sikap-sikap klub tersebut merupakan riak-riak kecil, dan ia yakin bisa mengatasinya.

"Itu hanya riak-riak kecil saja. Kan mereka belum bertemu dengan saya langsung, Insya Allah kalau sudah ketemu saya akan berubah 180 derajat," cetus La Nyalla melalui blackberry messenger kepada wartawan.

"Tidak mungkin ada breakaway league lagi di Indonesia. Kita lihat saja nanti hasil akhirnya," lanjut dia.

MENGIKAT SEMUA KLUB

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan menyatakan keputusan PSSI yang telah menghentikan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 tidak hanya mengikat kepada PT Liga Indonesia tetapi juga untuk semua klub di bawah naungan PSSI.

"Ini juga berlaku untuk seluruh perangkat pertandingan dan semua "stakeholder" yang terlibat dengan PSSI," kata Hinca setelah rapat dengan anggota Komite Eksekutif (Exco) di kantor PSSI, Jakarta, Sabtu.

Menurut Hinca, apabila mereka melanggar kewajibannya sebagai anggota PSSI atas keputusan tersebut, maka tentu saja ada sanksi yang akan diterima.
"Konsekuensinya sama dengan PSSI, jika melanggar kewajibannya sebagai anggota AFC dan FIFA tentu dihukum," katanya. (Ant/detikcom/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru