Danau Toba merupakan salah satu dari 10 target pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata dunia. Danau Toba merupakan danau terbesar tak hanya di Indonesia juga di Asia Tenggara. Danau Toba memiliki ukuran yang sangat luas dan merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Danau Toba juga danau nonvulkanik nomor dua di dunia, setelah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba juga salah satu danau terdalam di dunia dengan kedalaman sekitar 450 meter merupakan danau tekto-vulkanik dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Danau Toba terbentuk 73 000-75 000 tahun yang lalu melalui letusan supervolcano (gunung berapi super). Sejarah klasik terbentuknya Danau Toba memperlihatkan jika Danau Toba memiliki nilai jual tinggi. Harus diperkenalkan ke dunia Internasional.
Perhatian Presiden terhadap Danau Toba sangat serius menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia. Terbukti dengan rangkaian kunjungan yang dilakukannya baru-baru ini. Presiden membuka Karnaval kemerdekaan di Parapat dan Balige untuk mempromosikan Danau Toba. Langkah ini harus diapresiasi dengan keseriusan mengelola Danau Toba ke depan. Danau Toba harus benar-benar dijadikan sebagai Bali baru Indonesia. Kerjasama semua pihak akan sangat diharapkan demi terwujudnya tujuan tersebut. Kita yakin akan semakin banyak yang penasaran dengan Danau Toba yang baru. Rasa penasaran tersebut akan berbuah kepada meningkatnya kunjungan wisatawan baik nasional maupun Internasional ke Danau Toba. Tak hanya Danau Toba yang layak menjadi destinasi wisata. Setidaknya ada 7 kawasan yang juga layak untuk dikunjungi, seperti :
1 Pulau Samosir
Pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Toba ini juga sangat menarik untuk dikunjungi. Di pulau ini terdapat 2 desa yakni Tuktuk dan Tomok yang juga cukup dikenal. Di sini terdapat objek yang memiliki nilai sejarah tinggi. Ada Makam Raja Sidabutar, Museum Batak dan pertunjukan tari Boneka Sigale-gale.
2 Parapat
Parapat terkenal dengan udaranya yang sejuk. Merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Danau Toba. Di sekitar Parapat banyak terdapat pohon pinus. Bagi pecinta monyet akan mendapat banyak moment.
3 Pulau Sibandang
Pulau ini terkenal dengan pohon mangga. Disini persawahan dan perumahan tertata sangat apik dan layak untuk dinikmati. Dikelilingi oleh bukit-bukit terjal dan hijaunya lembah dan keindahan danau yang membentang serta sejuknya udara pegunungan, sungguh sangat menakjubkan.
4 Tongging
Dari Tongging kita dapat menikmati keindahan panorama Danau Toba. Danau Toba akan terlihat sangat eksotis dari ketinggian 900 mdpl. Di Tongging juga terdapat Air Terjun Sipiso-piso salah satu air terjun tertinggi di Indonesia.
5 Bakara
Bagi mereka yang suka memancing maka sangat cocok untuk berkunjung ke Bakara banyak lokasi yang mantap untuk memancing. Lokasinya tak jauh dari Danau Toba. Sembari memancing kita dapat menyaksikan bukit-bukit hijau di sekeliling Danau Toba. Udaranya yang masih bersih juga akan menjadi daya tarik tersendiri.
6 Pantai Lumban Silintong
Melihat Danau Toba menjelang matahari terbenam akan sangat menarik. Pesona ini dapat dinikmati dari Pantai Lumban Silintong di Balige. Kafe dan rumah makan juga banyak tersedia di lokasi ini. Anak-anak desa yang memperlihatkan kepiawaiannya berenang juga akan banyak terlihat.
7 Pusuk Buhit
Deretan bukit ini sangat terkenal di kalangan pecinta alam. Untuk mencapai ke lokasi ini tak terlalu repot. Disini panorama alamnya sangat indah dan segar. Air terjun yang indah juga menjadi panorama yang sayang untuk dilewatkan.
Masih banyak lagi destinasi wisata berkelas dan bernilai tinggi yang dapat dinikmati di sekitaran Danau Toba. Dengan sentuhan dan perhatian dari pemerintah diharapkan daerah tersebut juga akan segera menjadi destinasi wisata andalan. Keindahan panaroma Danau Toba harus dibangkitkan. Sehingga akan menjadi salah satu pemasukan tak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi masyarakat sekitar Danau Toba. Dengan keseriusan kita meyakini wisata Danau Toba akan bangkit dan tak kalah dengan destinasi wisata di daerah lain.
Peran Masyarakat
Dalam banyak kasus di daerah, banyak proyek yang progresnya tidak meningkat atau lamban hanya gara-gara masyarakat yang tidak siap dengan perubahan dan kemajuan yang ada di depan mata mereka. Terbukti dengan terbengkalainya infrastruktur di beberapa tempat di Indonesia. Sementara uang negara yang dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut tidak sedikit. Ini yang kita takutkan akan terjadi di Danau Toba jika pemerintah tidak tanggap. Salah satu langkah yang dirasa cukup tepat yakni melibatkan masyarakat dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, masyarakat akan paham akan tujuan dilakukannya pembangunan. Jika sudah mengetahui maka secara tidak langsung rasa memiliki sudah tertanam dalam dirinya. Diharapkan, dia juga akan menularkan rasa tersebut kepada rekan-rekan maupun keluarganya. Terlebih dalam Adat Toba, kekeluargaan sangat kental.
Untuk itu, perlu langkah cepat juga melakukan perubahan terkait dengan gaya hidup masyarakat Toba. Kita mengakui banyak Orang Toba yang berhasil menjadi tokoh nasional. Namun tidak sedikit masyarakat yang pola hidupnya masih tradisional. Untuk mengubah pola dan paradigma berpikir tentu tidak dapat dilakukan dengan cepat. Pemerintah harus dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat terlebih tokoh-tokoh masyarakat menyikapi langkah-langkah pembangunan yang akan dilakukan dan apa tujuannya. Sehingga masyarakat dapat memahami jika pembangunan dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Perlu juga diingatkan kepada masyarakat bahwa kini mereka harus meningkatkan potensi dirinya, mempersiapkan hal-hal yang layak untuk dijual sebagai bagian dari pembangunan menuju Monaco of Asia.
Dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai hal diharapkan dapat menambah khasanah berpikir masyarakat. Selain itu dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tujuan dari pembangunan Danau Toba sesungguhnya. Sehingga mereka akan mampu mempersiapkan diri untuk menyambut Danau Toba yang baru. Dengan demikian masyarakat akan telah siap untuk berada di tengah-tengah daerah destinasi wisata yang akan mendunia. Kita lihat Bali, bagaimana masyarakatnya begitu memahami keunggulan daerah mereka. Mereka bukannya pasif, namun aktif dalam melakukan banyak hal yang positif. Bahkan sikap mereka menghadapi para pendatang juga sangat baik dan santun.
Menggali Potensi Masyarakat
Harus dipertegas jika masyarakat bukan hanya memiliki peran sebagai objek dalam pembangunan Danau Toba mereka juga merupakan pemain utama dari pembangunan tersebut. Perlu juga diingatkan jika pembangunan Danau Toba bukan untuk menyerobot hak masyarakat sekitar Danau Toba. Hal yang penting dilakukan adalah menggali potensi masyarakat. Seperti kita ketahui masyarakat Toba memiliki banyak budaya unggulan yang layak untuk dijual. Mulai dari tarian, nyanyian, sampai ke pagelaran-pagelaran yang sesungguhnya sudah banyak tereksplor ke dunia. Bahkan masyarakat Toba juga terkenal dengan masakan yang enak dan nikmat. Namun salah satu ciri khas masyarakat Toba yakni sifat tegas yang terkadang identik dengan kasar, sesungguhnya itu hanya kebiasaan.
Demikian banyak potensi yang dimiliki oleh masyarakat Toba yang harus digali dan diarahkan agar semakin memiliki nilai jual untuk menarik para wisatawan. Seperti di Bali yang terkenal dengan Tari Kecak. Tarian ini langsung dieksploitasi agar menjadi tontonan bagi para wisatawan. Terbukti Tari Kecak menjadi mendunia. Oleh karenanya, masyarakat Toba juga harus berani menggali potensi yang ada dalam dirinya. Selain menggali, sah-sah saja jika mencari potensi-potensi yang selama ini sudah hilang tertelan zaman untuk dimunculkan kembali. Berbekal potensi yang mumpuni, profesional dan baik dipastikan akan banyak penikmat seni dan budaya datang ke daerah Toba. Sehingga Danau Toba tidak hanya indah danaunya, namun juga beragam budayanya yang memiliki nilai seni yang tinggi.
Kita berharap masyarakat akan siap dengan Danau Toba yang setara dengan destinasi wisata di Monaco. Sehingga dapat juga menangkal dampak-dampak negatif yang biasa terjadi di daerah-daerah destinasi wisata dunia. Mari kita menyongsong Danau Toba dengan bentuk baru yang akan memberikan perubahan bagi masyarakat Toba pada khususnya dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya. Mari kita mendukung agar pembangunan Danau Toba dan infrastruktur pendukung segera selesai. Untuk Danau Toba "Monaco of Asia". (Penulis Staf UPT Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Unggul LP3M Medan, pemerhati masalah sosial kemasyarakatan/ r)