Kondisi yang sangat panas sedang terjadi dalam politik dunia pascaeksekusi Nimr al-Nimr. Tokoh terkemuka Syiah itu menjadi satu di antara 47 orang yang dieksekusi mati pemerintah Arab Saudi, akhir minggu lalu, dengan tuduhan terorisme. Kematian Al-Nimr kontan memperbesar getaran konflik antara Saudi dan Iran. Buntut dari eksekusi itu berakibat pada penyerangan gedung kedutaan atau pemutusan hubungan diplomatik di antara kedua negara. Tentunya sangat tidak elok melihat kondisi panas ini, bahkan banyak pihak yang memprediksi rentetan lebih panjang akan terjadi karena eksekusi tersebut. Pengaruh politik, ekonomi dan ideologi diyakini akan mampu membuat getaran berubah menjadi guncangan dunia. Meroketnya harga minyak dunia diprediksi juga bakalan dapat terjadi. Kondisi ini tentunya harus diredam agar tidak merembet jauh. Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar tentunya harus berperan aktif untuk menjadi penengah.
Sudah saatnya Indonesia mengambil peranan yang tidak hanya terdepan dalam soal kerja sama dan kesepakatan internasional, tetapi juga dalam upaya perdamaian. Konflik Saudi-Iran dapat dijadikan sebagai ujian bagi kebesaran politik bebas aktif Indonesia sebagai negara yang telah lama aktif dalam percaturan dunia. Hubungan Indonesia dengan Iran yang telah terjalin sejak akhir era 70-an semakin erat di era 90-an dan berlanjut sampai kini. Ini dapat menjadi celah Indonesia untuk masuk ke Iran dalam rangka melakukan perdamaian. Kepercayaan Iran terhadap Indonesia juga diperlihatkan dengan dukungannya di berbagai forum internasional, termasuk untuk posisi ketua Gerakan Non-Blok. Ini akan lebih memudahkan Indonesia dalam mengambil langkah mendamaikan. Dengan siteru Iran, Arab Saudi, Indonesia juga memiliki track record hubungan yang baik dan harmonis. Kerja sama antar Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin kuat, baik dalam politik, ekonomi, maupun pendidikan.
Dari segala segi, posisi Indonesia memang sangat strategis untuk melakukan langkah mendamaikan. Oleh sebab itu, demi kepentingan bersama, Indonesia jangan menunggu lama lagi untuk masuk kedalam konflik Arab - Iran ini dan segera melakukan langkah rekonsiliasi kedua negara. Langkah awal sudah diperlihatkan oleh Majelis Ulama Indonesia yang tanggap meminta pemerintah untuk mengambil peran dalam meredakan konflik. Bahkan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan MUI kemarin, sudah menyiapkan beberapa langkah taktis. Salah satunya menggelar konferensi negara-negara sahabat. Sebuah bentuk ikhtiar lain yang patut pula diberikan apresiasi terkait dengan mendekatkan kedua negara tersebut. Konferensi dalam konsep Presiden nantinya tidak hanya dihadiri negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) tapi seluruh negara yang peduli dengan perdamaian di Timur Tengah akan diundang. Diharapkan dengan duduk bersama maka konflik tersebut bisa segera berakhir.
Banyak Kepentingan
Konflik panas antara Arab Saudi dengan Iran ini seperti dikatakan sebelumnya memang membawa banyak pengaruh, bahkan secara global. Salah satu dampak nyata yang sudah terlihat pada perdagangan Senin kemarin, nilai tukar Ringgit dan Rupiah kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Analis berpendapat pelemahan ini dipicu ketegangan antara Iran dan Arab Saudi yang membuat permintaan dolar AS menguat. Selain itu, bursa saham IHSG juga merosot. Tentunya kondisi ini sangat tidak baik bukan saja bagi perkembangan perekonomian Indonesia, tetapi juga bagi perkembangan perekonomian negara-negara sekitar Saudi dan Iran. Karenanya harus dilakukan langkah cepat agar perseteruan antara kedua negara tidak semakin memanas bahkan sampai memicu perang antar kedua belah pihak.
Begitu banyak kepentingan yang diperjuangkan dalam hal ini, tentunya membuat semua pihak harus bekerja keras. Arab Saudi dan Iran harus disadarkan bahwa tidak ada gunanya berkonflik. Berkonflik hanya akan merugikan bangsa dan negara sendiri. Karenanya harus diserukan kepada kedua belah pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan terjadinya eskalasi keadaan serta membahayakan stabilitas dan keamanan kawasan.
Negara-negara yang terlibat konflik perang dapat dijadikan contoh bahwa berperang antar negara itu sangat tidak elok. Sebagai contoh Israel dengan Palestina, mereka terus berperang dengan egonya, tanpa pernah memikirkan nyawa rakyatnya mulai dari anak-anak, perempuan dan lelaki dewasa yang menjadi korban. Selain itu, sudah berapa banyak warganya yang trauma karena ketakutan akibat dentuman bom dan senjata yang tidak terkontrol. Ini tentunya harus diperhatikan oleh Arab Saudi dan Iran sebelum memutuskan melakukan hal yang lebih jauh lagi.
Jangan Terpancing
Peranan Indonesia sangat penting terkait dengan konflik ini. Pentingnya peran Indonesia dalam meredakan konflik demi menjaga stabilitas di dalam negeri. Kita tidak ingin konflik Saudi-Iran merembet ke Tanah Air dalam bentuk pertikaian antara penganut Sunni yang mayoritas dan Syiah yang minoritas. Kita semua wajib mencegah itu. Kita semua harus mampu menahan diri. Kehadiran negara wajib hukumnya untuk mencegah konflik horizontal di dalam negeri sebagai akibat konflik Saudi-Iran.
Kedudukan aman dan damai serta kerja samalah yang dapat membuat dunia berkembang menuju masa depan yang lebih baik. Semua pihak harus memainkan perannya agar tujuan-tujuan nasional bisa dicapai tanpa merusak hubungan baik. Hidup berdamai akan lebih indah, dari pada hidup dengan konflik. Karenanya Indonesia jangan sampai terpengaruh dengan kondisi yang terjadi di Arab dan Iran. Ada baiknya kita mensupport negara Indonesia agar lebih aktif dan intensif lagi dalam melakukan pendamaian kedua negara. Tidak lupa kita juga berdoa agar konflik di Arab Saudi dan Iran tidak terjadi berkepanjangan.
Sebab itu, Indonesia yang berusaha untuk mendamaikan tentunya harus netral dalam mengambil keputusan dan berposisi. Jangan sampai keinginan mendamaikan malah disalah artikan dan kemudian akan memicu konflik baru. Kita berharap langkah Indonesia didukung oleh negara-negara lain. Dukungan positif akan semakin menambah daya pendamaian bagi mereka yang bersitegang. Sejatinya umat manusia diseluruh dunia hidup berdampingan dengan damai. Saling menghormati, saling menghargai, dan saling memiliki empati merupakan kunci untuk hidup damai. Karenanya kita berharap agar konflik Arab Saudi dan Iran segera selesai dan mereka dapat kembali hidup berdampingan secara damai. (r)