Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Gubsu Ingkatkan Antisipasi Politik Identitas Jelang Pemilu 2019

- Senin, 10 Desember 2018 20:22 WIB
456 view
Gubsu Ingkatkan Antisipasi Politik Identitas Jelang Pemilu 2019
SIB/Dok
Medan (SIB) -Gubsu H Edy Rahmayadi mengingatkan semua pihak agar mengantisipasi menguatnya gejala politik identitas yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok melalui interpretasi secara ekstrim dengan tidak mengakui Pancasila menjelang Pemilu serentak 2019.

Hal itu dikemukakan Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Sumut H Suriadi Bahar SH  MH pada pembukaan Rapat Kegiatan Cipta Kondisi di Hotel Le Polonia Medan yang diikuti para Kepala Badan dan Kakan Kesbangpol kabupaten/kota se-Sumut, Sabtu (8/12).

Gubsu secara umum memaparkan empat indikasi yang perlu mendapat perhatian khusus dalam kondisi faktual saat ini.

Keempat indikasi tersebut, selain politik identitas, meluasnya penggunaan media sosial untuk aktivitas provokasi, agitasi, propaganda negatif dan penyebaran berita bohong (hoax) juga perlu diantisipasi karena mengancam  kehidupan sosial politik dan keamanan akhir-akhir ini.

"Selain itu kebebasan menyatakan pendapat yang berlebihan melalui berbagai media telah mendorong perilaku intoleransi dan anti kebhinnekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya dalam acara dengan narasumber dari Poldasu, BIN dan Bawaslu tersebut.

Selanjutnya Gubsu mengingatkan meningkatnya aktivitas gerakan Papua Merdeka baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional dengan isu HAM dan mengampanyekan tuntutan referendum di Papua, masih terus digulirkan terutama oleh pihak-pihak melalui demo-demo yang dilakukan.

Menyikapi kondisi tersebut, tegas Gubsu negara tetap hadir untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, sebagaimana tertuang dalam program prioritas nasional, sehingga dibutuhkan peran, soliditas, sinergitas dan keterpaduan antar seluruh unsur pemerintah baik pusat maupun daerah dengan seluruh elemen masyarakat.

Dikemukakan, Pemilu serentak 2019 merupakan proses pelaksanaan Pemilu dengan 5 surat suara yang dilakukan secara bersama-sama, yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan umum DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan DPD.

"Keserentakan pada Pemilu 2019 tentu akan menemukan banyak permasalahan serta kerawanan yang kemudian berdampak kepada kualitas proses dan hasil Pemilu 2019. Tantangan Pemilu 2019 tidak hanya terletak pada proses tahapan, tetapi juga pada sejauh mana pemerintah dan masyarakat mengenal peserta pemilu," ujarnya.

Gubsu juga mengemukakan pemantauan pemilu merupakan bentuk partisipasi pemerintah bersama-sama dengan masyarakat dalam pemilu. Aktivitas pemantauan pada prinsipnya merupakan kegiatan memantau tahapan proses pelaksanaan pemilu dengan cara mengumpulkan data, temuan dan informasi pelaksanaan pemilu.

"Pemantauan bersama-sama dengan masyarakat sipil menjadi sebuah tradisi penting dalam menciptakan iklim pemilu yang jurdil dan demokrasi," ujarnya.

Menyikapi itu semua Gubsu mengajak seluruh komponen masyarakat agar dapat berperan serta secara aktif dalam menyukseskan Pemilu 2019 agar dapat berjalan dengan lancar. (rel/A12/c)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru