Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Urgensi Praktisi Mengajar demi Kemajuan Perguruan Tinggi

Oleh: Benyamin Nababan SH SPd MM
Redaksi - Minggu, 02 Agustus 2026 16:40 WIB
618 view
Urgensi Praktisi Mengajar demi Kemajuan Perguruan Tinggi
harianSIB.com/Dok
Benyamin Nababan SH SPd MM

Meskipun demikian, keberhasilan program Praktisi Mengajar sangat bergantung pada efektivitas integrasi antara dosen pengajar dan praktisi itu sendiri. Perguruan tinggi tidak boleh menyerahkan sepenuhnya beban pengajaran kepada praktisi tanpa pendampingan akademis, karena praktisi kerap kali tidak memiliki latar belakang pedagogik yang formal. Dosen pengajar tetap memegang kendali atas struktur kurikulum, asesmen capaian pembelajaran, dan kerangka teoritis, sementara praktisi memperkaya sesi tersebut dengan ilustrasi kasus, alat kerja industri, dan aplikasi praktis. Sinergi dualistis ini memastikan bahwa substansi akademik tetap terjaga secara ketat tanpa mengorbankan relevansi praktisnya.

Perencanaan kurikulum bersama antara dosen dan praktisi sebelum semester dimulai menjadi kunci utama dalam menjaga koherensi materi perkuliahan. Tanpa perencanaan yang matang, materi yang disampaikan oleh praktisi berisiko menjadi sekadar sesi berbagi pengalaman pribadi yang sporadis dan terlepas dari indikator capaian pembelajaran mata kuliah. Penguatan kapasitas pedagogis bagi para praktisi serta penyelarasan persepsi antara akademisi dan profesional industri harus dilakukan secara terstruktur melalui booster workshop atau sesi orientasi pengajaran yang memadai.

Tantangan keberlanjutan program juga memerlukan perhatian serius dari pimpinan perguruan tinggi dan pemerintah. Skema pendanaan dan regulasi insentif harus dirancang agar fleksibel dan berkelanjutan, sehingga kerja sama ini tidak berhenti saat periode program pemerintah berakhir. Perguruan tinggi perlu membangun kemitraan institusional yang mengikat dengan perusahaan dan asosiasi profesi, sehingga kehadiran praktisi mengajar dapat diintegrasikan secara permanen dalam struktur pembiayaan dan operasional perguruan tinggi.

Evaluasi terhadap efektivitas program ini harus dilakukan secara komprehensif dan berkala dengan melibatkan umpan balik dari mahasiswa, dosen, maupun praktisi itu sendiri. Indikator keberhasilan tidak boleh hanya terpaku pada pemenuhan jam mengajar atau kelengkapan administratif semata, melainkan harus mengukur peningkatan pemahaman konsep mahasiswa, kualitas produk atau proyek yang dihasilkan dalam perkuliahan, serta tingkat kepuasan industri terhadap kualifikasi mahasiswa yang terlibat. Melalui mekanisme kontrol kualitas yang berkelanjutan ini, perguruan tinggi dapat memastikan bahwa program Praktisi Mengajar bukan sekadar tren sesaat, melainkan fondasi struktural dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul, relevan, dan berdaya saing global. Keberlanjutan kolaborasi ini akan mengukuhkan posisi perguruan tinggi sebagai pusat penciptaan nilai, pencetak sumber daya manusia berkualitas tinggi, dan penggerak utama kemajuan peradaban serta perekonomian bangsa secara utuh. (Penulis, Dosen Praktisi UNITA)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
UHKBPN Pematangsiantar Gelar Seminar Nasional Perubahan UU Guru dan Dosen
Gubernur Edy Rangkul Para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi untuk Bangun Sumut
Bamsoet: DPR Selalu Siap Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Kemenangan Kotak Kosong di Makassar Jadi Perhatian Akademisi Dunia
ITB Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia
Kejatisu Tangkap Seorang Akuntan Publik dan Dosen
komentar
beritaTerbaru