Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Dari Memotong Agenda Hingga Meredam Teror

* Oleh Hanni Sofia Soepardi
- Sabtu, 16 Januari 2016 14:23 WIB
513 view
Dari Memotong Agenda Hingga Meredam Teror
Jakarta (SIB)- Tidak sampai 12 jam setelah terjadinya aksi teror dan ledakan di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Kamis, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa keadaan sudah terkendali.

Kamis 14 Januari 2016 bisa jadi hari yang paling mencekam bagi masyarakat Jakarta sejak awal tahun. Ledakan dan aksi baku tembak mengejutkan banyak pihak bahkan ketika Presiden Jokowi baru memulai kunjungan kerjanya ke Cirebon, Jawa Barat.

Presiden Jokowi mengaku mendapatkan laporan sekitar 40 menit pasca-kejadian ledakan dan penembakan di Jl Thamrin Jakarta.

"Kita semuanya tentu saja berduka atas jatuhnya korban dari peristiwa ini. Kita semuanya mengecam tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat, mengganggu ketenangan rakyat dan menimbulkan teror ke masyarakat," katanya.

Kepala Negara seketika memerintahkan Kapolri dan Menkopolhukam untuk mengejar dan menangkap, baik yang di peristiwa maupun yang ada di jaringan-jaringan ini.

Ia juga menegaskan negara, bangsa, dan rakyat tidak boleh takut, tidak boleh kalah oleh aksi teror seperti ini.

"Dan saya harap masyarakat tetap tenang karena semua terkendali. Setelah ini agenda saya potong dan kembali ke Jakarta," katanya.

TIDAK TAKUT       
Seperti ingin menunjukkan pada dunia, Presiden Jokowi didampingi para menterinya setibanya di Jakarta setelah bergegas terbang dari Cirebon menggunakan helikopter langsung meninjau lokasi kejadian.

Presiden memang mempersingkat agenda kunjungan kerja di Cirebon untuk kembali ke Jakarta.

Presiden bersama rombongan terbatas berangkat dari Bandara Cakra Bhuana, Cirebon, menuju Jakarta dengan menggunakan helikopter Kepresidenan, pukul 15.00 WIB.

Setelah menempuh perjalanan satu jam, helikopter yang ditumpangi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendarat tepat pukul 16.00 WIB di Lapangan Monas. 

Kedatangan Presiden disambut Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur DKI  Jakarta, Kapolda Metro Jaya dan Panglima Kodam Jaya.

Setibanya di Jakarta, Presiden langsung mendapatkan laporan perkembangan terbaru dari Kapolri serta Kapolda Metro Jaya, dan memutuskan untuk meninjau lokasi kejadian di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Presiden memantau langsung ke lokasi hanya selang beberapa jam setelah peristiwa itu terjadi.

Di lokasi, Presiden mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai kronologis peristiwa dari Kapolda Metro Jaya.

Setelah berapa saat di lokasi, Presiden akhirnya kembali ke Istana Merdeka untuk memimpin rapat terbatas yang khusus membahas kondisi keamanan pascakejadian di jalan MH Tamrin.

KEADAAN TERKENDALI
Dalam pengantar rapat terbatas di Istana Merdeka tentang Kondisi Keamanan, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keadaan sudah terkendali. Dan Presiden memberikan apresiasi pada Kepolisian dan aparat keamanan lainnya karena dengan cepat  mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan. 
Sekali lagi Presiden menyatakan bahwa bangsa, negara, dan rakyat tidak boleh takut dan tidak boleh kalah dari aksi teror.

Presiden juga memerintahkan Menteri Kesehatan untuk mengurus pengobatan semua korban luka-luka yang sedang dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta.

Apa yang disampaikan Presiden dalam pengantar ratas ditekankan kembali oleh Sekretaris Kabinet kepada wartawan di Kantor Presiden, Kamis sore 14 Januari 2016.

"Pemerintah dalam hal ini, telah mengendalikan secara keseluruhan keamanan dan lalu lintas telah dibuka kembali," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pramono menegaskan bahwa peristiwa ledakan dan tembakan tersebut hanya  terjadi di perempatan Jl MH Thamrin dan Jl Wahid Hasyim atau yang dikenal sebagai perempatan Sarinah dan di Starbucks yang terletak di Skyline Building.

"Dan kami minta tolong kepada semua pihak untuk tidak mempublikasikan info yang tidak valid," ucap Pramono.

Pemerintah, lanjut Pramono, akan menanggung semua biaya rumah sakit bagi korban dari peristiwa ledakan dan tembakan tersebut. "Sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah," kata Pramono.

Pramono menjelaskan bahwa jumlah korban yang meninggal dunia adalah tujuh orang. Dari tujuh orang tersebut, lima adalah pelaku dan dua orang lainnya korban dari masyarakat.

Dua korban masyarakat tersebut terdiri dari satu Warga Negara Kanada, dan satu lagi Warga Negara Indonesia (WNI). "Yang luka jumlahnya 15 bertambah 5, hingga menjadi 20 orang. Lima tambahan itu dari Polisi," ucap Pramono.

Dalam konferensi pers yang diadakan setelah Rapat Terbatas tentang Masalah Keamanan yang dipimpin Presiden Joko Widodo, hadir pula Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Pangdam Jaya  Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian.

Semua kemudian berharap Jakarta sesegera mungkin pulih sehingga citra kondisi mencekam segera bisa dihapuskan. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru