Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Johny Pardede Puji Pangdam I/BB Benahi PSMS

- Senin, 11 Mei 2015 15:13 WIB
302 view
Johny Pardede Puji Pangdam I/BB Benahi PSMS
Medan (SIB)- Mantan pembina sepakbola terkemuka di Sumut, Johny Pardede memuji upaya Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Edy Rahmayadi membenahi PSMS Medan. Langkah Pangdam tersebut harus mendapat dukungan semua pihak agar PSMS kembali  meraih masa kejayaannya.

“Kita sebagai warga Medan dan juga mantan pembina bola, sangat bangga dengan kepedulian Pangdam I/BB yang berhasil mengumpulkan dana untuk kemajuan tim kesayangan kota Medan. Apalagi Pangdam I/BB juga membenahi mess pemain, dan bahkan gizi para pemain pun tak luput menjadi perhatiannya,” ujar Johny.

Mantan pemilik klub Harimau Tapanuli/Pardedetex dan manajer Timnas U-16 ini mengagumi Pangdam I/BB yang sudah bersusah payah mengggalang dana dari para pengusaha, pejabat, dan pecinta PSMS. “Jerih payah yang dilakukan Pangdam tersebut harus kita apresiasi,” katanya.

Johny mengaku tidak terlalu ikut campur dalam manajemen PSMS. Pasalnya, siapa saja berhak  memimpin PSMS demi kemajuan  sepakbola tersebut. "Kalau Pangdam I/BB bersedia menjadi ketua PSMS, kita dukung. Saya hanya mendukung semangat pak  Edy untuk membangkitkan sepakbola Ayam Kinantan,” ujar Johny yang mengaku sudah berteman dengan Edy sebelum menjadi Pangdam.

Untuk mengembalikan prestasi PSMS, manajemen juga harus mencari pemain-pemain berkualitas. Penundaan kompetisi akibat PSSI dibekukan, bisa dimanfaatkan manajemen untuk berburu pemain-pemain yang sudah jadi, terutama untuk putaran kedua. “Pemain PSMS yang ada sekarang ini rata-rata belum memenuhi standard untuk mengikuti kompetisi level nasional,” kata Johny.

Menurut Johny, buruknya fasilitas stadion Teladan punya andil merosotnya prestasi PSMS. Karena itu Johny menyarankan, stadion yang didirikan pada tahun 1951 saat penyelenggaraan PON III itu, harus direnovasi sesuai standard AFC. “Medan merupakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia, namun tidak memiliki stadion yang bisa dibanggakan. Stadion Teladan sudah sangat tua, kalau tidak direnovasi total takutnya malah roboh dan memakan korban,” kata Johny.

Johny bercerita, ketika berkunjung di sejumlah daerah berkaitan kegiatan rohani, banyak pihak yang bertanya kenapa PSMS sekarang prestasinya merosot? Berangkat dari pertanyaan itulah, Johny terpanggil untuk “urun rembuk” mengkritisi PSMS.

Ketika disinggung peluangnya “come back” untuk membina sepakbola, terutama PSMS, Johny tidak bersedia karena ingin fokus dalam kegiatan rohani. “Kalau terlibat langsung ngurusi bola, saya tidak mau lagi karena mau fokus dalam kegiatan rohani. Kalau sekedar sumbang saran boleh juga,” katanya. (R8/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru