Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Bhabinkamtibmas Ujung Tombak Kamtibmas

* Oleh Wartawan SIB, Roy Surya D Damanik SKom
- Kamis, 06 Juli 2017 16:05 WIB
640 view
Bhabinkamtibmas Ujung Tombak Kamtibmas
SIB/Dok
Bhabinkamtibmas Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan sedang bersosialisasi kepada masyarakat.
Luasnya wilayah hukum (Wilkum) Polsek Percut Sei Tuan yang mencakup di 2 kecamatan, di antaranya Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Medan Tembung, di mana total penduduknya mencapai 600,546 jiwa, tidak sebanding dengan personil kepolisian yang hanya 140 orang.

Dirangkum dari penduduk kedua kecamatan ini, untuk Kecamatan Percut Sei Tuan mencapai 436.003 jiwa. Laki-laki 219.239 jiwa sedangkan perempuan 216.746 jiwa.

Jumlah penduduk menurut mata pencarian di antaranya petani 23.346 jiwa, nelayan 5.055 jiwa, pedagang 22.252 jiwa, buruh/karyawan 27.312 jiwa. PNS 10.613 jiwa, TNI/Polri 4.574 jiwa, buruh tani 15.962 jiwa, konstruksi 20.878 jiwa, jasa 5.559 jiwa, pensiunan 9.286 jiwa dan lain-lain (pelajar/pengangguran) 24.287 jiwa.
Sumber daya alam yang dihasilkan di antaranya perkebunan sawit seluas 120 Ha, jagung 645 Ha, tebu 21933,61 Ha dan ubi 50,23 Ha.

Sementara itu, jumlah penduduk di Kecamatan Medan Tembung mencapai 164.542 jiwa terdiri dari laki-laki mencapai 79.576 jiwa dan perempuan 84.996 jiwa. Untuk mata pencarian di antaranya pedagang mencapai 70.567 jiwa, buruh/karyawan 59.195 jiwa, PNS 2.481 jiwa, TNI/Polri 2.701 dan lain-lain diantaranya pelajar/pengangguran 27.5598 jiwa.

Dari perbandingan total penduduk di dua Kecamatan mencapai 600,546 jiwa, sangat tak sebanding dengan personil hanya mencapai 140 Orang. Sementara personil yang lain bertugas di Mako, dan yang lainnya ditempatkan sebagai Bhabinkamtibmas (bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat) yang mencakup di Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru. Desa Pematang Lalang, Cinta Damai, Percut, Cinta Rakyat, Saentis, Tanjung Selamat, Tanjung Rejo, Sampali, Laut Dendang, Medan Estate, Tembung Pekan, Amplas Kebon, Bandar Klippa, Bandar Khalipah, Bandar Setia, Sei Rotan, Sambirejo Timur dan Desa Kolam. Dari dua Kelurahan dan 18 Desa, masing-masing 1 orang.

Sementara itu di Kecamatan Medan Tembung, terdapat Kelurahan Indra Kasih, Sidorejo, Sidorejo Hilir, Bandar Selamat, Bantan Timur, Bantan dan Kelurahan Tembung. Di 7 Kelurahan tersebut, masing-masing juga ditempatkan Bhabinkamtimas.

Dengan adanya perbandingan total penduduk mencapai 600,546 jiwa, tentunya berbagai tindak kejahatan sering terjadi, di antaranya pembunuhan, perampokan, pencurian, cabul dan sebagainya. Dengan adanya tindak kejahatan itu, Polsek Percut Sei Tuan memberdayakan Bhabinkamtimbas sebagai ujung tombak yang ditempatkan di desa-desa dan kelurahan. Tugas pokok Bhabinkamtibmas sangat berpengaruh, di antaranya bersosialisasi kepada tokoh masyarakat, agama, pemuda dan sebagainya.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK tidak berkecil hati dengan jumlah personil yang tak sebanding dengan jumlah penduduknya.
Guna mengantisipasi kejahatan di wilayahnya walaupun minimnya personil, pihaknya kerap melakukan interaksi kepada masyarakat seperti pada Minggu (9/7) pagi menggelar perlombaan "Mancing Gembira" di kolam pancing Pak Ganeg yang terletak di Jalan Lembaga Desa Tanjung Rejo Paluh Merbau, Percut Sei Tuan, untuk memperebutkan Piala Kapolsek.

Perlombaan mancing tersebut juga dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho yang rencananya membuka perlombaan yang berlangsung hanya 2 jam. Untuk peserta dapat diikuti oleh wartawan, ormas, OKP dan masyarakat sipil. Hadiah untuk juara 1-3 dan juara harapan 1-3 bervariasi. Pardamean juga menjelaskan, selain untuk menyambut HUT ke-71 Bhayangkara, acara tersebut sekaligus mensosialisasikan pentingnya menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing serta bekerja sama mengatasi atau mengantisipasi aksi kejahatan dan yang setiap saat bisa saja terjadi, khususnya aksi teror. Dengan adanya kegiatan itu, ke depannya hubungan antara masyarakat dan Polri semakin baik, dan saling memberikan informasi yang berguna.

Selain itu, Kapolsek yang mantan Kabag Ops Polres Asahan yang juga Akademi Kepolisian (Akpol) 2004 tersebut selalu memotivasi seluruh anggota, khususnya Bhabinkamtibmas yang merupakan ujung tombak di tiap wilayah. Contohnya, ia selalu menyambangi anggota untuk tegur sapa dan diajak berbincang-bincang terkait situasi di lapangan maupun di Mako. Juga memberikan masukan guna mengantisipasi aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta cara mengungkap kasus-kasus kejahatan.

Pardamean yang lahir di Porsea, Kabupaten Toba Samosir tetap mewaspadai tindak kejahatan di wilayahnya. Kapolsek yang pernah menjadi Danton dan Danki di Brimob Kelapa 2 Mabes Polri itu memiliki cara tersendiri untuk menindaklanjuti aksi kejahatan di wilayahnya yang cukup luas. Yakni dengan menerima masukan dari anggota khususnya Bhabinkamtibmas, masyarakat atau warga yang menjadi korban kejahatan.

Salah satu keberhasilan yang dilakukannya yakni mengungkap dan meringkus 8 tersangka perampokan Truk Kontainer milik PT Kamadjaja Logistic berisi barang-barang Unilever, dengan menggunakan senjata api belum lama ini. Sebelumnya pihaknya mendapat informasi adanya perampokan di kawasan Jalan Tol H Anif, Desa Sampali, Percut Sei Tuan. Sopir truk, M Rasyid disekap dan dibuang di kawasan Hamparan Perak. Tidak sampai berhari-bari, pihaknya berhasil mengungkap dan meringkus 8 tersangkanya.

Belum lama ini juga personil Reskrim Polsek Percut Sei Tuan meringkus 2 kurir narkoba jenis ganja jaringan asal Aceh.

Dalam penyergapan itu seorang tersangka terpaksa ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan terhadap petugas dan berupaya kabur. Dari tangan tersangka turut disita barang-bukti berupa 49 Kg ganja kering.

Menanggapi seringnya terjadi amuk massa lantaran perbandingan personil Polsek Percut Sei Tuan mencapai 140 orang dengan jumlah penduduk mencapai 600,546 jiwa, pengamat hukum Benny Harahap SH MH mengatakan, jumlah personil Polri memang belum memadai.

"Seharusnya personil Polsek Percut Sei Tuan harus ditambah. Pasti ada pengaruhnya terkait situasi keamanan. Untuk penambahan personil, wajar ditambah. Namun anggaran harus ada," terangnya.

Sebenarnya sambung Benny, Polri harus bekerja sama, yakni merangkul masyarakat. Sebab Polri sendiri yang lebih tau situasi penduduk. Selain itu Polri juga dituntut bekerjasama dengan pemerintahan setempat.

"Selain masyarakat, Polri harus bekerjasama dengan pemerintahan kecil guna melakukan pendataan terhadap masyarakat. Dengan adanya kerjasama Polri dengan masyarakat dan pemerintahan kecil setempat, mudah-mudahan aksi amuk massa dapat berkurang," ucapnya. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru