Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026
88 Tahun Sumpah Pemuda

Menanti Aksi Nyata Dari Para Pemuda

* Oleh Ramen Antonov Purba
- Jumat, 28 Oktober 2016 13:15 WIB
813 view
Menanti Aksi Nyata Dari Para Pemuda
Kongres pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia merupakan salah satu tonggak dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu para pemuda berkumpul untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sejarah mencatat semangat perjuangan dan persatuan para pemuda ketika itu benar-benar ikhlas untuk bangsa tercinta. Kejadian sumpah pemuda 88 tahun (1928-2016) silam seperti tak berbekas sekarang ini. Pemuda masa kini seolah masih mencari jati diri dari makna kepemudaan itu sendiri. Semangat perjuangan dan persatuan hilang ditelan konstelasi politik yang jahat. Persatuan, idealisme, maupun semangat dari peristiwa sumpah pemuda sudah sangat terkikis. Tentu pemuda harus segera berbenah jika tak ingin semakin tenggelam dan terpuruk.

UU No 40 tahun 2009 Tentang Kepemudaan Pasal 1 (1) mendefenisikan, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Kemudian Pasal 1 (2) menyebutkan kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda. Mengacu kepada isi UU ini jelas terlihat jika pemuda sesungguhnya memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda sebagai masa depan bangsa memiliki tugas mulia demi majunya bangsa dan negara Indonesia melalui potensi dan aktualisasi diri yang dimilikinya. Karenanya sudah menjadi harga mati bagi para pemuda untuk senantiasa melakukan hal-hal yang positif dan berguna dalam kehidupannya.

Makna sumpah pemuda seharusnya benar-benar diresapi dan diamalkan pula oleh generasi muda zaman sekarang. Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja, namun membutuhkan sejarah perjalanan panjang hingga akhirnya seluruh pemuda di Indonesia bertekad untuk mempersatukan dirinya dalam melawan penjajahan pada waktu itu. Memang sangat berbeda dengan pemuda masa kini yang mengaktualisasi pendapatnya dengan melakukan demonstrasi. Demonstrasi sesungguhnya baik jika dilakukan dengan benar dan merupakan aspirasi dari pemuda tersebut demi perubahan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Kini bukan lagi menjadi rahasia jika ada pemuda yang rela berdemonstrasi dengan bayaran. Demonstrasi bukan lagi murni penyampaian aspirasi pemuda, tetapi sudah ada disusupi oleh para perusak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi anarkis. Masih banyak lagi aksi-aksi pemuda yang tak lagi sesuai dengan marwah sumpah pemuda, seperti begal, tawuran, dan narkoba.

Pemuda harus berubah. Peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2016 harus dijadikan momentum perubahan. Pemuda harus kembali menjadi corong perubahan yang senantiasa memperjuangkan aspirasi rakyat. Ide, kreatifitas, idealisme, dan militansi pemuda harus dikembalikan ke jalurnya. Pemuda tidak boleh dibeli oleh kepentingan-kepentingan kotor pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan Indonesia damai, aman, tentram, dan sejahtera. Pemuda harus tumbuh dan besar sehingga akan menjadi calon pemimpin masa depan bangsa ini. Pemuda harus berubah sehingga mampu membawa bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan dan intervensi pihak-pihak yang tak berkompeten. Saatnya pemuda menunjukkan pada dunia, bahwa bangsa Indonesia mempunyai pemuda-pemuda hebat, sebagai aset untuk kedepan menjadi negara yang mampu memimpin dunia.

Aksi Nyata
Jika dicermati, sesungguhnya para pemuda tak perlu lagi mengangkat senjata seperti era sebelum kemerdekaan. Namun perjuangan mereka lebih pada tekad untuk berjuang melawan penjajahan lewat gempuran teknologi, ekonomi dan budaya asing yang banyak memberikan efek negatif. Dalam hal ini para pemuda harus memperlihatkan aksi nyata dalam perbuatannya. Pemuda harus benar-benar memperlihatkan bahwa mereka merupakan pemuda yang mampu berbuat untuk kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Dengan aksi nyata para pemuda harus menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar merupakan generasi emas bangsa ini yang dapat dibanggakan.

Salah satu hal yang dapat dilakukan yakni senantiasa melakukan hal yang positif dalam setiap aktivitas dan kegiatan. Kita mengetahui jika saat ini pemuda ditantang oleh penjajah-penjajah duniawi seperti, begal, tawuran, seks bebas, narkoba, alkohol, hingga perjudian. Pemuda harus berani untuk menolak hal-hal yang negatif tersebut. Alangkah baiknya melakukan hal-hal yang berbau prestasi seperti olah raga, gotong royong, membaca buku, dan masih banyak hal positif lainnya. Dengan demikian, barang haram yang namanya narkoba, judi, dan alkohol perlahan-lahan akan hilang dari negara ini karena tak ada pangsa pasar bagi barang-barang haram, berbahaya, dan merusak tersebut. Sehingga kedepan tak ada lagi pemuda bangsa ini yang harus direhabilitasi dan rusak masa depannya karena narkoba, judi, dan alkohol.

Ada banyak lagi aksi yang dapat dilakukan guna mengembalikan semangat sumpah pemuda 88 tahun silam. Terpenting pemuda harus mau berubah untuk menjadi lebih baik. Pemuda harus terus semangat berpendapat dan berargumen demi kemajuan bangsa. Pemuda harus terus berusaha untuk melestarikan kebudayaan bangsa ini agar tetap menjadi sebuah tatanan nilai yang utuh. Pemuda juga harus tetap bermimpi tinggi, semangat belajar, dan terus berkarya menorehkan tinta emasnya untuk kebaikan bangsa ini. Semua akan terwujud jika pemuda mau dan berkomitmen untuk tetap semangat berjuang dan terus bersatu.

Meraih Kejayaan
Menjadi negara yang jaya merupakan impian bagi semua negara yang ada didunia. Salah satu komponen yang mampu mewujudkan impian tersebut adalah bangkitnya pemuda dan senantiasa melakukan hal-hal yang positif dan bermakna. Pemuda kembali ditegaskan memegang peran sentral dalam mewujudkannya. Pemuda harus menjadi perangkai mozaik persatuan sehingga menghasilkan kejayaan bangsa dan negara ini. Pemuda harus senantiasa menjadi parameter bagi rakyat Indonesia dalam bertindak. Karenanya pemuda harus terus berjuang untuk membebaskan tanah air dari cengkraman imperialisme, sehingga dapat menanamkan makna kehormatan dalam jiwa bangsa Indonesia.

Kedepan pemuda harus kembali seperti dulu untuk menjadi tiang penyeimbang bangsa dan negara ini. Semangat juang dan persatuan yang dimilikinya akan mengembalikan nama Indonesia menjadi negara yang disegani didunia. Mari kita segenap rakyat Indonesia mendukung pemuda untuk berubah kearah yang lebih baik. Pemuda yang maju, berguna, berani, dan bersatu merupakan harapan kita bersama. Semua untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Jayalah Indonesiaku. (Penulis Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan, Staf UPT Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Politeknik Unggul LP3M Medan/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru