Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Uji Kualitas, PSMS Siap Taklukkan Liga Super Sumut

- Selasa, 19 Mei 2015 16:29 WIB
599 view
Uji Kualitas, PSMS Siap Taklukkan Liga Super Sumut
SIB/Christopel Naibaho
Kapten Tim PSMS Medan Tri Yudha Handoko dan juga kiper tim, Guntur Pranata, berhadapan dengan calon lawan tandingnya Legimin dan juga Rachmat Hidayat mewakili tim Liga Super Sumut. Laga ini akan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Selasa (18/5).
Medan (SIB)- Partai eksibisi antara tim PSMS Medan melawan Liga Super asal Sumut, hari ini, Selasa (19/5)  akan menjadi ujian kualitas kepada seluruh punggawa tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut. Pasalnya, kali ini lawan yang mereka hadapi merupakan pemain asal Sumut yang berkiprah di kasta sepak bola tertinggi nasional Liga Super Indonesia atau yang saat ini bernama Qoatar National Bank (QNB). Rencananya, kick off akan dimulai pukul 17.40 WIB.

Manajer PSMS Medan, Andry Mahyar dalam temu pers untuk laga eksebisi tersebut tampak sesumbar akan memberi perlawanan ketat kepada seluruh pemain liga super asal Sumut. 

"Ada beberapa motivasi dalam pertandingan ini. PSMS ingin mendapatkan lawan tanding sepadan, untuk menunjukkan ke publik bahwa PSMS tetap persiapan. Kami juga ingin melihat kualitas pemain PSMS dengan lawan super league asal Sumut Itu lah yang utama. Namun laga tetap punya gengsi dan tim sudah siap. Pastinya Saktiawan maupun Legimin tidak akan bisa berbicara banyak di laga besok (hari ini)," ujar Andry. 

Sementara itu,  Parlin Siagian sebagai penanggungjawab, baik PSMS dan Liga Super Sumut ingin memberikan kualitas terbaiknya. "Karena masing-masing pemain ingin  menunjukkan kualitas, Saya pikir pertandingan ini akan bagus. Saya ingin semua pemain jangan mengecewakan penonton yang sudah membeli tiket," harapnya saat temu pers.

Selain itu tokoh sepak bola nasional ini menjadikan laga ini kebangkitan Sumut. Duel ini diharapkan untuk membiasakan publik Medan gemar dengan budaya beli tiket. "Tidak hanya dalam pemain, tapi dari penonton juga. Jangan mengharapkan gratis saja. Mari kita mulai dari sekarang dan menjadi sepak bola Sumut maju," sambungnya.

Ada pun tim Liga Super Sumut akan turun dengan sejumlah pemain terbaiknya. Sebut saja Herman Batak (Kiper), Hardiantono, M Rifqi, Wiganda, M Antoni, Legimin Rahardjo, Fajar Handika, Rahmad Hidayat, Riko Simanjuntak, Ghozali Muharom Siregar dan Saktiawan Sinaga. 

"Kami memanggil pemain yang berkualitas di laga eksibisi ini. Pressure tinggi PSMS yang harus kami antisipasi. Saat ini mereka punya motivasi bagus," jawab Colly Misrun pelatih PSMS Medan.

Kapten Liga Super Sumut, Legimin juga menjanjikan keinginan yang sama. Mampu menghibur para pecinta sepak bola Sumut yang merindukan pertandingan menarik. "Selain laga emosional bagi kami anak Sumut yang akan melawan PSMS, kami berusaha bermain maksimal. Semoga dalam pertandingan nanti semua penonton terhibur," kata Legimin.

Panpel sendiri sudah membuka penjualan tiket bagi suporter di Stadion Teladan mulai pukul 11.00 WIB. Sedangkan untuk umum dimulai pukul 13.00 WIB. Untuk tiket Tribun Terbuka seharga Rp 15 Ribu, Tribun Tertutup: Rp 25 Ribu. 

Masyarakat Kecewa Laga Eksebisi PSMS Bayar
Moment laga eksebisi PSMS Medan versus Liga Super Sumut diduga telah dimanfaatkan pihak manajemen untuk mengambil keuntungan pribadi. Pasalnya, dalam laga tersebut masyarakat dibebani biaya tiket untuk menyaksikan pertandingan di stadion Teladan Medan, Selasa (19/5)

"Seharusnya pihak manajemen jangan membebani kepada masyarakat dengan tiket saat laga PSMS lawan Liga Super Sumut. Lawan PSMS dalam partai eksebisi sebenarnya merupakan tim Tarkam yang tidak sepantasnya dibanggakan. Jika memang performa PSMS sebaiknya pihak manajemen mencari tim yang selevel atau di atasnya dan terdaftar di PSSI. Nah apakah Liga Super Sumut merupakan tim yang terdaftar di PSSI," ujar pengamat sepakbola Medan Azam Nasution di Medan, Senin (18/5).

Ia mengatakan, kita tetap memberikan dukungan kepada Pangdam I/BB yang sangat peduli dengan kemajuan PSMS. Namun, sangat disayangkan pihak manajemen yang merupakan titipan diduga telah memanfaatkan PSMS untuk mencari keuntungan pribadi. PSMS merupakan milik masyarakat Medan, bukan milik manajemen PSMS yang mencari popularitas, tanpa disadari telah membuat PSMS hancur.

"Apalagi penyelenggaraan partai eksebisi telah mengkangkangi panpel yang terbentuk. Tampaknya pihak manajemen saat ini hanya sor sendiri tanpa berpikir akibat ke depannya, PSMS yang sudah dekat dengan masyarakat, namun masyarakat sebagai pendukung PSMS merasa kecewa dengan beban tiket yang dilakukan pihak manajemen. Sementara itu, lawan yang dihadapi bukan tim hebat tetapi merupakan tim tarkam yang diambil dari berbagai tim di Indonesia yang belum tentu ada kekompakan dalam tim.

Untuk itu, pihak manajemen sebaiknya mencari tim yang benar-benar tim, bukan tim yang diisi pemain secara cabutan," pungkasnya. (Dik-CN/R10/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru