Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 17 Juni 2026

Mantan Buruh Panjat Tiang, Parlaungan Simangunsong "Naik Kelas" ke DPRD Sumut

* Bangga Bisa Memperjuangkan Pembangunan di Sumut, Termasuk Bona Pasogit
- Kamis, 23 Mei 2019 19:41 WIB
2.980 view
Mantan Buruh Panjat Tiang, Parlaungan Simangunsong "Naik Kelas" ke DPRD Sumut
Parlaungan Simangunsong
Medan (SIB) -Parlaungan Simangunsong dipastikan lolos ke DPRD Sumut periode 2019-2024 dari Dapil Sumut 1 Medan A. Hasil rekapitulasi akhir KPU dia memeroleh 18 ribu lebih suara dan bertengger di urutan ke 5 dari 10 kursi yang diperebutkan.

Dua periode menjadi Anggota DPRD Medan, Politisi P Demokrat ini mencoba "naik kelas" dan berhasil lolos ke DPRD Sumut. Sekretaris Fraksi P Demokrat ini bersyukur kepada Tuhan, karena dengan duduk di DPRD Sumut perjuangannya untuk rakyat makin luas.

"Saya terpilih dari Dapil Medan, tapi anggaran semua daerah di Sumut bisa diperjuangkan. Medan menjadi fokus perjuangan saya, tapi karena lingkup DPRDSU luas, bona pasogit (kampung halaman) Tapanuli Raya, khususnya Kabupaten Tobasa dan terkhusus lagi Kecamatan Porsea, tempat kelahirannya bisa saya diperjuangkannya,"ucap Parlaungan kepada wartawan, Rabu (22/5).

Menurut putra kelahiran Desa Siruar, Porsea ini, secara Dapil, dia akan memperjuangkan Medan agar tidak banjir lagi. Dua periode di DPRD Medan persoalan ini selalu diteriakkannya, tapi sampai sekarang banjir di Medan belum dapat diatasi.

"Akan saya rangkul teman-teman di dewan berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan mendorong Gubsu "jemput bola" agar Kementerian PU PR lewat BWS mau mengucurkan anggaran normalisasi sungai-sungai di Medan yang sudah dangkal," terangnya.

Tapi dari sisi di komisi mana nanti akan ditempatkan partai, Parlaungan akan memperhatikan anggaran kesejahteraan rakyat di Sumut, khususnya di Tobasa. Dia ikut membenahi Medan, juga bisa berbuat untuk bona pasogit. Karena bagi dia, antara Medan dan Poresa Tobasa bagaikan dua sisi mata uang.

"Desa Siruar Porsea adalah tanah kelahiran, dari tanah leluhur itulah saya diberangkatkan merantau. Medan adalah kota tempat dibesarkan dalam mengarungi pahit getirnya hidup. Di Medan ini saya ditempah sampai dewasa. Saya memulai kehidupan ini dari nol sampai mendapatkan pekerjaan yang layak," ungkapnya haru.

Karir pekerjaan dimulai Parlaungan menjadi buruh panjat tiang listrik. Karena dasar ilmunya adalah SMK teknik dan sarjana teknik jurusan elektro arus tinggi (kelistrikan). Selama menjadi buruh kasar, ia pernah tersengat listrik tegangan tinggi, tapi Tuhan menyelamatkannya. "Dulunya sebutan pekerjaan kami itu adalah "Bupati" (Buruh panjat tiang)," ucapnya tertawa mengenang masa lalu.

Pekerjaan itu ditekuni dan dipelajarinya. Lambat laun dia sudah bisa berdikari secara kecil-kecilan. Setelah bergabung dengan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI), pekerjaan proyek PLN sudah bisa dikerjakannya sampai menjadi kontraktor kelistrikan terkenal di Sumut.

Dia dua periode menjabat Ketua AKLI Medan dan sekarang dipercaya menjadi Ketua DPD AKLI Sumut. Parlaungan juga aktif di olahraga, memiliki ilmu bela diri karate perguruan Tako Indonesia, dia juga pernah membina Tako Sumut dan mengantar atlet menjadi juara nasional. (M10/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru