Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 06 Oktober 2026

Refleksi 165 Tahun HKBP : Panggilan Transformasi Gereja Dan Ketaatan Kepada Allah di Tengah Perubahan Zaman

Oleh: Ronald Naibaho
Redaksi - Selasa, 06 Oktober 2026 19:04 WIB
118 view
Refleksi 165 Tahun HKBP : Panggilan Transformasi Gereja Dan Ketaatan Kepada Allah di Tengah Perubahan Zaman
harianSIB.com/Dok
Ronald Naibaho

(harianSIB.com)

Pengantar

Memasuki usia 165 tahun, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tidak hanya sedang memperingati perjalanan panjang sejarah sebuah gereja, tetapi juga berada dalam momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap panggilan dan tanggung jawabnya sebagai persekutuan orang percaya yang diutus untuk memberitakan Injil Allah dan menjadi berkat bagi dunia (Alinea I Pembukaan AP HKBP 2002 Amandemen ke 4).

Usia panjang sebuah gereja bukan hanya tentang potret keberhasilan dalam mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana gereja mampu menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pertanyaan mendasar yang perlu direnungkan adalah: apa arti menjadi pelayan dan jemaat HKBP, bagaimana HKBP menghidupi panggilannya sebagai tubuh Kristus, bagaimana gereja menjawab perubahan sosial yang begitu cepat, serta bagaimana pelayanan dapat semakin menyentuh kehidupan nyata jemaat.

Sejarah HKBP memperlihatkan bahwa perjalanan gereja tidak pernah terlepas dari dinamika sosial, budaya, pendidikan, politik, dan kepemimpinan. Setiap masa melahirkan pemimpin dan setiap pemimpin menghadapi tantangan, sehingga setiap periode kepemimpinan HKBP dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda zaman dan menghadirkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan jemaat.

Baca Juga:
Tema transformasi hendaknya melahirkan semangat baru agar misi Allah tetap dapat diwujudkan secara nyata di tengah perubahan zaman. HKBP sebagai tubuh Kristus tidak cukup hanya kuat dengan struktur organisasi, tetapi juga kokoh sebagai persekutuan yang mengedepankan Ut Omnes Unum Sint (supaya mereka semua menjadi satu) dalam diri HKBP sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, pelayanan gereja membutuhkan tata kelola yang semakin matang dengan menjunjung prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Satreskrim Tapteng Bekuk Pelaku Pembobolan Sekolah Swasta HKBP Poriaha
HKBP Sirantau Gelar Pesta Tahun Transformasi, Panitia Persiapan Resort Dilantik
HKBP Ambil Bagian dan Bersuara di Seminar Ekologi 2026
HKBP Gelar Minggu Ekologi di Tapteng, 6.000 Bibit Pohon Akan Ditanam
Anak-anak Sekolah Minggu HKBP DR IL Nommensen Sigumpar Dapat Pelatihan Bahasa Inggris
Warga Sibolga Julu Heboh Kasus Penculikan Anak, Seorang Wanita Diamankan
komentar
beritaTerbaru