Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Antisipasi Dampak Pokemon Go

* Oleh : Ramen Antonov Purba
- Selasa, 26 Juli 2016 17:00 WIB
666 view
Antisipasi Dampak Pokemon Go
Popularitas game Pokemon Go sangat spektakuler. Semua media membahas Pokemon Go. Ada positif, ada negatif. Positif dikatakan, game Pokemon merupakan kreasi baru. Negatif dikatakan game bakal membawa dampak buruk. Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan mewanti-wanti game ini. BIN melakukan analisis terhadap sistem game Pokemon Go. Karena Pokemon ada di sekililing istana negara dan beberapa objek penting negara. Game hanyalah permainan, tetapi jika berbahaya tentu perlu pengawasan. Jangan sampai hiburan berubah menjadi petaka bagi bangsa dan negara. Tentu perlu antisipasi guna menghindarkan yang tak diinginkan. Keamanan hal penting yang harus dijaga stabilitasnya.

Pokemon Go merupakan produksi Nintendo dan Niantic Inc. Mempergunakan teknologi augmented reality (realitas tertambah) dan diinstal pada ponsel pintar. Pokemon Go berbasis GPS (Sistem Pemosisi Global). Teknologi GPS memungkinkan pemain bermain di dunia nyata dan menangkap monster virtual yang diposisikan berdasarkan koordinat letak ponsel. Game ini juga menggunakan teknologi pengambilan foto via satelit. Sangat canggih teknologi yang dipergunakan. Wajar jika BIN kuatir. Karena dengan sistem yang digunakan, bisa disusupi untuk masuk ke lokasi-lokasi penting negara. Cukup meletakkan Pokemon di beberapa posisi strategis, ahli retas bisa dengan mudah mempergunakan media Pokemon untuk mengacaukan keamanan data negara.

Di negara seperti Selandia Baru dan Australia, Pokemon diposisikan di beberapa lokasi strategis seperti kantor polisi. Aparat keamanan kedua negara sampai menangkap pemain yang masuk ke kantor kepolisian untuk berburu pokemon. Di Amerika Serikat lebih parah lagi. Ada 2 orang sampai masuk jurang karena keasikan berburu Pokemon. Ada yang tabrakan. Ada pula terjebak di kuburan dan tak tahu jalan keluar. Kejadian-kejadian ini menambah panjang daftar negatif dari game Pokemon. Game Pokemon seolah terlalu canggih sehingga berbahaya untuk dimainkan. Beberapa negara sampai melarang Pokemon Go dirilis di negara mereka. Anehnya lagi, Jepang negara asal pembuat game Pokemon malah sama sekali belum dapat mengakses.

Pokemon Go memang belum secara resmi dirilis di Indonesia. Tetapi animo masyarakat sudah sangat besar. Ada beberapa instansi pemerintah yang sampai mengeluarkan pengumuman larangan bermain Pokemon Go. Terlalu berlebihan memang respon masyarakat, tetapi ada baiknya menjadikan permainan tetap sebagai permainan. Tak perlu terlalu berlebihan.  Jika kelak ditemukan indikasi berbahaya dari teknologi Pokemon bagi keamanan data negara, negara harus tegas seperti negara-negara lain yang membuat larangan. Untuk apa game yang membahayakan keamanan. Untuk apa canggih jika merusak. Lebih baik bermain game yang sudah ada dan nyaman. Daripada game baru yang merubah kita jadi buruan. Peran negara dibutuhkan menyikapi seklumit kontraversi game Pokemon Go.

Kembali Ke Masa Lalu
Game atau permainan bukan barang baru. Sejak Indonesia merdeka sudah banyak permainan yang muncul. Tetapi dulu masih tradisional dan belum menggunakan teknologi canggih seperti sekarang. Meski tradisional, permainan pada jaman dahulu lebih banyak positifnya. Semisal permainan enggrang yang mempergunakan bambu sebagai medianya. Pemain dituntut menjaga keseimbangan dan kebugaran agar kuat menahan bambu yang menopang. Ada lagi panjat pinang yang menggunakan batang pinang yang diolesi pelumas sebagai media. Permainan ini menuntut kerjasama tim agar dapat meraih target. Banyak lagi permainan tradisional yang memiliki makna pendidikan.

Jika dicermati bagaimana teknologi meremukredamkan generasi kita, sangat elok jika kita kembali ke permainan masa lalu. Tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk bermain. Media permainan sudah tersedia di alam. Permainan tradisional lebih melatih diri pemainnya. Misalnya ketika berlari maka secara refleks pemain berolah raga. Tentu baik untuk kesehatan. Tradisional lebih cenderung positif. Bukan berarti yang modern semuanya buruk. Yang modern juga banyak yang baik dan mendidik. Tergantung pengguna memanfaatkan dan mengarahkan pola pikirnya dalam bermain ke mana.

Tradisional tak hanya mendidik dan meningkatkan kreativitas secara alami. Dengan tetap memainkannya, secara tak langsung kita melestarikan produk masa lalu yang bernilai sejarah tinggi. Sejarah harus selalu diingat dan dikembangkan. Harus pula diteruskan secara turun temurun agar tetap menjadi terjaga nilai-nilai dan cita rasanya. Dengan tetap mempergunakan permainan tradisional, secara tak langsung kita juga mengajarkan bagaimana sejarah masa lalu bangsa.
Antisipasi

Harus ada langkah-langkah antisipasi yang dilakukan, jika kelak Pokemon Go memang akan diijinkan untuk dimainkan di Indonesia. Pembatasan-pembatasan sangat diperlukan agar tak sampai masuk ke objek-objek penting. Aturan-aturan juga penting guna mengatur para pemain agar jangan kebablasan. Dampak negatif bisa dihindarkan dengan etika dan estetika permainan yang dibuat. Merupakan tugas pemerintah melalui Kementerian Informatika. Kementerian Pendidikan menengah dan Tinggi juga harus dilibatkan. Lembaga-lembaga ini diharapkan langkah cepatnya melakukan upaya-upaya pengaturan dan pembatasan.

Permainan yang baik adalah permainan yang mendidik dan menambah kreativitas para penggunanya. Jika yang terjadi sebaliknya, maka perlu ada kajian terkait dengan permainan tersebut. Pokemon Go jika ditelusuri sesungguhnya bukan permainan yang tidak baik. Mengacu kepada teknologi yang dipergunakan dan biaya yang digelontorkan untuk membangun permainan tersebut, jelas terlihat jika Pokemon Go sarat dengan kualitas. Namun, manajemen produsen game ini juga perlu mencermati kejadian-kejadian yang terjadi akibat dari permainan ini dan melakukan perbaikan.

Jangan sampai kinerja terganggu hanya gara-gara permainan. Jangan sampai pemain tidak sadar sedang dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi. Jangan pula sampai permainan membahayakan keselamatan pemainnya. Silakan lakukan antisipasi sebelum terlambat. Kita tak boleh memberikan toleransi terhadap hal-hal negatif dan berdampak buruk terhadap stabilitas nasional negara dan bangsa. Bagi yang sudah terlanjur bermain, silahkan berhati-hati dalam penggunaannya demi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. (Penulis Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan, Staf UPT Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Politeknik Unggul LP3M Medan/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru